Tes Gelombang II, UMM Terjunkan 610 Pengawas

PASCA ditutupnya pendaftaran secara online Jumat (22/7) kemarin, Unit Pelaksana Tugas Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah berkoordinasi dengan berbagai elemen kampus jelang pelaksanaan ujian tulis gelombang II pada Senin (25/7) mendatang. Berdasarkan data terakhir yang diperoleh, jumlah riil pendaftar di gelombang II telah mencapai 10.131. Untuk itu pihak UMM telah menyiapkan seluruh ruangan di seluruh Gedung Kuliah Bersama (GKB I, II, dan III), UMM Dome (hall dan teater), aula Biro Umum, aula masjid AR Fahruddin, aula hotel UMM Inn, aula RS UMM, serta kampus II di jalan Bendungan Sutami, Malang. “Kami menerjunkan 610 pengawas,” kata kepala UPT PMB, Dr. Ir Ermanu Azizul Hakim, MT, usai mengikuti rapat koordinasi persiapan tes masuk UMM gelombang II, Sabtu (23/7). Dalam rapat tersebut, rektor UMM Drs. Fauzan, M.Pd, mengajak seluruh dosen dan karyawan yang menjadi pengawas bersikap ramah dan akrab, meski tegas terhadap pelanggaran apapun. “Sambutlah para calon generasi penerus kita ini dengan senyuman hangat. Bantulah informasi sebaik-baiknya. Jangan membuat ketegangan agar peserta dapat mengerjakan soal secara tenang, fair, jujur,” kata Fauzan seraya memastikan hasil tes adalah penentu utama diterima tidaknya sebagai mahasiswa UMM. Lebih lanjut, kepala Humas UMM, Nasrullah, mengimbau kepada calon peserta dan keluarganya untuk mempersiapkan sebaik-baiknya. Oleh karena banyaknya peserta yang akan ikut ujian, diperkirakan di jalanan menuju lokasi tes akan macet. “Sebaiknya berangkat lebih pagi. Bila perlu cek dulu lokasi tes berdasarkan nomor tes dan nomor sektornya supaya tidak bingung saat hari H,” tuturnya. Tes akan dimulai jam 8.00 pagi tepat. Selain itu, merujuk pada pengalaman tes-tes sebelumnya, diperkirakan akan ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan aksi penipuan. Untuk itu dihimbau agar tidak mudah terpancing dengan iming-iming jalur ilegal masuk UMM walau mengaku dari pihak internal UMM. “Kami pastikan bahwa satu-satunya jalur masuk ya melalui tes ini. Hasil tes sangat menentukan, bukan hanya formalitas. Segala bentuk ajakan apalagi yang menggunakan bujukan dengan membayar sejumlah uang, harus ditolak. Yang penting yakin dan percaya diri dengan persiapan matang mengikuti tes, insya Allah akan memperoleh kesuksesan,” tambah Nasrullah. Sejauh ini jika ditotal dari pendaftar di jalur undangan dan gelombang I dan II, pendaftar UMM telah mencapai angka di atas 20.000. Namun demikian, tidak semuanya mengikuti tes karena berbagai alasan, seperti tidak melakukan validasi pendaftaran, atau mengundurkan diri. Seperti diberitakan sebelumnya, meski jumlah pendaftar naik, tahun ini UMM akan menurunkan pagu penerimaan. Jika tahun lalu mencapai hampir 7.000 orang, kini turun menjadi 6.500 calon mahasiswa. Rektor mengaku hal ini dilakukan untuk lebih memfokuskan diri pada peningkatan mutu pelayanan. UMM juga masih akan membuka pendaftaran gelombang III pada 1 hingga 19 Agustus dengan tes yang akan dilaksanakan pada 22 Agustus 2016 untuk semua program studi, kecuali kedokteran. “Sejak awal Kedokteran memang hanya mau membuka untuk gelombang 1 dan 2 saja,” tambah Ermanu. (can/nas)
UMM Segera Realisasikan Credit Transfer ke Kun Shan University Taiwan

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) dengann Kun Shan University (KSU), Taiwan, resmi menjalin kerjasama. Tiga orang dari pihak KSU yakni Rektor KSU, Yan Kuin Su, Assistant Professor Chinese Language Center Dori, Wang dan President General Education Center Jen-fang Arthur Ting berkunjung ke UMM dan ditemui antara lain oleh Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin, Kepala Kantor Internasional UMM, Dr Abdul Haris dan Asisten Rektor Bidan Kerjasama, Drs. Suparto, M.Pd, Jumat (22/7). Kedua pihak sepakat merealisasikan hasil pembicaraan yang sudah dimulai sejak tahun 2014 itu. Pertemuan kali pertama UMM dengan KSU terjadi pada acara join working group tahun 2014 di Taipe. Setelah saling mengenal, universitas Taiwan itu semakin tertarik untuk serius terhadap kerjasama dengan UMM. Alhasil di tahun 2015 Kun Shan University berkunjung ke UMM untuk melakukan penjajakan mengenai kerja sama yang akan dilakukan. Program yang akan dijalankan oleh kedua universitas ini adalah program credit transfer. Dalam satu semester mahasiswa UMM dapat melakukan aktivitas perkuliahan di KSU secara gratis tanpa ada biaya tambahan lagi. Mahasiswa UMM hanya membayar sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) seperti biasa, namun sudah bisa merasakan kuliah di universitas Taiwan tersebut. Demikian pula sebaliknya, mahasiswa dari Kun Shan University juga dapat melakukan hal yang sama. Wakil Rektor I UMM, menyatakan kerjasama ini merupakan kelanjutan dari pertemuan selama ini. Melalui kerjasama kongkrit ini diharapkan bangunan internasionalisasi UMM semakin nyata. “Ya, dengan universitas-universitas besar di kawasan Asia sudah kita mulai dengan kampus-kampus di Cina, Korea, Jepang, Malaysia, Thailand, dan kali ini Taiwan,” terang Syamsul Arifin. Dijelaskan Suparto, untuk merealisasikan kerjasama ini pihaknya segera melakukan seleksi rekrutmen mahasiswa yang berminat. Biaya hidup yang dibutuhkan disana relatif sama dengan biasa hidup di Malang sehingga diyakini mahasiswa UMM banyak yang akan berminat. “Sekelas asrama mahasiswa di Taiwan dapat mencapai harga Rp 6,5 – 7 juta, itu sekitar 500 US dolar dalam satu semester, namun asrama mahasiswa di UMM hanya mencapai 12 dolar tiap semesternya” ungkapnya. Dalam program credit transfer pertama yang dilakukan UMM dengan KSU, sementara ini hanya dikhususkan untuk jurusan managemen S1 dan S2. Dalam semester ini terdapat 2-3 kuota bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program credit transfer. Tahun depan, UMM dan KSU akan lebih serius lagi dalam menjalin kerjasama. Akan ada program Join Degrees yang akan dilakukan sekitar bulan september 2017. Mahasiswa Magister Manajemen UMM dapat menjalankan perkuliahan selama 1 tahun di UMM dan satu tahun lagi di KSU. “Program ini masih perlu dirancang lebih serius lagi. UMM akan mengirimkan beberapa orang dari Magister Manajemen ke Taiwan untuk menindak lanjuti program ini,” tutur Suparto. Rektor Kun Shan University, Yan Kuin Su mengakui memantapkan kerjasamanya dengan UMM karena melihat bahwa ada kesamaan antara UMM dan KSU. Keduanya adalah universitas swasta. “UMM juga memiliki kampus yang indah dan suasananya terasa nyaman,”ungkapnya. Suparto menargetkan dalam satu semester setidaknya ada 100 mahasiswa atau dosen yang dikirim ke untuk menjalani credit transfer di berbagai universitas luar negeri. “Dengan demikian mahasiswa UMM semakin bangga dan memiliki kualitas yang mumpuni dan bisa bersaing secara global,” tambahnya. (nov/nas)