FAI UMM Kaji Spiritualitas Kaum Pramuria

PANDANGAN negatif terhadap kaum pramuria sebagai sampah masyarakat membuat mereka dicap sebagai kalangan yang jauh dari nilai-nilai agama dan ketuhanan. Hal itulah yang coba dikaji lebih dalam oleh Lembaga Semi Otonom Forum Studi Islam (Forsifa) Fakultas Agama Islam UMM melalui bedah buku “Agama Pelacur: Dramaturgi Transendental” karya Prof Dr Nur Syam, Rabu (4/5). Menghadirkan sang penulis, Nur Syam, yang juga Sekjen Kementerian Agama RI, Forsifa berupaya membuka ruang dialog publik untuk mengupas kandungan buku yang merupakan hasil riset tersebut. Sebagai pembanding, Forsifa turut menghadirkan Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin. Menurut Nur Syam, fenomena pelacuran tidak sekadar menunjukkan adanya pola relasi gender yang timpang, mesin pengeruk uang, atau kelompok sosial yang selalu mendapat cacian dan hujatan. “Lebih dari itu, ia memiliki dimensi kemanusiaan yang perlu diperhatikan,” kata mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya ini. Pada kegiatan yang berlangsung di Auditorium UMM ini, Nur Syam mengajak ratusan peserta yang hadir untuk memiliki empati serta tidak terjebak dengan ikut-ikutan mengumpat dan menghujat mereka. “Sebab, pelacur juga manusia, yang memiliki spiritualitas dan bahasa tersendiri dalam mengapresiasi dan berdialog dengan Tuhannya,” kata Nur Syam. Ketua Panitia Bedah Buku, Nur Ali Fathoni, berharap acara ini dapat memberikan wawasan keagamaan berbasis realitas bagi peserta yang hadir, sehingga bisa bersikap bijak dalam menghadapi bebagai fenomena yang terjadi di masyarakat. “Terlepas dari subjektivitas penulis, pesan yang tertuang dalam buku tersebut sangat perlu kita kaji dan kita cermati,” kata Fathoni. (isn/han)

Raih Hibah Terbesar, UMM Pacu Hilirisasi Hasil Riset

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan komitmennya untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat luas. Temuan-temuan riset yang dikembangkan di kampusnya tidak akan hanya berhenti sebagai laporan yang memenuhi rak-rak perpustakaan. Lebih dari itu, dalam program penelitian dan pengabdian masyarakat, UMM mewajibkan luaran yang berdampak pada perbaikan dan pengembangan masyarakat. Demikian pernyataan rektor UMM, Fauzan, menanggapi tingginya perolehan dana hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kementerian Ristek dan Dikti tahun ini. UMM memperoleh dana Rp 12,8 Milyar, tertinggi untuk kalangan perguruan tinggi swasta se-Jawa Timur. Angka ini meningkat lebih 20% dibanding tahun lalu. Perolehan dana hibah ini dipastikan akan menambah produktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat karena UMM secara mandiri juga menggelontorkan dana milyaran rupiah untuk dua bidang ini. “Kampus jangan menjadi menara gading yang hanya elok dipandang. Lebih dari itu harus menjadi menara air yang mengalirkan kehidupan bagi peradaban dan kemanusiaan,” kata Fauzan. Untuk itu hasil-hasil riset harus direalisasikan untuk membantu permasalahan bangsa. Dicontohkannya, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), pertanian dan peternakan organik, rancangan bangunan tahan gempa, drone untuk pemetaan lahan, pewarna alami, obat herbal, makanan halal, dan berbagai rancangan rekayasa sosial, telah diterapkan di masyarakat. “Ke depan, melalui kemitraan dengan berbagai pihak, temuan-temuan karya dosen dan mahasiswa UMM akan diimplentasikan dan dipasarkan,” tambah rektor. Kinerja riset dan pengabdian masyarakat UMM melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) merupakan satu-satunyakampus swasta dari 14 kampus di Indonesia yang memperoleh status kluster Mandiri. Status ini diperoleh UMM pada tahun 2014 setelah meloncat dari kluster Madya tanpa melalui kluster Utama. “Karena kinerja penelitian UMM kian menggembirakan, statusnya langsung lompat ke clauster Mandiri dengan tiga bintang emas,” terang Direktur DPPM UMM, Prof Sujono. Tahun ini, kata Sujono, UMM kembali menorehkan prestasinya sebagai kampus yang meloloskan proposal penelitain dan pengabdian masyarakat dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) paling banyak. “Alhamdulillah kita mendapatkan peringkat pertama dalam tiga kategori tersebut mengungguli PTS  lain se-Jawa Timur,” ujar Sujono usai menerima penghargaan dari Kopertis VII di Surabaya, Rabu (27/4). Penerapan hasil riset UMM antara lain dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa. Sujono menerangkan, setiap daerah yang ditempati KKN selalu dilihat keunggulan programnya sehingga benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat. Misalnya, memecahkan masalah kekurangan energi, pemasaran produk pertanian, pembangunan rumah cepat dan kuat, pengentasan buta aksara, serta usaha kecil menengah. “Bupati Malang Rendra Kresna akhir Maret lalu sempat meresmikan rumah hasil rehabilitasi tim KKN UMM kerjasama dengan Kemensos di Desa Jambesari Kecamatan Poncokusumo. Program ini akan berlangsung secara berkelanjutan dalam KKN, terutama untuk program Kube hingga mereka siap mandiri,” tutur Sujono. (zul/nas)

Keindahan UMM Tak Hanya di Brosur

SEBANYAK 45 siswa-siswi dan 5 guru pendamping dari SMAN 1 Donorejo Jepara melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Malang Muhammadiyah Malang (4/5). Rombongan diterima tim Humas di Aula Masjid AR Fachruddin. Dalam sambutannya, wakil kepala sekolah SMAN 1 Donorejo, Rusmadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari agenda sekolah untuk melakukan orientasi kampus. Baginya, para murid harus melihat realitas perguruan tinggi yang sesungguhnya, tidak hanya melalui brosur. “Brosur UMM itu nyata, bukan rekayasa. UMM itu indah, menginspirasi, kreatif dan membanggakan,” ungkapnya mantap. Selepas presentasi kampus serta penayangan film pendek dan profil UMM, salah seorang siswi, Rina, mengaku termotivasi untuk bisa menjadi bagian dari keluarga besar Jas Merah Kampus Putih UMM. “Ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi ini. Sebelumnya, rombongan telah berwisata ke salah satu unit bisnis UMM, Taman Sengkaling UMM. Selanjutnya, rombongan melakukan studi wisata dengan berjalan dan berfoto di sekitar area kampus UMM. (roh/han)