Komunikasi UMM Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Media Sosial

LABORATORIUM Prodi Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Social Media Festival di Auditorium UMM, Jumat (20/5). Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dihelat Ilmu Komunikasi UMM dalam rangka ultahnya yang ke-30. Dalam acara bertajuk “Society Now” ini hadir sebagai pembicara Account Executive SMB East Java Smartfrend Wiwit, Mulia; Founder Acara Media Network, Diva; Kontributor Trans TV, Abdul Malik; serta Pendiri Erigo Store Putra, Agung dan Dimas Agung. Mereka berbagi pengalaman pada ratusan mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut. Ketua Pelaksana Festival, Maharina Novia Zahro mengatakan acara ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya mahasiswa bagaimana seharusnya menggunakan media sosial. “Banyak sekali masyarakat dari berbagai kalangan saat ini telah memiliki berbagai sosial media tapi masih banyak yang belum tahu bagaimana menggunakannya dengan bijak,” jelasnya. Mahasiswi yang akrab disapa Rina ini menambahkan, banyak masyarakat yang saat ini menggunakan media sosial hanya untuk memposting status dan gambar untuk sekedar eksis dan narsis saja. Bahkan menurutnya lewat postingannya tersebut terkadang sering menimbulkan permasalahan. “Media sosial memiliki kegunaan dan kekuatan yang luar biasa, makanya kita harus manfaatkannya untuk kepentingan yang lebih besar seperti bisnis atau kegiatan sosial,” paparnya. Sementara itu, Dekan FISIP, Asep Nurjaman yang secara resmi membuka acara ini juga menegaskan agar mahasiswa Komunikasi UMM bisa menjadi agen of change dalam pengunaan media sosial. “Mulai dari diri sendiri, media sosial harus bisa jadi sesuatu yang lebih bernilai dan menghasilkan sesuatu untuk hidup kita,” terangnya. Asep juga mengingatkan kepada mahasiswa agar berhati-hati dalam menggunakan segala jenis media sosial. “Apa yang kita posting di media sosial sangat cepat tersebar ke berbagai lini massa, makanya harus hati-hati apalagi sudah ada undang-undang yang mengatur tentang penyebaran informasi di media sosial,” ujarnya. Acara Social Media Festival ini juga akan dilanjutkan pada Senin (23/5) mendatang di depan Gedung Student Center (SC). Nantinya, acara yang diselenggarakan di luar ruangan ini akan menampilkan 157 karya praktikum mahasiswa Ikom dari tiga konsentrasi yaitu Audio Visual, Public Relation dan Jurnalistik. Ada 56 karya praktikum Audio Visual, 82 karya praktikum Public Relation dan 19 karya praktikum Jurnalistik. Selain itu pengunjung yang hadir juga akan diperkenalkan 17 orang pemilik akun media sosial terpopuler di Kota Malang. Sebagai hiburan, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai penampilan menarik seperti dari Ocarinesia, Depapepe, 4wheels, FISIP Dance dan masih banyak lainnya. Sebelumnya, dalam ultah yang bertajuk “Tiga Dekade Tiga Dedikasi” prodi Ikom telah menggelar berbagai kegiatan seperti kuliah tamu pemanfaatan media dalam kampanye politik dan roadshow kompetisi film dokumenter Eagle Award. Pada Senin (23/5) mendatang ultah akan semakin meriah karena ada Kaskus Goes To Campus. Dalam acara talkshow yang bertajuk “SUNDUL GAN” tersebut akan dihadiri oleh CEO Kaskus Dean Lawadinata, Founder Kaskus Andrew Darwis, Sutradara film “SUNDUL GAN” Naya Anindita, dan yang paling dinanti adalah meet and great dengan aktor tampan Dion Wiyoko dan Albert Halim. Puncak acara ultah akan dilangsungkan pada Selasa (24/5) mendatang dalam bentuk Awarding Night. Dalam acara yang digelar di salah satu unit bisnis milik UMM yakni Taman Sengkaling UMM ini merupakan pemberian penghargaan kepada para pengkarya praktikum terbaik di setiap bidangnya. Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi, Jamroji, M.Comm mengungkapkan perlu adanya wadah apresiasi bagi mahasiswa agar terus mengembangkan bidang keilmuan yang mereka ambil. “Melalui festifal ini kami ingin menghargai semua karya yang mereka buat agar memiliki kebanggaan, keyakinan, evaluasi dan motivasi untuk berkarya lebih baik lagi kedepannya,” paparnya. Sementara itu, Kepala Prodi Ilmu Komunikasi UMM, Sugeng Winarno menerangkan rangkaian kegiatan ultah ini selalu diisi dengan acara yang bersifat kreatif dan rekreatif. “Semuanya dirangkai untuk lebih menguatkan branding Komunikasi UMM sebagai prodi yang kreatif dan peduli terhadap literasi media,” ungkap Sugeng. (gas/han)

HI UMM Kampanye Pelucutan Senjata Nuklir

UNTUK meningkatkan kesadaran mengenai bahaya senjata nuklir serta meminimalisir senjata nuklir di Indonesia, Hubungan Internasional (HI) UMM mengadakan rangkaian kegiatan public lecture, launching dan aksi damai dalam rangka Kampanye Global Pelucutan Senjata Nuklir. Rangkaian kegiatan pertama, yaitu public lecture berlangsung Jumat (20/5) di Auditorium UMM. Mengangkat tema “Menuju Dunia Bebas Senjata Nuklir”, Guru Besar HI Universitas Gadjah Mada, Muhadi Sugiono memaparkan ironi senjata nuklir dalam politik global. Dikatakan Muhadi, dunia bebas nuklir adalah aspirasi PBB sejak awal didirikan pada 1945. Saat itu, lebih dari 16.000 buah senjata nuklir di dunia berstatus legal. Namun, kata Muhadi, dalam konteks global terjadi berbagai hal yang membuat upaya pelucutan senjata nuklir gagal, di antaranya kegagalan perundingan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet (saat itu bernama Rusia). Menurut Muhadi, penyelenggaraan pelucutan senjata nyatanya menganggap nuklir sebagai senjata bagi perdamaian. Pembahasan tentang senjata nuklir, kata Muhadi, hanya dalam kerangka keamanan negara-negara pemilik senjata nuklir. Selain itu, kebijakan negara tentang perlucutan senjata pun dinilai tidak konsisten. “Perubahan wacana tentang perlucutan senjata tidak hanya menjadi inisiatif kemanusiaan. Diplomasi pelucutan senjata berpusat pada diplomasi antar negara dan memiliki target yang sangat jelas, yaitu perjanjian legal melarang senjata nuklir,” papar Muhadi. Dalam rangkaian acara tersebut, Muhadi Sugiono menampilkan video kampanye anti-nuklir yang dilakukan oleh Internasional Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN). Video berisi kegiatan kampanye, forum kuliah umum dan berbagai kegiatan untuk mendukung kampanye pelucutan senjata nuklir di Indonesia. Setelah acara ini, Muhadi berharap, masyarakat khususnya mahasiswa turut berperan dan berkontribusi melakukan transformasi kemanusiaan. “Saya mengajak masyarakat khususnya mahasiswa melakukan dan meningkatkan peran dan kontribusinya untuk Indonesia dalam menolak senjata nuklir.” Selain kuliah umum, wakil ketua panitia Alhamdu Ramadhan mengatakan, pada hari yang sama juga diadakan teatrikal nuklirman serta penandatanganan keikutsertaan dalam kegiatan pelucutan senjata. “Tidak hanya kuliah umum saja, nanti di sesi akhir juga ada pertunjukan teatrikal dari nuklirman serta tanda tangan seluruh peserta yang hadir untuk memberi bukti telah berpartisipasi dalam kampanye global pelucutan senjata nuklir di UMM”, ungkapnya saat acara berlangsung. (roh/han)