Jalankan Sistem Blok Terintegrasi, FK Fokus Tingkatkan Akreditasi

FAKULTAS Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kian serius untuk meningkatkan akreditasinya. Sebelumnya, Rektor UMM Fauzan menyatakan, FK UMM telah mengalami banyak perkembangan. Fauzan mencontohkan banyaknya Sumber Daya Manusia (SDM) FK, secara kualitas maupun kuantitas, yang turut dibuktikan dengan peningkatan hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya. Mengamini hal tersebut, Dekan FK UMM, dr Irma Suswati M Kes, menyebut bahwa tulisan-tulisan dosen FK UMM sudah banyak yang dipakai di perguruan tinggi lainnya. “Salah satunya buku yang ditulis oleh dr. Mochamad Aleq Sander tentang Atlas Patologi Anatomi yang telah menjadi buku pegangan di kampus-kampus lainnya,” kata Irma. Selain peningkatan jumlah karya ilmiah dan produk dosen, FK juga tengah fokus mengembangkan sistem pendidikan dokter. Terkait hal tersebut, saat ini FK UMM telah menerapkan sistem pembelajaran blok terintegrasi, yang mengkolaborasi antara mata kuliah dasar (pre-klinik) dan mata kuliah tahap kedua (klinik). “Antara pre-klinik dan klinik dikolaborasikan. Contohnya, jika ada pasien yang sakit harus ditinjau fisiologisnya dulu, lantas dilihat patologisnya, baru kemudian muncul kesimpulan,” jelasnya. Integrasi dan kolaborasi, lanjur dr Irma, juga dilakukan dengan menambahkan ciri-ciri khusus UMM, misalnya integrasi yang dilakukan antara ilmu kedokteran dan keislaman. Irma mencontohkan, dalam blok trauma juga diajarkan tentang merawat jenazah serta bagaimana beribadah dalam keadaan darurat dengan keadaan trauma. “Jadi setiap mata kuliah kita buat ada nilai keislamannya, dengan memasukkannya ke pembelajaran,” jelasnya. Sistem pembelajaran yang dijalankan FK UMM ini terbukti menuai hasil. Pada 2016, 2 mahasiswa FK UMM termasuk dalam 10 lulusan terbaik se-Indonesia dalam ujian keterampilan Objective Structure Clinical Examination (OSCE). “Kita masih mengusahakan untuk menjadi yang terbaik dalam tes tulisnya juga,” tutur dr Irma. Selain itu, dari segi lulusan, setiap periode FK UMM selalu stabil dalam meluluskan mahasiswanya. “Dalam satu periode, idealnya sekitar 11-14 orang yang lulus. Di FK UMM selalu stabil, kami selalu meluluskan satu station yang terdiri dari 11-14 mahasiswa itu. Untuk menaikkan akreditasi, kami juga terus berusaha meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen,” ujarnya. Pada tahun ini, FK UMM mengadakan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan 60 peserta dan OSCE dengan 50 peserta ujian. UKMPPD yang dilaksanakan di UMM kampus II pada Sabtu (27/8) ditinjau langsung oleh pihak penyelenggara, yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen-Dikti). “Semoga dengan diadakannya ujian ini bisa menghasilkan lulusan-lulusan terbaik lagi,” harap Irma. Saat ini, menurut Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi, FK UMM berstatus akreditasi B dan tengah menargetkan akreditasi A. Jika nantinya target itu tercapai, maka UMM dapat menerima mahasiswa baru FK sebanyak 250 mahasiswa. “Karena sekarang statusnya masih akreditasi B, kuotanya tidak boleh lebih dari 200 mahasiswa,” ujar Syamsul. (jal/han)

Laboratorium Sentral UMM Akan Tingkatkan Akreditasi

UMM saat ini memiliki 42 laboratorium yang terdiri dari 25 laboratorium eksakta dan 17 laboratorium sosial. Menurut Rektor UMM, Fauzan, laboratorium tidak hanya menjadi sumber belajar mahasiswa dan kepentingan internal-akademiklainnya tapi juga akan melayani perusahaan yang menginginkan uji laboratorium. Agar konsep makro tersebut terlaksana, maka ide pendirian laboratorium sentralgagasan Kantor Pengelola dan Pengendalian Akreditasi (KPPA) UMM, kata Rektor, tengah direalisasikan. “Pembangunannya sudah direncanakan tahun 2015 lalu dan pada tahun berikutnya diperkirakan akan segera rampung,” ungkap Fauzan. Sejauh ini, menurut Fauzan,belum banyak perguruan tinggi yang memiliki laboratorium khusus untuk pengujian. Dengan hadirnya laboratorium sentral nantinya otomatis akan mengangkat akreditasi kampus. “Kita akan mengidentifikasi laboratorium yang memiliki tipologi yang sama, khususnya laboratorium-laboratorium eksakta. Jadi, laboratorium sentral akan melayani uji laboratorium, terutama perusahaan yang ingin uji laboratorium ke UMM,” ujar Fauzan. Kepala Divisi Akreditasi Laboratorium dan Perpustakaan UMM, Elfi Anis Saati menjelaskan, laboratorium sentral berada dibawah naungan divisinya yang juga bertanggungjawab meningkatkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) laboratorium melalui peningkatan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM). Pendirian laboratorium sentral ini, kata Elfi,mengalami proses yang panjang dengan awal mula pembekalan setiap laboratorium untuk peningkatan akreditasi. Langkah tersebut merupakan usaha meningkatkan kualitas akademik UMM. “Upaya pendirian laboratorium sentraldimulai dengan peningkatan laboratorium eksakta yang sudah memiliki ISO 17025. Melalui tahap klasterisasi maka terpilihlah enamlaboratorium yang terus diberikan pendampingan,” ujar dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMMitu. Laboratorium sentral ini mempunyai tiga tujuan,yaitu meningkatkan manajemen mutu, meningkatkan kualifikasi SDM, dan memperoleh rekognisi berupa akreditasi. Tapi, lanjut Elfi,kemudian diperluas lagi dimana laboratorium sentral menjadi fasilitas yang tidak hanya untuk layanan internal saja,namun juga eksternal,termasuk menerima uji laboratorium dari luar.(jal/han)