June 19, 2026, oleh

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperluas jaringan internasionalnya melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Kali ini, sebanyak 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mendapat kesempatan menjadi tutor bahasa Indonesia di dua perguruan tinggi ternama di kawasan ASEAN, yakni Open University di Vietnam dan Srinakharinwirot University di Thailand.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen UMM dalam menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing global sekaligus berperan aktif dalam promosi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional.
Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd., menjelaskan bahwa pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua tahap sesuai negara tujuan masing-masing.
“Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, UMM memberikan berbagai fasilitas kepada mahasiswa yang bertugas di luar negeri. Dukungan itu mencakup kebutuhan tempat tinggal dan sejumlah persiapan teknis yang diperlukan selama menjalankan tugas sebagai tutor bahasa Indonesia.
“Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, sama beberapa item persiapan kegiatannya itu. Nominalnya tidak dipukul rata, karena disesuaikan dengan studi kasus kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” tambahnya.
Isnaini berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang pengajaran sekaligus memperluas wawasan internasional mereka. Selain menjadi pengajar, para mahasiswa juga diharapkan mampu menjalankan peran sebagai duta bahasa dan budaya Indonesia.
“Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama dari Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat dan kesiapan mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, kesempatan mengajar di perguruan tinggi luar negeri merupakan pengalaman berharga yang dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat karakter mahasiswa.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik almamater dan menunjukkan sikap santun sebagai representasi bangsa Indonesia selama menjalankan tugas di lingkungan internasional.
Rektor meyakini pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya kemampuan pedagogik mahasiswa, tetapi juga memperluas pemahaman lintas budaya. Selain itu, program ini turut memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi pendidikan di tingkat global.