UMM Jajaki Kerjasama Riset dengan Tiongkok

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menjajaki kerjasama riset dengan Open University Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Open University RRT diwakili tiga delegasi yakni Senior Engineering Manager Pan Hanliang; Presiden Xiamen Runde Yuan Investment Corporation, Wang Xiaoming; dan Direktur Laboratory of Tropical Medical Plants Resource, Tropical Crops Genetic Resource Institute, Chinese Academy of Tropical, Pang Yuxin. Rombongan disambut Rektor UMM, Fauzan; Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), Prof Dr Ir Sujono MKes; dan beberapa staf DPPM, Senin (22/2) di Ruang Tamu Rektor UMM. Wakil Direktur DPPM UMM, Dr Vina Salviana MSi mengatakan, kunjungan dari Open University ini adalah kedua kalinya setelah sebelumnya mengunjungi UMM tahun lalu. “Pan Hanliang tahun lalu mengunjungi UMM dan kita ajak mengunjungi kampung olahan ikan di Pantai Lekok di Pasuruan. Selain itu, dulu juga tertarik membuka China Corner di Perpustakaan Pusat UMM dan kursus Bahasa Mandarin di UMM,” jelasnya. Dalam kunjungannya kali ini, ia membawa serta akademisi serta pengusaha asal Tiongkok untuk membuka peluang kerjasama riset dan implementasinya. “Mr. Wang punya beberapa perusahaan di bidang obat, sedangkan Mr. Pang membawahi beberapa master dan doktor di bidang herbal,” katanya. Usai diterima Rektor, rombongan diajak melihat-lihat hasil penelitian para dosen di Kantor DPPM. Beberapa peneliti UMM diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan rombongan dari Tiongkok. “Seperti minyak biji jarak, ekstrak bengkoang, pakan ikan, dan lain-lain. Kita pamerkan seluruh hasil penelitian kita, kemudian mereka akan memilih mana yang menarik untuk ditindaklanjuti untuk kerjasama,” tuturnya. Kerjasama yang akan dilakukan, menurut Vina, bisa dalam bentuk joint research ataupun komersialisasi hasil penelitian. “Kemenristek Dikti (Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) memberikan apresiasi tinggi jika penelitian yang dilakukan bekerjasama dengan institusi dari luar negeri, bahkan sampai dikomersilkan,” ucap Vina. Ia berharap, selain bermanfaat untuk masyarakat umum dan menguntungkan negara, kerjasama ini juga diharapkan berpengaruh terhadap akreditasi institusi UMM. “Penelitian tidak boleh diam, namun harus bisa bermanfaat bagi masyarakat dan juga negara,” pungkasnya. Kunjungan dari Open University RRT rencananya berlangsung mulai hari ini (22/2) hingga Jumat (26/2). Mereka akan dibawa ke beberapa pusat studi, riset, dan laboratorium milik UMM. Pada Kamis (25/2) juga direncanakan mengunjungi Walikota Malang dan Walikota Batu. (zul/han)
Pertukaran Mahasiswa dan Dosen Tandai Kerjasama UMM-Tongren University

MELALUI program Transfer Credit, kerjasama UMM dengan Tongren University, Tiongkok dimulai semester ini. Sebanyak 26 mahasiswa Tongren University akan kuliah di UMM selama satu semester dan 13 mahasiswa UMM akan belajar di Tongren. Selain mahasiswa, UMM juga akan mengirimkan dua dosen untuk mengajar di Tongren, sebaliknya satu dosen Tongren University akan mengajar di UMM. Rombongan dari Tongren telah datang ke UMM, Sabtu (20/2) sementara rombongan dari UMM akan diberangkatkan pada awal Maret. “Jadi mahasiswa UMM bisa kuliah di Tongren University, tapi biaya kuliahnya sesuai dengan biaya di UMM. Yang dari sana pun begitu, mereka bisa kuliah di UMM, tapi bayar kuliahnya sesuai biaya di sana,” terang Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri, Soeparto. Ke depan, lanjut Soeparto, akan dikembangkan lebih banyak lagi kerjasama dengan universitas yang terletak di Provinsi Guizhou tersebut, salah satunya melalui program joint degree. Nantinya, mahasiswa bisa kuliah selama tiga tahun di UMM dan satu tahun di Tongren University, sebaliknya, mahasiswa Tongren University bisa kuliah tiga tahun di sana dan satu tahun di UMM. “Mereka bisa mendapatkan dua gelar sekaligus, dari UMM dan Tongren University,” terangnya. Sementara itu, International Student Advisor Tongren University, Fu Leilei mengungkapkan, UMM adalah kampus yang bertaraf internasional, karena itu, pihaknya sangat senang kerjasama dengan UMM bisa kian solid. “Selain itu, kerjasama ini juga akan memperkuat kemitraan antara Indonesia dan China,” tuturnya. Lantaran sukses membangun kerjasama dengan kampus tersebut, UMM tengah mengajak Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia untuk bisa menjadi bagian dari kemitraan tersebut. Karena itu, pada Senin (22/2) UMM bertemu dengan perwakilan Kantor Urusan Internasional (KUI) PTM se-Indonesia untuk menjajaki kemungkinan kerjasama PTM-PTM tersebut dengan Tongren University. (gas/han)