Dua Kemenangan Debat Konstitusi Mahasiswa FH UMM

SATU lagi prestasi terukir dari mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Maulana Malik Ibrohim, Fitriani Kasiani, Gurnita Ning Kusumawati dan Febriansyah Ramadhan berhasil menjadi juara pertama di dua kompetisi debat bergengsi dalam waktu nyaris bersamaan. Prestasi ini mengulang perolehan yang sama beberapa waktu lalu. Kompetisi pertama yang berhasil mereka juarai adalah kompetisi debat konstitusi antar mahasiswa FH Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), 2-5 Mei lalu. Dalam komptesi ini delegasi dari FH UMM berhasil mengalahkan 10 delegasi PTM lainnya dan merebut piala bergilir ‘Ki Bagus Hadikusumo’. Selang waktu beberapa hari kemudian, tepatnya 10-12 Mei mereka harus kembali mengikuti kompetisi debat konstitusi mahasiswa antar perguruan tinggi baik negeri maupun swasta se-Indonesia tingkat regional Timur yang diselenggarakan di Universitas Mataram. Dalam kompetisi yang diikuti 24 perguruan tinggi di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua, UMM juga berhasil meraih juara pertama. Ketua tim debat FH UMM, Fitriani Kasiani mengatakan merasa sangat bersyukur bisa merebut juara pertama di kompetisi-kompetisi tersebut. Menurutnya banyak kompetitor dari perguruan tinggi ternama lainnya yang terlihat sangat siap. “Sebenarnya target kami itu hanya masuk delapan besar saja, karena sampai situ saja kita sudah berhak melaju ke tingkat nasional, tapi ternyata malah kita bisa juara pertama dan mengalahkan saingan yang kami anggap berat seperti Universitas Airlangga,” ujar mahasiswa yang kini duduk di semester delapan ini. Mahasiswi yang akrab disapa Fitri ini mengungkapkan banyak tantangan yang harus dihadapi tim selama masa persiapan sejak Maret lalu. Mulai dari materi lomba, fisik hingga mental. Namun karena komunikasi yang baik ia dan timnya bisa melewati semua tantangan itu. “Kami terus saling memberi motivasi dan semangat satu sama lain agar tetap kuat,” imbuhnya. Sementara itu, Febriansyah Ramadhan salah satu anggota tim yang bertugas mencari materi yang akan dibawakan oleh para debator mengungkapkan strategi untuk menghadapi kompetisi. Di balik performa apik dari para debator peran tim riset sangat penting. “Kami mencari rujukan materi tidak hanya dari buku bacaan anak-anak S1, tapi S2 hingga S3 juga kami telaah,” jelasnya. Selain itu, Febriansyah menambahkan, kesuksesan timnya juga karena pembagian materi yang telah diriset sebelumnya benar-benar diperhatikan. “Kami olah materi sedetail dan sejelas mungkin kemudian dibagi sesuai peran dan kapasitas anggota tim,” paparnya. Gurnita Ning Kusumawati, sebagai anggota termuda di tim memberikan motivasi kepada mahasiswa FH UMM yang ingin mengikuti kompetisi serupa. Menurutnya banyak mahasiswa FH UMM yang memiliki kualitas untuk bisa mengikuti berbagai jenis kejuaraan bidang hukum namun tidak memiliki keberanian untuk mencoba. “Justru dengan ikut kompetisi itulah mental kita akan terlatih,” kata mahasiswa semester empat ini. Di sisi lain, Dekan FH UMM, Dr. Sulardi , SH, M.Si mengatakan FH UMM akan terus mendorong mahasiswanya untuk siap berkompetisi. Caranya dengan membentuk kelompok-kelompok studi. “Kita akan terus latih agar para mahasiswa agar tradisi juara bisa kita teruskan,” ungkapnya. Selain dari universitas, lanjut Sulardi, FH UMM juga akan memberikan apresiasi bagi mahasiswanya yang berhasil meraih prestasi salah satunya ketika proses pembuatan skripsi “Bisa saja proses skripsinya akan dipermudah, karena sangat memungkinkan materi yang mereka garap bisa dijadikan makalah skripsi yang sangat bagus,” pungkasnya. (gas/nas)

Kunjungi LUT Polandia, UMM Mantapkan Kemitraan Akademik

Rombongan tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terdiri dari 15 orang Doktor dan Peneliti Utama dari berbagai bidang keahlian melakukan lawatan akademik sepekan ke beberapa negara Eropa mulai Senin (16/5). Empat negara di Eropa yang dikunjungi adalah Polandia, Belanda, Belgia dan Perancis. Ketua rombongan, Ilyas Masudin, ST, MSc, PhD, mengatakan kunjungan pertama dilakukan di Lublin University of Technology (LUT), Polandia. Di kampus ini UMM menjajaki berbagai kerjasama yang bisa dilakukan antara kedua pihak. “Komunikasi awal sudah kami lakukan sehingga hari ini tinggal mengkongkritkan saja,” katanya. Deputy Rector  for Scientific Affairs LUT, Marzenna Dudzinska, PhD, D.Sc dan direktur International student exchange and project possibilities LUT, Dr. Julia Kubai MA, menyambut hangat rombongan UMM. Dalam sebuah forum santai dan terbuka kedua pihak membicarakan langkah-langkah ke depan yang bisa diambil segera. “Kedua belah pihak bertukar informasi penting terkait posisi dan keunggulan masing-masing. LUT menawarkan sebuah project student exchange untuk all degree dan staff mobility baik admin maupun academics internship yang rencananya akan dibuka mulai tahun depan,” papar Ilyas. Di LUT, rombongan UMM juga diajak berkunjung ke School of Engineering untuk mendiskusikan peluang research collaboration. Ilyas menambahkan, untuk penelitian ini yang bisa dilakukan bersama adalah bidang-bidang mechanical, electrical and industrial & production engineering. “UMM dengan potensi sumber daya peneliti yang cukup mumpuni saya rasa sangat siap  untuk  melakukan kerja sama dalam joint reseach dan visiting lecturer,” tegas Kepala Prodi Teknik Industri UMM ini yakin. Acara ini  diakhiri dengan farewell party dan makan bersama dengan Rektor LUT Prof. Piotr Kacejko, PhD. D.Sc (ily/nas)