Aisyiyah UMM Diminta Perkuat Pengembangan Keilmuan dan Ekonomi

PIMPINAN Cabang Aisyiyah (PCA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) harus memiliki ciri khas dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Ciri khas yang perlu dikedepankan adalah pengembangan keilmuan dan ekonomi melalui penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal inilah diutarakan Rektor UMM Drs Fauzan MPd saat membuka kegiatan Tabligh Akbar Aisyiyah di Aula BAU UMM, Sabtu (05/03). Dalam tabligh akbar yang mengankat tema ‘Gerakan Praksis Aisyiyah untuk Mewujudkan Islam Berkemajuan’ ini Fauzan mengatakan, pengembangan yang diterapkan Aisyiyah harus memiliki standar yang tinggi. Karenanya, ia menegaskan, segala program yang dikeluarkan PCA UMM harus bermanfaat bukan hanya untuk UMM dan masyarakat Muhammadiyah saja, tapi juga masyarakat umum dan negara. “Jadi tidak asal yang penting jalan saja programnya, tapi harus memiliki nilai penerimaan dan kebermanfaatan yang tinggi bagi kemaslahatan umat,” terangnya. Dengan karakter yang kuat di bidang pengembangan keilmuan, Fauzan menuturkan, PCA UMM secara langsung akan berkontribusi menjadikan UMM kampus lebih berkualitas. Fauzan meyakini para anggota Aisiyah dan perempuan-perempuan di UMM telah memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup untuk itu. Namun ia menekankan, PCA UMM harus tetap bersinergi dengan seluruh lapisan struktural Aisiyah dan elemen masyarakat terutama di Malang Raya. Kegiatan Tabligh Akbar ini dihadiri Ketua PP Aisyiyah, Dra. Hj. Siti Noordjanah Djohantini, M.M.,M.Si. Berfokus pada pengembangan ekonomi, dalam kegiatan ini turut hadir Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur dan Dosen Jurusan Perikanan UMM sekaligus wirausahawan, Ganjar Adhy Wirawan, SPi, MP. Dalam pengarahannya, Noordjanah menerangkan, gerakan praksis Aisyiyah untuk mewujudkan Islam berkemajuan memiliki arti seluruh aktivitas Aisyiyah harus mengedepankan pengetahuan dan nilai-nilai luhur. Istri dari ketua umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir, M.Si ini memaparkan empat fokus utama untuk mengembangkan Asyiyah, khususnya di bidang ekonomi. Hal pertama adalah memiliki cita-cita luhur yang harus bermanfaat bagi kesejahteraan dunia maupun akhirat. “PCA UMM misalnya, memiliki tugas mencari, mendiskusikan, mengkaji persoalan-persoalan keharmonisan rumah tangga, keharmonisan ini nantinya akan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan,” terangnya. Selain itu, Noordjanah menambahkan, Aisyiyah juga harus memiliki visi Islam yang berkemajuan. Perempuan menurutya memiliki potensi dan kekuatan untuk memecahkan persoalan-persoalan perekonomian negara. “Kita harus melakukannya dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa kita bisa,” tuturnya. Selanjutnya, Noordjanah menegaskan, dalam menjalankan Islam berkemajuan, Aisyiyah haruslah menaati aturan-aturan yang telah ditetapkan perserikatan. “Sistem ini harus terus dijaga, kita perlu berkomitmen untuk kepentingan bersama bukan pribadi,” imbuhnya. Senada dengan Fauzan, Hal terakhir yang perlu diperhatikan demi pengembangan Aisyiyah adalah sikap keterbukaan. Meski Aisyiyah adalah organisasi yang telah berdiri lebih dari satu dekade lamanya, menurut Siti Noordjanah, Aisyiyah harus mau menerima kritikan dari organisasi lain meskipun organisasi yang baru berdiri sekalipun. “Kritikan inilah yang harus kita terima dan kita pelajari untuk membangun Aisyiyah, sekali lagi intinya kita harus tetap bersinergi,” ujarnya. Kegiatan tabligh akbar ini juga dirangkai dengan kegiatan lainya seperti bazar dan juga donor darah. Ketua PCA UMM, Dra. Hj. Romlah, M.Ag mengatakan, kegiatan semacam ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan. “Kita akan meneruskan program yang telah ditetapkan oleh majelis PCA UMM di antaranya di bidang ekonomi, pendidikan dan juga kesehatan,” pungkasnya. (gas/han)
Urus Seni dan Olahraga Perlu Keharmonisan

KEHARMONISAN pengurus dinilai sangat menentukan keberhasilan sebuah program. Apalagi dalam dunia seni dan olahraga, pengurusnya harus menyatukan hati terlebih dahulu untuk bisa mensukseskan program-programnya. Dunia seni dan olahraga adalah dunia yang sulit disatukan. Hal ini dikemukakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP, dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Lembaga Seni, Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, di UMM Dome, Jumat (04/02) malam. Menurut Muhadjir, dakwah Muhammadiyah tidak hanya pada bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan. “Persyarikatan juga dapat mengambil peran besar di bidang seni dan olahraga sebagai sarana dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” kata rektor UMM periode 2012-2016 ini. Raker yang berlangsung selama tiga hari di hotel pendidikan UMM Inn diikuti oleh seluruh pengurus LSBO baik dari kantor Jakarta maupun Jogyakarta. Beberapa nama pengurus LSBO sudah dikenal publik sebagai selebritas, seperti artis El-Manik, sutradara Hanung Bramantyo, dan seniman Linda Purwanti. LSBO berada di bawah bidang diketuai Muhadjir, selain bidang pendidikan dan pondok pesantren. Pada Raker kali ini, LSBO mengangkat tema ‘Mengembangkan Seni Budaya dan Olahraga untuk Membentuk Karakter Bangsa’. Raker akan merancang program untuk lima tahun mendatang. “Yang paling penting programnya bisa menyatukan hati para anggota,” ujar Muhadjir. Ketua Pelaksana Raker, Tatang Ruhiyat, ST menungkapkan, saat ini adalah era nya perang proxy. Menurutnya, dalam perang proxy ini untuk mengalahkan lawan tidak lagi menggunakan senjata, melainkan melalui doktrin-doktrin budaya yang bisa merusak para generasi muda. Ia melihat Indonesia adalah salah satu negara yang sudah menjadi korban kekejaman perang proxy ini. “Makanya perlu adanya penguatan karakter bangsa melalui seni dan olahraga ini,” terangnya. Sementara itu, Ketua LSBO PP Muhammadiyah, Drs. H.M. Sukriyanto AR, M.Hum menerangkan kemajuan suatu bangsa ditentukan bagaimana kualitas pendidikannya. Pendidikan, lanjut Syukri, bisa didapat di sekolah, keluarga dan masyarakat. “Salah satu yang bisa menyatukan masyarakat adalah melalui kesenian dan olahraga ini,” jelasnya. Syukri memaparkan, salah satu program yang akan segera dijalankan adalah pembuatan film pendidikan. Dalam penggarapannya, LSBO PP Muhammadiyah akan bekerjasama dengan para sineas-sineas perfilman di Indonesia. “Nantinya melalui film ini kita gunakan untuk menggalang dana bantuan sosial,” pungkasnya. Pembukaan raker dimeriahkan berbagai kesenian seperti penampilan musikalisasi puisi dari mahasiswa prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, stand up commedy, puisi dan mocopat. Acara raker secara resmi dibuka oleh Rektor UMM, Drs. Fauzan, M.Pd dengan lantunan lagu Tuhan milik Bimbo. (gas/nas)