Wisudawan Terbaik Akui dapat Bonus Pergaulan Internasional dari UMM

Bagi Meilia Puspita Sari, UMM adalah rumah keduanya. Bagaimana tidak, selama kuliah, lulusan terbaik ini lebih banyak menghabiskan waktunya di kampus daripada pulang ke kos. Aktivitasnya yang seabrek cukup untuk mengisi waktu untuk hal yang lebih produktif. “Di UMM ini saya dapat bonus. Selain lulus cepat dengan nilai sangat memuaskan, juga pengalaman pergaulan internasional,” cetus lulusan Ilmu Komunikasi peraih IPK 3,96 ini. Putri dari pasangan H. Sausa Choiri dan Hj. Sutriwin asal Mojokerto ini pertama kali aktif di organisasi kepemudaan internasional bernama AIESEC. Di kegiatan inilah, Meilia mulai mengenal dunia internasional. “Saya ikut berbagai proyek AIESEC bersama dengan mahasiswa asing baik yang dari UMM maupun mahasiswa anggota AIESEC dari negara lain,” ujar lulusan dari program studi Ilmu Komunikasi ini. Keaktifannya di AIESEC, mengantarkan Meilia sampai pada posisi Vice President of Marketing Communication AIESEC UMM. Diposisi ini, ia punya tanggungjawab mencetak pemimpin-pemimpin baru dan bertugas memperkenalkan AIESEC UMM kepada mahasiswa dan masyarakat. “Sesuai dengan motto AIESEC kanEmpowering young people for Peace and the Fulfilment of Humankind’s Potential.Jadi sudah tugas saya juga memaksimalkan potensi-potensi pemuda agar mampu berguna bagi dirinya dan sekitarnya,” kata Mei, sapaan akrabnya. Selain AIESEC, pengalaman internasional lainnya yakni saat bersama sembilan mahasiswa UMM lainnya terpilih mendapatkan beasiswa dari Temasek Foundation, Singapura, Mei 2015 lalu. Ia masuk sepuluh mahasiswa yang terpilih berangkat ke Singapura. “Di Singapura, kita diajarkan bagaimana respek terhadap orang lain. Itu yang ingin saya terapkan di sekitar saya, bagaimana agar menghargai satu sama lain,” tutur Mei. Tak hanya itu, Mei juga pernah menjadi pendamping dalam kegiatan Indonesian Girl Leading Our World yang diadakan oleh Peace Corps Amerika Serikat. Bersama dengan mahasiswa lain di Malang baik S1 dan S2, ia mendampingi beberapa volunteer dari Amerika Serikat untuk mengabdi di SMAN 1 Pagak pada awal Januari 2016 lalu. Meilia merupakan satu dari sekian banyak mahasiswa UMM yang membuktikan jika pengalaman Internasional yang dimilikinya tidak mengganggu aktivitas akademiknya. “Jangan pernah menyerah dengan apa yang kamu impikan. Lebih baik mencoba lalu gagal daripada tidak mencoba sama sekali. Karena saya percaya, dari 99 persen kegagalan, ada 1 persen kemungkinan keberhasilan,” pungkasnya. (zul/nas)
Orasi di Wisuda UMM, Kapolri: Manfaatkan Era Digital Native

KEHADIRAN Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Badrodin Haiti di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin memperkuat relasi ideologis dengan persyarikatan Muhammadiyah. Sebagaimana dikatakan Rektor UMM, Fauzan, Badrodin memiliki hubungan khusus dengan Muhammadiyah karena merupakan putra ulama Muhammadiyah di Jember, Ahmad Haiti. Lawatan Kapolri ke UMM dalam rangka memberi orasi ilmiah di hadapan 1.337 lulusan pada wisuda ke-80 periode 2 tahun 2016, yang berlangsung di Hall UMM Dome, Sabtu (28/5). Selepas orasi, Jenderal Badrodin dikukuhkan sebagai keluarga kehormatan UMM melalui penyematan jas almamater oleh Ketua Badan Pembina UMM, Prof Abdul Malik Fadjar. Badrodin mengakui, UMM telah sukses menjadi kampus unggulan yang disegani secara nasional. “Sebagai kampus swasta, termasuk yang maju pesat. Harus dijaga terus agar tetap menjadi kebanggaan semuanya,” tandasnya. Ia lantas berpesan pada lulusan UMM agar memiliki wawasan yang luas dalam memahami keanekaragaman dan mampu beradaptasi terhadap perubahan situasi sosial. “Kritis itu penting, tapi juga harus mampu memilah informasi yang kita terima,” ujar pria kelahiran Jember ini. Untuk itu, Badrodin mengajak wisudawan untuk bisa berkreasi dan berinovasi di era media sosial. Ia menyebut masyarakat saat ini, khususnya kalangan muda sebagai digital native di mana seluruh elemen hidupnya bersentuhan langsung dengan teknologi. “Masyarakat ini menggeser pre digital age, yakni masyarakat yang hampir sama sekali tidak mengenal teknologi, serta digital immigrant, yakni masyarakat peralihan yang separuh usianya hidup dalam perkembangan teknologi dan mengikutinya,” paparnya. Ia berharap, era ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kalangan akademisi dengan cara-cara yang positif. Di Indonesia, Badrodin mengungkap, belakangan ini marak bermunculan efek negatif sosial media dalam betuk kejahatan digital atau cyber crime. “Sekarang media sosial sudah mengalahkan televisi dan koran. Masyarakat beralih mendapatkan berita dari portal-portal online. Konten yang dimuat sangat variatif, sedangkan validitasnya juga beragam. Hal ini bisa mengundang kejahatan di dunia maya,” jelasnya. Kapolri berharap, masyarakat memiliki kontrol pribadi yang kuat atas semua informasi yang tersedia. Gelaran wisuda kali ini juga ditandai dengan penandatanganan naskah kerjasama (MoU) dengan tiga pihak serta penyerahan secara simbolis piala penghargaan Anugerah Kampus Unggulan (AKU) oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII Prof Suprapto, yang menandai UMM sebagai kampus swasta terbaik di Jawa Timur. UMM selalu meraih piala AKU selama sembilan tahun beruntun, yaitu sejak dirilis pada 2008 hingga 2016. Sementara itu penandatanganan MoU dilakukan UMM dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk program Education USA, Konsul Jenderal China untuk pendirian China Corner di UMM, serta Komandan Lanud Abdurrahman Saleh untuk pengembangan tanaman herbal. “Penandatanganan ini menandai perluasan dan penguatan kemitraan UMM dengan berbagai pihak. Sebelum ini, kita baru saja menjalin kerjasama dengan Kyungdong University Korea, mendirikan UMM Corner di Thailand, menjajaki riset bersama dengan Polandia, dan perluasan kerjasama dengan Uni Eropa,” terang Fauzan. Sedangkan dengan pihak dalam negeri, kerjasama juga dijalin erat dengan beberapa Pemda, perusahaan swasta, asosiasi-asosiasi, serta kampus-kampus lain. Fauzan optimis melalui kerjasama ini UMM akan menjadi kampus yang memiliki jaringan luas di tingkat global. “Kita harus menjadi aktor globalisasi, jangan menjadi obyeknya saja,” tuturnya. (ich/han)