UMM-Kemenristek Dikti Sosialisasikan E-Journal

KEMENTERIAN Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) kembali mempercayakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai penyelenggara sosialisasi pemanfaatan jurnal elektronik (E-Journal). Acara yang diselenggarakan di Auditorium UMM, Senin (20/6) ini dihadiri 20 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Malang. Kepala Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM, Prof Dr Sujono MKes mengatakan, UMM sudah kali keempat selama 2016 ini bekerjasama dengan Kemenristek Dikti terkait sosialisasi jurnal elektronik. “Sosialisasi ini penting agar jurnal-jurnal yang dimiliki universitas juga dapat terakreditasi secara nasional bahkan internasional,”ujar Sujono. Saat ini, UMM sudah mempunyai 42 jurnal yang dikelola oleh masing-masing fakultas maupun program studi. DPPM, kata Sujono akan melakukan pendampingan ke beberapa jurnal yang dinilai siap untuk dielektronikkan. “Ada 6 jurnal yang siap, yakni dari Ekonomi dan Teknik masing-masing dua jurnal, kemudian Kesehatan dan FISIP,” ungkap Sujono. Sementara Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin MSi mengatakan UMM akan membentuk lembaga tersendiri untuk mengelola jurnal-jurnal yang dimiliki oleh universitas. “Karena salahsatu penilaian agar jurnal kita terakreditasi harus dikelola dengan baik, sehingga keberadaan lembaga ini penting untuk meningkatkan nilai publisitas jurnal kita,” katanya. Salahsatu tim pakar dari Kemenristek Dikti yang menjadi pemateri sosialisasi, Dripa Sjabana mengatakan saat ini ada lebih dari 35ribu jurnal yang ada di Indonesia. Namun hanya sedikit saja yang terakreditasi secara internasional. “Ini karena alat ukur lembaga pengindeks jurnal di luar negeri sana tidak bisa mengukur jurnal kita sehingga ribuan jurnal kita tidak terindeks,” katanya. Padahal kualitas, kuantitas, dan kebermanfaatan jurnal-jurnal Indonesia cukup besar jika dibandingkan Malaysia. “Ini yang kita coba perbaiki, kita coba sesuaikan standar jurnal kita sehingga jurnal-jurnal dari Indonesia baik kualitasnya dan terindeks di jurnal internasional,” ujar Dripa. Saat ini, ungkap Dripa sudah ada 25 jurnal Indonesia yang diakui internasional. Bahkan satu diantaranya merupakan jurnal berbasis agama yang diterjemahkan dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Arab. “Ini membuktikan kalau Indonesia itu bisa kok bersaing dengan negara lain,” katanya optimis. Selain Dripa, tim pakar Kemenristek Dikti yang menjadi narasumber lain yakni Suwitno dan Lukman. (zul/han)
Bocius, Boneka Anti Galau Temuan Mahasiswa UMM
PERNAH galau karena merindukan orang-orang yang kita kasihi? Rasa ini mungkin pernah hinggap hampir di perasaan setiap orang, terutama kaum muda saat ini. Tapi tidak perlu khawatir, beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini telah menciptakan boneka lucu yang bisa mengobati dan menghibur disaat kita merasa ‘galau’. Boneka ini diberi nama ‘Bocius’. ‘Bocius’ merupakan akronim dari boneka tarsius. Boneka ini diciptakan lima mahasiswa UMM, yakni Thomi Dhia, Farida Alisha, Ramadhani Putri Isnaeni, Annisatul Izzah, dan M. Andi Putra. Boneka ini mampu menghasilkan suara berupa ucapan motivasi, semangat maupun kata bijak dari sesorang yang ingin menghibur sahabat, keluarga, pacar atau orang-orang terdekat yang sedang merasakan galau. Anissa menjelaskan, Bocius ciptaannya merupakan hasil kerjasama anggota kelompok yang berlatar dari jurusan psikologi dan teknik elektro UMM. Suara yang dihasilkan Bocius berasal dari rekaman suara yang disimpan disebuah micro sd. Kemudian rekaman tersebut bisa diputar melalui audio player yang telah ditanam dalam perut boneka ini. “Jadi kalo beli langsung, pemesan tinggal mengirimkan suara siapa yang mau ditanamkan, jadi nanti kalau mau memutar suara tinggal pencet berut bonekanya, suara orang-orang yang kita rindukan bisa keluar, ” terangnya. Annisa bercerita, ide membuat Bocius bermula dari kekhawatirannya melihat fenomena penyakit ‘galau’ yang menyerang generasi muda saat ini. Mereka menilai penyakit yang bersumber dari kekacauan pikiran ini bisa berakibat fatal jika tidak segera disembuhkan. “Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tak kenal waktu, efeknya juga dari mulai ngga bisa tidur sampai ada yang mau bunuh diri,” jelas mahasiswa jurusan Psikologi UMM ini. Melihat permasalahan ini sebagai peluang, kemudian Ia bersama keempat rekannya mendaftarkan idenya tersebut dalam kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaaan pada akhir 2015 lalu. Setelah melalui seleksi yang ketat, mereka berhasil mengalahkan ide-ide kreatif lainnya. Kemudian pada Maret 2016, karya mereka berhasil terpilih dan didanai oleh Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk dibiayai pengerjaannya. Bocius berbentuk karakter hewan Tarsius yakni hewan asli Indonesia yang termasuk dalam kategori hewan langka. Hewan nocturnal bermata besar ini juga kurang diperhatikan pemerintah keberadaannya serta kurang dikenal masyarakat di Indonesia. “Lewat karya kami ini, kami juga mau mengedukasi masyarakat kalau Indonesia punya hewan semacam ini,” jelas Annisa. Selain mengurangi kegalauan dengan ucapan penyemangat, Annisa menambahkan, Bocius juga bisa digunakan untuk mengutarakan ungkapan yang tidak bisa disampaikan secara langsung kepada sesorang. “Misalkan permintaan maaf, penolakan terhadap sesuatu atau informasi yang sulit diungkapkan lainnya,” ujarnya sambil tertawa. Ada juga jenis Bocius yang isinya rekaman surat-surat pendek dalam Al-Quran dan Bocius yang mampu mengeluarkan suara perpaduan antara Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Untuk satu buah Bocius dibanderol dengan harga 120.000 rupiah. Ada tiga model yang ditawarkan yakni orange, pink, dan ungu. Selain dipasarkan secara langsung, pemasaran juga dilakukan online melalui toko online, instagram @bociusumm, twitter @BociusUmm dan via blog bociuscare.blogspot.com. “Alhamdulillah sampai saat ini pemesan sudah lumayan banyak, sepuluh persen hasil penjualam ini nantinya kita akan sumbangkan ke yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan konservasi alam,” ujar Annisa. Annisa berharap pembuatan Bocius nantinya tidak hanya membantu orang-orang yang merasa galau, terutama anak muda, namun juga membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. “Mudahan-mudahan bisa melatih jiwa wirausaha kami dan juga kami akan bekerjasama dengan para pengerajin boneka yang ada di Kota Malang untuk proses produksinya,” pungkasnya. (gas/nas)
Gebyar Seni Islami UMM Libatkan Anak Jalanan dan Anak Yatim
DIGELAR di panggung terbuka, di halaman depan Masjid AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), bazar dan gebyar seni Islami yang merupakan bagian dari Syiar Ramadhan 1247 Hijriyah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang mendatanginya. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/6) ini sengaja diadakan di dekat mesjid agar kental dengan nuansa syiar. Sebanyak 148 undangan spesial hadir pada acara ini. Mereka merupakan anak yatim binaan Panti Asuhan (PA) Sunan Giri, PA As-Salam, Yayasan Yatim Mandiri serja anak jalanan binaan Lembaga Perlindungan Anak Kota Malang. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah hiburan di antaranya tari sufi, band akustik Islami, parade puisi dan nasyid, tari aceh, musik hadrah dan marawis, parodi Ramadhan, dan yang paling spesial tentunya performance dari anak jalanan dan anak yatim. “Tak hanya mengundang, kami juga memberikan santunan kepada mereka berupa uang tunai senilai Rp. 7.200,000,-. Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan suci ini,” ungkap salah satu panitia, Muhammad Sri Wahyudi. Ketua Pelaksana Syiar Ramadhan UMM, Gonda Yumitro mengungkapkan, dari segi konsep kegiatan Syiar kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, sekalipun secara makna dakwah tetaplah sama. Rangkaian acara dimulai dengan penampilan musik Islami sebelum maghrib, dilanjutkan buka bersama, shalat tarawih berjamaah. Pentas seni lainnya seperti tari sufi, parade puisi dan nasyid, musik hadrah dan marawis kembali ditampilkan selepas tarawih. “Dalam kegiatan kali ini, kami ingin berbagi kebahagiaan pada sesama, terlebih pada mereka yang kekurangan. Dengan adanya santunan ini, semoga mereka dapat berbahagia dan semangat beribadah di bulan Ramadhan ini. Saya berhadap mereka sadar bahwa mereka tidak hidup sendiri, banyak orang yang masih peduli sehingga mereka dalam tetap bersemangat,” tutur Gonda. Gonda juga mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa memaknai dakwa secara luas, yang di dalamnya dapat menyangkut semua aspek kehidupan, di mana salah satunya yaitu di bidang seni dan budaya. Radiah, mahasiswa FAI UMM yang pengunjung dalam acara ini mengaku sangat terhibur dengan penampilan yang disajikan. “Saya juga tetap melakukan sholat di masjid secara berjamaah sehingga ibadah saya tidak terganggu dan dapat kembali menikmati acara setelah selesai beribadah,” tandasnya. (nov/han)
Bakti Sosial di Ngajum Warnai Syiar Ramadhan UMM

MELANJUTKAN kegiatan syiar di Bulan Ramadhan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan bakti sosial untuk masyarakat Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Sabtu (18/5). Ratusan masyarakat terlihat antusias mengikuti berbagai kegiatan mulai dari pengobatan gratis, bimbingan konseling, pengajian hingga pemberian bantuan sembako. Acara diawali pukul 14.00 dengan pengobatan gratis. Dalam kegiatan ini ratusan masyarakat yang didominasi lansia datang berbodong-bondong mengantri untuk diperiksa. Tim dokter dan perawat yang didatangkan langsung dari RS UMM dan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Nurul Qolbi Fakultas Kedokteran (FK) UMM dengan cekatan melayani setiap masyarakat yang sudah terdaftar sebagai pasien. Di tempat terpisah, tim Bimbingan Konseling (BK) dari Fakultas Psikologi (Fapsi) UMM dengan riang mengajak anak-anak usia sekolah dasar yang ada di Desa Ngajum untuk outbond bersama. Tampak keceriaan di wajah anak-anak menyambut segala jenis permainan yang difasilitasi tim BK UMM. Tim ini juga tak ragu memberikan nasihat kepada orang tua yang menanyakan permasalahan perihal kepengurusan anak. Ketua Kegiatan Bakti Sosial, Dr. med. Tommy A. Nazwar, Sp.BS mengatakan kegiatan ini dilakukan selain untuk membantu masyarakat, juga untuk menjaga jalinan silaturahmi UMM dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat. “Kami memfasilitasi segala kebutuhan dan berkoordinasi dengan PCM untuk menggerakan masyarakat agar ikut kegiatan ini,” ujarnya. Tommy pun merasa senang dan bahagia bisa terlibat langsung dalam kegiatan yang rutin diselenggarakan UMM tiap tahunnya ini. “Alhamdulillah UMM terus bisa berbagi kebaikan dan berkah Ramadhan, semoga bermanfaat bagi kita semua,” ucap pria yang menjabat sebagai wakil direktur RS UMM ini. Sementara itu, Ketua PCM Kecamatan Ngajum, Muhammad Sholeh mengatakan masyarakat menyambut kegiatan bakti sosial ini dengan sangat positif. Ia menerangkan, tidak hanya warga Muhammadiyah saja yang ikut dalam kegiatan ini, namun masyarakat umum juga berbondong-bondong ikut datang. “Selama dua kali kegiatan bakti sosial yang diadakan UMM warga selalu antusias ikut,” ungkapnya. Sholeh berharap, kegiatan ini mampu mempererat tali silaturahmi warga Muhammadiyah dengan masyarakat umum. “Anggota Muhammadiyah Ngajum juga semakin rajin untuk ikut setiap kegiatan yang diadakan,” imbuhnya. Setelah pengobatan gratis, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian bersama warga Desa Ngajum di Masjid Al Mansur PCM Ngajum serta pemberian bantuan berupa 100 paket sembako kepada masyarakat tidak mampu. Salah satu masyatakat yang merasakan manfaat kegiatan ini adalah Sri Yati (52). Ia bisa mendapatkan pengobatan gratis sekalis bantuan sembako untuk mencukupi kebutuhan keluarga. “Alhamdulillah mas, dapet rezeki di bulan puasa, mudah-mudahan sering diadakan kegiatan seperti ini,” ungkapnya. (gas/han)