Tilawah, Kajian Quran dan Solat Dhuhur Berjamaah di Fikes UMM

Ada yang berbeda di kampus II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama bulan Ramadhan ini. Setiap pukul 11.00 hingga 12.30, seluruh kegiatan adminsitratif dan pengajaran dihentikan. Seluruh dosen dan pegawai Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) mengikuti kegiatan bersama di masjid Ad-Dakwah UMM. Dekan Fikes, Yoyok Bekti Prasetyo, mengatakan bulan Ramadhan adalah bulan pembentukan atau pendidikan. Oleh karenanya dengan kebiasaan baru ini diharapkan dapat meningkatkan budaya relijius pegawai dan mahasiswa Fikes. “Kita namai ini dengan 90 minutes enjoy with Allah and Alquran, dengan tujuan agar selama waktu itu kita benar-benar break dan mendekatkan diri pada Allah,” kata Yoyok. Selama break berlangsung di masjid Ad-Dakwah, kegiatan yang dilakukan adalah tadarus Quran atau tilawah sambil menunggu waktu dhuhur. Setelah solat berjamaah dilanjutkan dengan kajian Islam. Yotok berharap Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi istimewa. “Sesunguhnya Allah ta’ala mengkhususkan bulan Ramadhan dari pada bulan bulan yang lain dengan keistemewaannya. Kegiatan ini dilaksanakan sengaja mengambil waktu khusus selama 90 menit selain dalam rangka siar ramadhan tapi yg lebih penting menghadirkan budaya lembaga, corporate culture dalam aktivitas sehari hari menjadi bagian dari UMM. Semoga ramadhan tahun ini lebih baik,” tutur Yoyok. (nas)
Juarai KRI, UMM Siap Ikuti Kontes Robot Dunia di AS

MAHASISWA Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih prestasi gemilang. Setelah awal tahun ini memenangi Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KGBI), kali ini mereka juga menjawarai Kontes Robot Indonesia (KRI). Dengan demikian, tahun ini UMM berhasil menggondol dua kejuaraan paling bergengsi di bawah Kementerian Ristek Dikti untuk mahasiswa Teknik itu. Dalam final KRI di Supermall Pakuwon Indah Surabaya dengan panitia dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), 1-4 Juni lalu, tim robotika UMM mengunggulkan robot berkaki yang diberi nama Dome, mirip nama gedung pertunjukan milik UMM. Tim yang terdiri dari Imam Fatoni, Salis Muchtar, dan tim mekanik Abdul Haris Ardian di bawah dosen pembimbing Ir. M. Irfan, MT, ini meraih sukses menjuarai kategori paling diunggulkan dalam KRI, yakni Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe berkaki. Posisi puncak ini mengalahkan dominasi Uniersitas Gajah Mada (UGM), PENS dan Universitas negeri Surabaya (Unesa), masing-masing pada posisi kedua, ketiga dan keempat. Irfan mengakui pada kompetisi tingkat nasional ini persaingan terjadi sangat ketat. Pada tingkat regional, UMM sempat berada di posisi kedua di bawah PENS. Dome harus bersaing dengan robot milik tuan rumah PENS, UGM, ITS dan Universitas Indonesia (UI), . “Persaingannya begitu mendebarkan karena selisih waktu dan ketepatannya begitu tipis. Tapi alhamdulillah berkat kesungguh-sungguhan tim dan doa seluruh keluarga besar UMM kita menang,” ungkapnya. Ditambahkan Irfan, robot Dome adalah katagori robot berkaki. Pada kompetisi tingkat regional 4 yang diikuti PTN dan PTS wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, yang berlangsung Mei lalu, Dome hanya menduduki peringkat 3. “Hasil itu menjadi evaluasi kita untuk meningkatkan performa dengan merombak total robot Dome terutama pada motor dan kaki-kakinya,” terangnya. Saat lomba, robot diberi kesempatan tiga kali. Pada kesempatan pertama robot Dome berhasil menduduki peringkat 1. Namun pada kesempatan kedua, Dome turun ke peringkat 2. “Pada kesempatan terakhir berkat stategi yang jitu dari tim maka robot Dome tidak memberi kesempatan lagi pada lawan-lawannya sehingga menjadi champion,” tutur Irfan. Rektor UMM, Drs. Fauzan, MPd, mengaku bangga dengan pencapaian prestasi ini. Kedua prestasi membanggakan itu diraihnya setelah belajar banyak dari pengalaman mengikuti kontes di berbagai kampus serta dua kali menjadi tuan rumah, baik untuk KRI maupun KGBI. “Menjadi tuan rumah itu melelahkan, tetapi harus kita akui ternyata banyak memberi pelajaran terutama memupuk mental juara bagi anak-anak kami,” tutur Fauzan. Melalui gelar juara ini, UMM berhak mewakili Indonesia maju ke kontes tingkat dunia dalam Internasional Robotics Competitions 2017 di Trinity College Connecticut Amerika Serikat. “Tentu saja kita siap ke tingkat dunia. Masih ada waktu untuk menyiapkan performa robot secara maksimal. Semoga pemerintah akan terus mendukung tim kami ini,” harap Fauzan. KRI merupakan kegiatan kontes bidang robotika yang dapat diikuti tim mahasiswa dari institusi atau Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Pada KRI terdapat 5 (lima) divisi, yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe beroda, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe berkaki, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI). KRI 2016 diselenggarakan dalam 4 Wilayah Tingkat Regional, yang mencakup Regional 1 Meliputi Wilayah Sumatera dan sekitarnya; Regional 2 meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan sekitarnya; Regional 3 meliputi Wilayah Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya; Regional 4 meliputi Jawa Timur dan sekitarnya. (nas)