Gelaran Budaya Sunda Ramaikan Taman Sengkaling UMM

SEBUAH gawe budaya besar-besaran bakal digelar Paguyuban Pasundan di Taman Sengkaling UMM mulai Jumat-Minggu (19-21/2). Acara ini digelar dalam rangka pelantikan pengurus cabang di Provinsi Jawa Timur sekaligus merayakan hari jadi ke-15 Ikatan Warga Pasundan (IWARPAS). Selain berbagai penampilan seni, juga dibuka bazar Kuliner Khas Sunda di Sengkaling Food Festival (SFF). Ketua Panitia, Dr. David Hermawan, MP, menerangkan kesenian yang menjadi andalan dalam pagelaran ini adalah pertunjukan Wayang Golek dari Padepokan Giri Harja 3 Bandung pimpinan Dadan Sunandar Sunarya, putra dari dalang kondang senior Asep Sunandar Sunarya pada Sabtu malam. “Ini acara puncak yang akan dihadiri lebih dari 3000 warga Sunda di Jawa Timur,” kata dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM ini. Untuk melengkapi nuansa budaya, pihak panitia juga menggelar kesenian Sunda lain seperti Degung, Calung dan berbagai tarian khas juga akan memeriahkan acara. Tidak ketinggalan, pameran kuliner khas daerah yang terletak di sebelah barat Pulau Jawa ini juga bisa dinikmati dalam pagelaran ini. Ada juga Debus Banten yang dikenal memiliki atraksi menantang itu. “Insya Allah duta-duta budaya dari berbagai negara yang sedang studi dan mengajar di UMM juga akan hadir. Beberapa diantara mereka bahkan sudah siap menampilkan keseniannya,” tambah David. Pagelaran akan dibagi menjadi tiga sesi. Di hari pertama, akan dilakukan pembukaan secara resmi festival ini. Di hari kedua acara akan dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian-kesenian khas sekaligus sambutan dari para tokoh PP dan juga pemerintah. Di hari terakhir akan ada acara penutup berupa festival kuliner khas Sunda. Pagelaran ini juga diselenggarakan guna mendukung program Pemerintah dalam mengembangkan potensi seni budaya dan pariwisata secara nasional. Oleh karenanya, selain Ketua Umum Pengurus Besar PP, Prof. Dr. H.M. Didi Turmuzi, MSi dan Ketua PP Jawa Timur, Sarpin SE yang akan hadir dalam acara ini, banyak tokoh yang rencananya akan hadir dalam acara ini diantaranya Ahmad Heriawan (Gubernur Jawa Barat), Soekarwo (Gubernur Jawa Timur), Letjen (Purn) TB Hasanudin (Ketua Komisi I DPR RI), Irjen Pol. Anton Setiadji (Kapolda Jawa Timur) dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko. “Kita harapkan pegelaran budaya seperti ini akan semakin banyak digelar di berbagai daerah untuk memperkuat ikatan tradisi bangsa kita dengan budaya sendiri. Tentu saja melalui komunitas kedaerahan seperti Sunda ini kita akan menampilkan kesenian Sunda sebagai kebanggaan bangsa Indonesia,” pungkas David seraya mengajak masyarakat Malang dan sekitarnya untuk hadir ke Sengkaling karena tontonan ini gratis untuk umum. (gas/nas)
Yudisium FKIP Usung Tema Revolusi Mental

FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM menggelar yudisium untuk tingkat strata I periode pertama tahun akademik 2015/2016 di Aula BAU, Kamis (18/02). Yudisium diikuti 183 mahasiswa dari enam program studi (prodi) di FKIP yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, PPKN (Civic Hukum) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Mendukung konsep Presiden Joko Widodo tentang revolusi mental, yudisium mengusung tema “Menembus Batas Kesarjanaan dengan Revolusi Mental untuk Mewujudkan Alumni yang Berdaya Saing”. Dekan FKIP UMM, Dr Ponco Jari Wahyono MKes dalam sambutannya mengatakan, revolusi mental perlu dikedepankan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. “Kalau dahulu punya mental SMA sekarang harus berevolusi jadi mental sarjana,” ujar Ponco. Menurutnya, Bangsa Indonesia memerlukan revolusi mental guna menciptakan generasi yang memiliki mental kuat dalam menghadapi berbagai macam perkembangan dan kemajuan di berbagai bidang, tak terkecuali di bidang pendidikan. “Negara kita sudah banyak tertinggal dari negara lain. Revolusi mental bisa dilakukan dari diri sendiri dan sekeling kita. Dengan perubahan mental secara masif diharapkan bangsa kita bisa menjadi bangsa yang besar,” kata dosen di prodi pendidikan biologi ini. Ponco menegaskan, FKIP UMM akan terus merevolusi mental alumninya agar siap dalam menghadapi persaingan di bidang pendidikan baik secara nasional maupun internasional. “Kami akan terus mempertimbangkan berbagai kebaikan untuk menyongsong dunia luar, mempertimbangkan benchmarking dengan negara lain, meningkatkan kemampuan belajar mereka dengan dunia luar sehingga mereka memiliki kepercayaan yang tinggi, mental yang kuat untuk menghadapi persaingan,” terangnya. Ponco berharap, para calon wisudawan/wati nantinya bisa kuat dan mandiri dalam menghadapi era persaingan saat ini. “Mudah-mudahan bisa segera mendapatkan pekerjaan, hidup dengan mandiri, bisa berdiri diatas kainya sendiri dan mampu berjuang, memiliki mental baja, tak kenal menyerah, dan jangan lupa berdoa, inilah yang harus dijadikan pegangan,” pungkasnya Dalam yudisium tersebut, diumumkan juga lulusan terbaik di tingkat prodi masing-masing maupun tingkat fakultas pada periode ini. Lulusan terbaik di prodi pendidikan matematika diraih Chodijatal Kubro dengan IPK 3,78, pendidikan biologi diraih Choirul Anam dengan IPK 3,87, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia diraih Bungah Wijayanti dengan IPK 3,83. Solihin Bahari berhasil menjadi lulusan terbaik di prodi Civic Hukum dengan IPK 3,62, prodi bahasa inggris lulusan terbaik diraih Mahsa Livia dengan IPK 3,83 dan lulusan terbaik prodi PGSD diraih Firda Azizah dengan IPK 3,92. Sedangkan lulusan terbaik di tingkat fakultas diraih Firda Azizah. (gas/han)