Fakultas Teknik Kembangkan Jurnal Elektronik

PERALIHAN dari jurnal cetak ke jurnal elektronik yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) mengharuskan universitas membentuk jurnal elektronik atau Online Journal System (OJS). Merespon hal itu, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merespon cepat dengan menggelar workshop pengelolaan jurnal berbasis OJS bagi para dosen FT di Hotel UMM Inn, Jumat-Sabtu (04-05/03). Dekan FT UMM, Ir Sudarman MT mengatakan, peralihan ke jurnal elektronik sangat memudahkan dari sisi pengelolaannya. Menurutnya, biaya untuk penerbitan, dan distribusi jurnal jauh lebih mudah dan murah. “Nantinya juga akan lebih banyak yang dapat mengakses jurnal yang diterbitkan,” katanya. Kemajuan di bidang pengelolaan jurnal ini, kata Sudarman, akan secara otomatis meningkatkan mutu keilmuan di bidang penelitian. “Saat ini semua dosen dan peneliti dituntut mempublikasikan semua hasil penelitiannya baik yang kecil maupun besar,” terangnya. Lebih lanjut, Sudarman menerangkan, untuk menghasilkan jurnal berkualitas, FT akan menggandeng perguruan tinggi nasional dan internasional dalam hal penelitian ilmiah. Sehingga nantinya juurnal-jurnal yang dihasilkan oleh peneliti di UMM bisa terindeks dan terakreditasi tidak hanya secara nasional tapi juga internasional. Sementara Pembantu Rektor I, Prof Dr Bambang Widagdo MM mengatakan, UMM akan menyiapkan fasilitas khusus untuk seluruh fakultas untuk mengelola OJS. Tujuannya, lanjut Bambang, adalah mendorong peningkatan kualitas jurnal. “Secara SDM kami sudah siap,” ujarnya. Bagi Bambang, peningkatan kualitas jurnal harus dilakukan secara terus menerus. Pengembangan ilmu, menurutnya lahir dari hasil riset yang diterbitkan salah satunya melalui jurnal. “Jadi publik harus tau sehingga ada pengembangan berkelanjutan,” imbuhnya. Lebih jauh Bambang mengungkapkan, jurnal yang dimiliki perguruan tinggi akan mempengaruhi kualitas perguruan tinggi tersebut. “Salah satu tugas untuk pengembangan kampus adalah melalui riset,” paparnya. Bambang berharap, dengan adanya kegiatan worksop ini, semakin banyak jurnal berkualitas hasil penelitian yang dimiliki UMM. “Jurnal yang baik akan dilihat banyak orang dan ini menguntungkan dosen, peneliti maupun instansinya,” pungkasnya. Workshop ini menghadirkan, editor- in chief Jurnal Telkomnika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr Tole Sutikno MT yang meberikan pengarahan tentang manajemen pengelolaan dan penerbitan jurnal. Selain itu hadir pula pakar jurnal online sekaligus perwakilan dari lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Petra Ir Resmana Lim MEng. (gas/han)  

DPP IMM Galang Kekuatan Wirausaha Muda

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar kegiatan Entrepreneur Youth Camp di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis-Jumat (03-04/02). Bertajuk “Menggalang Kekuatan Wirausaha Muda dalam Menyambut Persaingan Global”, kegiatan ini mendorong generasi muda untuk bisa bersaing di era perdagangan global dan hidup mandiri dengan menjadi seorang entrepreneur.       Direktur Badan Usaha Milik Ikatan (BUMI) DPP IMM Syamsul Bahri Nasution mengatakan, selain membuka wawasan anggota IMM di bidang kewirausahaan, kegiatan ini juga memberikan gambaran kepada masyarakat jika organisasi kemahasiswaan tidak hanya bicara di tataran akademis saja. “Ini adalah cara baru kami untuk mengajak mengeksekusi ide-ide para mahasiswa khususnya di bidang kewirausahaan untuk dijadikan sebuah aksi,” ujarnya.       Syamsul mengungkapkan, BUMI bukan hanya bisa memfasilitasi para anggota organisasi IMM, namun juga bisa semua mahasiswa universitas di bawah naungan Muhammadiyah yang ingin berwirausaha. Ia menjelaskan, IMM tidak ingin anggotanya sama sekali buta dengan dunia bisnis. “Makanya kami akan bina dengan menawarkan peluang bisnis dan kerjasama,” terangnya.       Ia menuturkan, untuk menjalankan bisnis mahasiswa seringkali berpikir dan terjebak kendala pembiayaan. Hal tersebut memang sangat perlu dipertimbangkan, namun menurutnya, terjun langsung dan berani mengambil resiko bisnis jauh lebih penting dikedepankan. “Karena berbisnis itu candu, kalo gagal kita akan penasaran bagaimana bisa memperbaikinya lagi,” paparnya.       Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti sekarang, Syamsul melihat sebenarnya Indonesia memiliki banyak sekali potensi dan peluang bisnis yang bisa dimaksimalkan. Namun selama ini potensi tersebut justru dimanfaatkan negara lain. Oleh karenanya ia mengajak agar mahasiswa tidak lagi bergantung dengan lapangan pekerjaan yang semakin sempit tapi justru menciptakan lapangan kerja sendiri. “Mulai dari kecil-kecilan tidak masalah, asalkan dijalankan dengan niat dan tekad untuk berkembang,” jelasnya.       Beberapa pembicara yang dihadirkan pada kegiatan ini yaitu Drektur dan Owner Wardah Cosmetics Nurhayati Subakat, Direktur Pandu Logistik Jimmi Krismiardhi, dan Owner Esa Medco Technology Tsalis Rifai, dan trainer SDM nasional yang juga Dosen Fakultas Psikologi UMM Yudi Suharsono. Sementara keynote speech disampaikan oleh Rektor UMM Fauzan. (gas/han)