UKM FOCUS Gelar Pameran Foto Pemula

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi, FOCUS kembali menggelar pameran foto. Acara yang diadakan di salahsatu Gazebo Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memamerkan 40 karya fotografi karya anggota muda FOCUS. Dengan tema “Kontradiksi”, para fotografer muda ini menunjukkan kemampuannya dalam seni fotografi. Pembina UKM FOCUS, Nasrullah MSi mengatakan dalam sambutannya agar para anggota FOCUS ini mampu mengekspresikan karya-karya fotografinya dengan baik. “Saya meminta nanti dibuatkan program agar seluruh karya-karya anggota ini dikampanyekan baik di media sosial maupun media-media lain agar bisa mendapatkan kritik ataupun saran dari orang lain supaya karya fotografinya lebih berkualitas,” ujarnya. Senada, Ketua Umum FOCUS, Brian Antonov mengatakan belajar dari kesalahan yang terdahulu itu penting bagi seorang fotografer. “Untuk itu, dengan adanya pameran ini dapat memberikan masukan-masukan dari berbagai pihak agar karya-karya berikutnya lebih baik dari sebelumnya,” kata mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM. Rencananya, pameran foto ini akan diadakan selama tiga hari mulai Kamis (2/6) hingga Sabtu (4/6). (zul)

Kaprodi Komunikasi UMM Terpilih Ketua Aspikom Jatim

KETUA Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sugeng Winarno, MA, terpilih sebagai ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Komunikasi (Aspikom) wilayah Jawa Timur. Sugeng terpilih dengan suara terbanyak melalui voting dalam Musyawarah Wilayah Aspikom Jawa Timur yang berlangsung di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi AWS Surabaya, Rabu (1/5). Muswil yang dipimpin Ketua Aspikom Jatim periode 2007-2015, Dr. Prilani, MSi berlangsung gayeng. Sejumlah 24 kampus penyelenggara pendidikan tinggi komunikasi ikut ambil bagian di acara itu. “Aspikom ini lebih merupakan wadah paguyuban untuk para penyelenggara pendidikan tinggi komunikasi daripada sebuah organisasi profesi atau keilmuan,” kata Prilani tentang suasana guyub Muswil. Dalam menentukan calon ketua, Muswil menyepakati agar seluruh Prodi Komunikasi yang terakreditasi A dicalonkan. Di Jawa Timur, Jurusan Komunikasi yang terakreditasi A adalah UMM, Universitas Airlangga, UPN Veteran Surabaya, dan Universitas Kristen Petra Surabaya. Oleh karena Ketua Jurusan Komunikasi Unair tidak hadir, hanya tiga nama yang akhrinya disepakati dipilih secara voting. Mereka adalah Sugeng Winarno, MA (UMM) yang meraih 12 suara, Dr Ido Prijana Hadi, MSi (UK Petra) dengan 9 suara dan Dr Yudiana Indriastuti, MSi (UPN Surabaya) dengan 3 suara. Sebagai ketua terpilih, Sugeng diberi amanah untuk membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan periode 2016-2019. Sedangkan sekretariatan diusulkan dari berbagai kampus, seperti UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan UMM. Menanggapi terpilihnya sebagai ketua, Sugeng tak menyangka. “Sejak kecil tidak pernah bercita-cita jadi ketua Aspikom. Tetapi karena semangat teman-teman yang luar biasa, saya tidak kuasa menolaknya. Bismillah, mohon dukungan semua pihak agar Aspikom Jawa Timur ini lebih maju lagi,” katanya. Dalam brainstorming program yang sudah diusulkan oleh setiap kampus terungkap prioritas kerja Aspikom periode mendatang antara lain soal akreditasi, kurikulum, penerbitan jurnal dan memperkuat jaringan. “Ini akan menjadi perhatian kepengurusan mendatang. Yang penting saya berharap tetap kompak,” tutur Sugeng. Sementara itu, Muswil Aspikom Jawa Timur juga menjadi ajang reuni kecil bagi para alumni UMM. Ada beberapa pengurus prodi Komunikasi ternyata adalah alumni UMM, seperti Fatihatul lailiyah dari Universitas Islam Mojopahit Mojokerto, Awang Darmawan dari Unesa, Carmia Diahloka dari Unitri Malang,  Imam Sofyan dari Untirta, Ratna Puspitasari dari Stikom AWS dan Ninuk Riswandari dari Universitas Yudharta Pandaan. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk saling berbagi pengalaman terutama dalam mengembangkan prodinya masing-masing. (nas)

Abusalman Kulem, Mahasiswa Thailand yang Ingin Jadi Pemain Arema

MENJADI bintang dalam pertandingan final Rector Cup 2016 cabang sepakbola menjadi kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa UMM asal Thailand, Abusalman Kulem. Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional yang akrab dipanggil Abu ini mencetak gol penentu via tendangan bebas yang membuat tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berhasil menang atas tim Fakultas Agama Islam (FAI) dengan skor 3-2. Tak heran, Abu memang telah memiliki pengalaman bermain bola sejak SMA di Darul Maarif School Satun, Thailand Selatan. Di sekolahnya, ia menjadi kapten tim sekaligus spesialis penendang set piece, baik tendangan bebas, tendangan pojok maupun pinalti. Posisi favoritnya adalah second striker, sekalipun ia juga kadang bermain sebagai winger maupun playmaker. Karena skill­-nya memainkan si kulit bundar, Abu pernah tergabung dengan tim Satun United Junior pada 2011. Saat itu tim yang diikutinya menjadi juara di Nopokho Cup, kompetisi sepokbola junior di Thailand Selatan. Ia bahkan ikut bertanding saat timnya berhadapan dengan tim papan atas Thailand, Chonburi FC. Di UMM, selain menjadi bagian penting dalam tim sepakbola FISIP, Abu juga beberapa kali dipanggil untuk memperkuat tim sepakbola UMM, atau UMM FC. Termasuk, saat UMM berlatih tanding dengan Arema pada Desember 2014. “Saya ini Aremania. Saya sebenarnya ingin jadi pemain Arema, tapi tidak tahu caranya,” tuturnya. Namun, ia menyadari bahwa tugas utamanya di UMM adalah kuliah. Terlebih, Abu adalah salah satu penerima beasiswa belajar dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. “Sekitar 80 persen warga di daerah saya (Satun) beragama Islam. Jadi saya merasa beruntung bisa kuliah di sini, apalagi saya dapat beasiswa. Saya benar-benar berterima kasih pada UMM,” akunya. Beasiswa yang didapat Abu bermula saat sejumlah pimpinan Southern Border Provinces Administrative Center (SBPAC) Thailand dan Konsulat Jenderal Indonesia di Songkhla Thailand mengunjungi sekolahnya, Darul Maarif School, pada 2012. SBPAC mewakili PP Muhammadiyah menyeleksi para siswa Muslim yang tertarik kuliah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Indonesia. Abu lantas ikut seleksi dan lolos menjadi mahasiswa UMM angkatan 2013 sekalipun sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia dan Melayu. Karena itulah, sembari kuliah di HI, Abu juga belajar Bahasa Indonesia di unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Abu mengaku terharu dengan kepedulian teman-temannya di UMM yang sangat peduli membantunya beradaptasi. Rencananya, selepas lulus dari UMM pada 2017 Abu berencana bekerja di bidang ekspor impor batik. “Tapi, sebelum bekerja saya ingin keliling Indonesia dan dunia terlabih dahulu. Itu juga akan mempermudah saya dalam berbisnis batik nantinya,” papar Abu. (nov/han)