Lolos Uji, Radiologi RS UMM Raih Sertifikat Hijau

PERANGKAT peralatan radiologi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) dinyatakan sangat aman dari radiasi. Hal ini dipastikan setelah diperiksa kelayakannya oleh Badan Pemeriksa tenaga Nuklir Nasional (Bapeten). Wakil Direktur RS UMM, dr Thantowi Jauhari, M.Kes, menerangkan pemeriksaan berlangsung beberapa waktu lalu. Selain dokumen surat-surat, Bapeten juga menginspeksi langsung prosedur keamanan petugas dan pasien dari risiko radiasi. “Alhamdulillah, hasilnya sudah keluar dan RS UMM memperoleh sertifikasi green. Itu artinya sangat aman dan layak pakai,” kata Tomy panggilan Wadir RS UMM itu. Menurutnya, di Malang tidak semua rumah sakit memperoleh tanda ‘hijau’ ini. Pasien yang akan menggunakan jasa peralatan radiologi bisa melihatnya dari logo yang ditempel di sekitar area peralatan tersebut. Jika ada logo merah itu artinya tidak layak, sedangkan kuning tandanya perlu perbaikan. “Untuk tanda merah peralatan tidak boleh digunakan dan akan mendapatkan sanksi hukum,” terang Tomy. RS UMM menggunakan peralatan radiologi untuk beberapa kegunaan. Antara lain rontgen, CT Scan 64 Slice, Cath Lab jantung dan C Arm. Saat ini penggunaan peralatan tersebut termasuk dapat melayani pasien dari peserta BPJS. Diraihnya sertifikasi hijau dari Bapeten, membuat RS UMM siap bersaing dengan RS lain di Malang dan sekitarnya. Keutamaan pelayanan paripurna yang dimilikinya akan semakin memacu pelayanan yang lebih baik. “Mudah-mudahan sertifikasi ini menambah kepercayaan masyarakat kepada RS UMM,” tegas Tomy. (nas)
Rektor: Puasa Bagi Pemimpin Hakikatnya Konsolidasi Batiniah
REKTOR Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Drs Fauzan MPd berpesan kepada seluruh fungsionaris mahasiswa agar menjadikan puasa sebagai ajang konsolidasi batiniah. Konsolidasi batiniah, menurut rektor adalah menata batin. “Puasa itu bagi pemimpin saatnya mengevaluasi seberapa jauh perilaku yang bersumber dari batin,” ujarnya saat silaturahmi dan buka bersama seluruh fungsionaris mahasiswa di Auditorium Utama UMM, Sabtu (25/6). Dihadapan sekitar 200 fungsionaris tersebut baik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Senat Mahasiswa (SEM) Universitas, BEM Fakultas, SEM-Fakultas, dan Lembaga Semi Otonom (LSO) serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Fauzan juga mengingatkan agar pemimpin itu harus berani dikritik, dievaluasi, tidak hanya sekedar ingin dipuji. “Kalian ini kan representasi dari seluruh mahasiswa UMM. Kalian ini adalah pemimpin bagi teman-teman anda sendiri. Untuk itulah jadilah orang yang bermanfaat” pesannya. Wakil Rektor III, Dr Sidik Sunaryo MSi MHum mengatakan silaturahmi dan buka bersama dengan fungsionaris mahasiswa ini merupakan agenda tahunan yang rutin diadakan. “Apalagi ini adalah para fungsionaris baru yang baru saja terpilih melalui serangkaian Pemilu Raya yang tertib. Jadi sangat penting kita bisa bersilaturahmi dalam ajang kali ini,” ujarnya. Acara ini kemudian diakhiri dengan buka bersama dan sholat Maghrib berjamaah ditempat yang telah disediakan. (zul/nas)