UMM Tingkatkan Mutu Akademik lewat Penyusunan Profil KKMA dan TKKA

BADAN Kendali Mutu Akademik (BKMA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  Senin (15/8) mengadakan Workshop Profil Komisi Kendali Mutu Akademik (KKMA) dan Tim Koordinasi Kegiatan Akademik (TKKA) di Ruang Sidang Senat Kampus III UMM. Workshop tersebut bakal menghasilkan sejumlah perumusan antara lain melingkupi kebijakan mutu, struktur organisasi, visi-misi dan tujuan, tugas pokok dan fungsi, serta program dan kegiatan. Profil KKMA dan TKKA nantinya dijadikan pedoman untuk berjalannya evaluasi di setiap tingkatan fakultas maupun program studi.Workshop dihadiri Dekan, Wakil Dekan I masing-masing fakultas juga kepala program studi yang terdapat di UMM. Penjelasan mengenai penyusunan profil KKMA dan TKKA ini disampaikan langsung oleh kepala BKMA, Prof. Dr. Ir Noor Harini, M.S. yang menyatakan bahwa diperlukan adanya penyusunan ulang profil guna menunjang mutu akademik yang berujung pada akreditasi program studi serta institusi. Diakuinya, profil KKMA dan TKKA saat ini sudah tidak sesuai dengan kondisi obyektif di lapangan. “Memang sudah dilakukan penyusunan profil ini pada tahun 2012 dulu. Perbaharuan ini dilakukan kembali sehingga bisa sesuai dengan kondisi objektif saat ini,” terangnya. Noor menyebut, pada  pasal 52 ayat 2 Undang-Undang (UU) No 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, dijelaskan bahwa penjaminan mutu dilakukan melalui penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan standar pendidikan tinggi. Di sisi lain, Galih Wasis Wicaksono, M.Cs. selaku Kepala Divisi Kendali Mutu Sarana dan Prasarana Akademik menyatakan bahwa perlu juga adanya kesadaran dari mahasiswa untuk mau turut serta dalam penjaminan mutu akademik ini. “Mahasiswa juga harus mau ikut serta, bukan kemudian acuh terhadap sistem penjamin mutu akademik ini. Keikutsertaan mahasiswa dalam penilaian ini juga membantu universitas dalam mengevaluasi dosen,” jelas dosen Fakultas Teknik (FT) UMM ini. (jal/can/rin)

UMM Borong Gelar Kompetisi Al Quran Tingkat Nasional

SEBANYAK dua belas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyabet sejumlah gelar strategis dalam ajang Festival Al Quran Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah Tingkat Nasional yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 9-11 Agustus lalu. Dalam lomba yang diikuti lima puluhan universitas tersebut, UMM berhasil mengantongi delapan gelar juara pada tujuh cabang lomba berbeda. Festival ini bertema ”Al Quran sebagai Media Penguatan Kualitas Diri dalam Ilmu Pengetahuan dan Sains untuk Menghadapi Daya Saing Global”. Daftar pemenangnya antara lain dari Fakulas Agama Islam (FAI) Dewi Nur Diana sebagai Juara 1 Tahfidz 15 Juz, Bayu Dwi Arianto sebagai Juara 2 Fahmil Quran, Syaikul Islam sebagai Juara 2 Fahmil Quran, Weca Septia Aulia sebagai Juara 2 Fahmil Quran, Ainul Yaqin sebagai Juara Harapan 2 Tartil Quran, Nanang Qosim sebagai Juara 3 Kaligrafi; dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Farah Laila Romadona sebagai Juara 2 Tahfidz 1 Juz; dari Fakultas Teknik (FT) Ramadhan Dato sebagai Juara 3 Tilawatil Quran; dari Fakultas Hukum (FH) Ghulam Imaduddin sebagai Juara 3 Syahril Quran, M. Abdul Wahid sebagai Juara 3 Syahril Quran, serta; dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendikan (FKIP) Mila Insani sebagai Juara Harapan 2 Tartil Quran. Salah satu pembimbing lomba, Ahmad Fathoni, yang saat itu turut mendampingi mahasiswanya menjelaskan, meski waktu yang dipersiapkan terlampau sempit, Ia mengaku cukup puas dengan capaian mahasiswanya. “Waktu untuk persiapan lomba ini kurang lebih hanya satu minggu. Apalagi harus mendatangkan mahasiswa yang asalnya dari luar Jawa karena sedang liburan semester genap,” jelas Fathoni yang merupakan Kepala Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) FAI tersebut. Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III yang membidangi Kemahasiswaan, Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si.M.Hum, mewacanakan pembentukan wadah khusus yang bergerak di bidang Al Quran sebagai bentuk kaderisasi.  Dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke depannya, UMM optimis akan dapat memborong lebih banyak gelar lagi. Ditemui pada kesempatan berbeda, Sidik mengatakan, selain mewacanakan dibentuknya UKM khusus al Quran, UMM juga mewacanakan pengadaan beasiswa khusus Penghafal al Quran atau Tahfidz. ”Semoga dengan beasiswa ini, kedepannya mahasiswa UMM semakin terpacu untuk terus berprestasi di ajang kompetisi al Quran lainnya,” kata Sidik. (jal/can/rin)