Kehutanan UMM Revitalisasi Hutan Lindung Bromo-Tengger-Semeru

PROGRAM Studi (Prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya dalam revitalisasi hutan lindung di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Luas area yang direvitalisasi tidak tanggung-tanggung, yakni 165 hektar. Revitalisasi yang dilakukan di Agrowulan dalam kawasan TNBTS ini bekerjasama dengan beberapa lembaga multinasional, seperti PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Toyota Boshoku Japan, dan lembaga penyandang dana Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center (JIFPRO). Ketua Prodi Kehutanan, Tatag Muttaqin Shut MSc mengatakan, revitalisasi dilaksanakan secara bertahap. “Saat ini kami telah melakukan penanaman pohon jenis Mentigi dan Cemara Gunung di kawasan Agrowulan TNBTS. Revitalisasi ini dilakukan selama empat hari mulai Sabtu-Selasa (2-5/4) lalu,” ungkapnya. Kerjasama revitalisasi dengan beberapa lembaga luar negeri, menurut Tatag, akan langsung dirasakan manfaatnya di kawasan yang direvitalisasi. “Kerjasama ini saya harap tidak hanya bermanfaat bagi Prodi Kehutanan UMM dan para mitra yang terlibat, tapi juga berdampak langsung pada lingkungan yang saat ini semakin terdegradasi oleh banyak kerusakan,” ujar Tatag. Sementara perwakilan dari JIFPRO, Prof Seiici Ohta memandang adanya revitalisasi sebagai langkah maju dibidang pelestarian lingkungan. “Kerjasama ini dilandasi pada kepedulian akan penanganan lingkungan yang saat ini banyak terjadi pembalakan liar dan musnahnya tumbuhan asli diberbagai kawasan. Untuk itu pihak JIFPRO mendukung penuh kerjasama tersebut,” katanya. Sementara itu Dr Fariana Prabandari SHut MSi, Kepala Bidang II TNBTS mengatakan kawasan hutan lindung memang perlu penanganan khusus. “Semoga kerjasama ini terus berlanjut dan kawasan TNBTS tetap terjaga kelestariannya,” ungkap Fariana. (itg/zul)
SMK Muda Muhammadiyah 2 Ngawi Kunjungi UMM

SEJUMLAH 120 Murid dan 15 guru pendamping dari program Teknik Kelola Jaringan (TKJ) SMK Muhammadiyah 2 (Muda) Ngawi berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kunjungan diterima sekretaris Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum di UMM Dome, Rabu (20/04). Menurut wakil kepala sekolah SMK Muda, Sumarno, kunjungan ke UMM adalah dalam rangka memperkenalkan lebih jauh tentang Muhammadiyah serta mengkombinasikan disiplin ilmu antara sekolah dengan perguruan tinggi di bidang TKJ. Selain itu, agar siswa-siswi termotivasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. “Kunjungan ini dimaksudkan agar anak-anak tahu tentang UMM, kemudian supaya anak-anak merubah pola pikirnya. Syukur-syukur mau kuliah di sini”, papar Sumarno. Peserta diajak mengunjungi ruang Labolatorium Informatika untuk mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan setiap hari oleh operator dan mahasiswa IT. Para peserta kunjungan terlihat sangat antusias, terbukti dengan banyaknya peserta yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan mengenai web dan jaringan. Menurut Nita, salah satu siswa kelas 10, kunjungan ke UMM ini adalah studi industri pertama yang menarik. Selain menambah ilmu dan wawasan tentang UMM, juga sebagai bekal jika lulus nanti, sebagai pilihan melanjutkan ke perguruan tinggi atau kerja. “Kami diajak jalan-jalan ke labolatorium dengan peralatan yang memadai serta penjelasan yang detail. Melihat komputer yang tertata rapi dengan perangkat lunak, jaringan komputer dan beberapa penjelasan tentang game cerdas”, ungkap Nita. Setelah kunjungan ke UMM, selanjutnya rombongan melakukan kunjungan industri ke Taman Sengkaling UMM. (roh/han)
Siswa SMA Tiongkok Tertarik Kuliah di UMM

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari Nanning Overseas Chinese Experimental High School, Tiongkok. Datang mewakili sekolah setingkat SMA tersebut, Director Overseas Student Office, Qiu Zhijian dan Director of Academic Affairs Student Teacher, Lu Jieying diterima langsung Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri, Suparto, Rabu (20/4). Soeparto mengatakan, kunjungan ini terkait ketertarikan SMA tersebut untuk melanjutkan studinya ke UMM. Ia menjelaskan, ketertarikan tersebut dilatari banyaknya kerjasama UMM dengan Negeri Tirai Bambu tersebut. “UMM membuka peluang di semua fakultas dan prodi untuk mereka kecuali fakultas kedokteran dan fakultas ilmu kesehatan,” ujarnya. Di UMM, lanjut Soeparto, mahasiswa asing diharuskan untuk belajar berbahasa Indonesia. Menariknya, lanjut Soeparto, di SMA tersebut memiliki pelajaran Bahasa Indonesia sehingga mendukung siswanya untuk masuk ke UMM. Namun begitu, ia menegaskan, tetap akan ada tes Bahasa Indonesia bagi mereka yang ingin kuliah di UMM. “Kita akan adakan tes untuk mereka via tatap muka secara online,” terangnya. Setelah dinyatakan lolos tes Bahasa Indonesia, kata Soeparto, sebelum masuk, mahasiswa asing tersebut tetap akan dilatih berbahasa Indonesia selama dua bulan oleh unit Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMM. “Jadi mereka harus datang dua bulan sebelum tahun ajaran baru di UMM,” pungkasnya. Hadir juga dalam pertemuan tersebut mahasiswa Tiongkok yang berkuliah di UMM untuk memberikan testimoninya terkait pengalaman aktivitas perkuliahan di UMM. (gas/han)