Pendaftar UMM Tembus 25 Ribu Camaba

PELAKSANAAN Tes Tulis Gelombang III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang merupakan tes gelombang terakhir masih banyak diminati lulusan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) seluruh Indonesia. Hingga pelaksanaan ujian, Senin (22/8), sebanyak 3632 calon mahasiswa baru (camaba) mengikuti ujian yang diadakan di tiga titik lokasi, yakni Gedung Kuliah Bersama (GKB) I, GKB II dan Aula Fakultas Teknik (FT). Jika ditotal dari gelombang satu hingga tiga, pendaftar UMM sudah melampaui 25 ribu orang, meningkat dibangding tahun lalu sekitar 22 ribu pendaftar. Sekalipun pendaftar meningkat, dari total tiga gelombang UMM hanya akan menerima antara 6.500 hingga 7000 pendaftar sesuai passing grade masing-masing program studi. Khusus gelombang tiga, ada sekitar 2000 camaba yang akan diterima. Seperti diberitakan sebelumnya, UMM telah menutup pendaftaran bagi lima program studi (prodi) di gelombang III, yaitu prodi Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional(HI),Manajemen, Akuntansi dan Kedokteran. Hal itu berdasarkan edaran yang dikeluarkan kepala Unit Pelaksana Teknis PenerimaanMahasiswa Baru (UPT PMB) Dr Ermanu Azizul Hakim MT tertanggal 1 Agustus 2016. Meski demikian, pelaksanaan tes gelombang III tetap mendapat pengamanan ketat dari petugas keamanan sipil. Diakuinya, pada pelaksanaan tes gelombang I dan II, khususnya di Fakultas Kedokteran rawan terjadi kecurangan. “Meski Fakultas Kedokteran telah ditutup di gelombang III, kami tetap melakukan pengamanan ketat untuk mengantisipasi segala bentuk kecurangan,” kata Wakil Rektor I, Prof Dr Syamsul Arifin saat ditemui diruangannya. Hasil pengumuman gelombang III dapat dilihat pada 26 Agustus 2016 mendatang di laman pmb.umm.ac.id. sedangkan pelaksanaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) dilaksanakan selama 4 hari, mulai 5-8 September 2016. (can/han)
UMM Siap Tingkatkan Akreditasi Kedokteran

SETELAH memenuhi kuota sebanyak 200 orang di Gelombang I dan II, dalam waktu dekat Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai mempersiapkan untuk meningkatkan mutu akreditasinya. “Fakultas Kedokteran sejauh ini sudah banyak perkembangan. Semisal, dari Sumber Daya Manusia (SDM), secara kualitas maupun kuantitas juga artefak-artefak karya akademik sudah banyak. Dosen kedokteran juga semakin bertambah,” ungkap Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi saat ditemui pada pelaksanaan tes gelombang III, Senin (22/8). Untuk diketahui, FK UMM mendapatkan ijin pendirian tertanggal 25 September 2001 dengan nomor pendirian 3079/D/T/2001, serta pada Juni 2012 melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan No.017/BAN-PT/Ak-XV/SI/VI/2012, Program Studi Pendidikan Dokter UMM baru memperoleh Peringkat Akreditasi B. “Kita harap kedepan Fakultas Kedokteran bisa mendapat akreditasi A. Sehingga, kuota yang disediakan pemerintah 200 orang, bisa kita tingkatkan menjadi 250 orang,” kata Syamsul.(can/han)
UMM Bakal Buka Sejumlah Pendidikan Profesi

DALAM waktu dekat, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan memiliki sejumlah Program Studi (Prodi) Pendidikan Keprofesian baru, di antaranya Pendidikan Profesi Apoteker, Fisioterapi, dan Insinyur. “Untuk Profesi Apoteker, Kami tinggal menunggu validasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),” kata Wakil Rektor I Prof Dr Syamsul Arifin MSi saat ditemui di ruang kerjanya(22/8). Saat ini UMM baru memiliki dua Prodi Pendidikan Profesi, yakni Pendidikan Profesi Ners/Keperawatandan Profesi Akuntansi. “Untuk menjadi seorang apoteker, dia harus memiliki sertifikat profesi. Sama halnya dengan kedokteran dan guru yang diperoleh dari pendidikan keprofesian. Tanpa itu, dia tidak bisa menjadi profesional dibidangnya,” lanjut Syamsul. Selain profesi Apoteker, UMM juga sedang mewacanakan pendirian Prodi Pendidikan Profesi Fisioterapi. Ia menyatakan pihaknya sedang menggodok segala kelengkapan dan kemungkinan-kemungkinan jika membuka Prodi Pendidikan Profesi Fisioterapi. UMM juga bakal mendirikan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur. Untuk bisa membuka prodi tersebut, UMM setidaknya harus memiliki enam tenaga kependidikan yang terkualifikasi sebagai Insisyur Profesional Madya yang diperoleh dari Persatuan Insinyur Indonesia (PPI). “Saat ini, UMM baru memiliki empatorang yang tersetifikasi Insinyur Profesional Madya. Saat ini UMM sedang mempersiapkan 10 orang untuk disertifikasi,” kata Syamsul. Menurut Syamsul, dari 14 prodi yang ada di jenjang pasca sarjana UMM, kesemuanya merupakan disiplin ilmu Humaniora. Sehingga dalam beberapa tahun mendatang, UMM akan melengkapi sejumlah jenjang pendidikan keprofesian di bidang keilmuan lainnya seperti agama juga teknik. Di Malang sendiri terdapat setidaknya empatperguruan tinggi yang diminta oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Direktorat Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk membuka Prodi Pendidikan Profesi, salah satunya UMM. “Di seluruh Indonesia, hanya ada 40 yang diperkenankan oleh Kemenristek Dikti,” pungkas Syamsul. (can/han)