Spirit Baru Jas Merah Kampus Putih

SEBANYAK 6.812 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memulai masa Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) dengan upacara pembukaan yang berlangsung Senin (5/9) di helipad UMM. Rangkaian Pesmaba akan berlangsung hingga penutupan pada Kamis (8/9). Di antara ribuan mahasiswa baru tersebut, terdapat 188 mahasiswa asing yang berasal dari 18 negara, yaitu Australia, Chile, China, Jepang, Jerman, Kamboja, Korea Selatan, Polandia, Rumania, Sierra Leone, Singapura, Slovenia, Spanyol, Sudan, Thailand, Timor Leste, Uzbekistan, dan Vietnam. Nuansa kebanggaan pada UMM dan Indonesia memang terasa sangat kuat dalam prosesi Pesmaba tahun ini. Salah satunya terlihat pada flashmob bernuansa merah putih dengan tulisan “Love UMM, Love Indonesia” dan hiasan “Jas Merah Kampus Putih” di sekelilingnya. Flashmob dilakukan pada saat upacara di helipad. Menariknya, UMM tidak menggunakan kertas warna-warni, layaknya papermob, dalam membentuk formasi tersebut. Corak merah yang tampil melalui foto udara sepenuhnya merupakan view jas merah yang dikenakan mahasiswa, sementara warna putih merupakan tampilan jilbab mahasiswi. Paduan merah putih itulah yang pada gilirannya memperkuat filosofi kebangsaan flashmob UMM. Ketika acara berlanjut di UMM Dome, rasa bangga itu masih begitu terasa. Selain yel-yel “Love UMM, Love Indonesia” yang terus diteriakkan sepanjang perjalanan, sesi mengharukan juga terjadi saat mahasiswa baru bersama-sama menyanyikan lagu berjudul “Dia” yang dipopulerkan oleh Anji. Ketika bernyanyi, mereka mengganti sejumlah lirik, di antaranya “Semua itu karena dia” diganti menjadi “Semua itu karena UMM” dan “Hanya padanya, untuk dia” menjadi “Hanya padamu, UMM”. Mereka juga beramai-ramai menyalakan flashlight handphone sehingga suasana kebersamaan kian terasa. Mahasiswa baru juga meramaikan jagad media sosial sehingga kemarin tagar #WeLoveUMM sukses menjadi trending topic Indonesia sejak sekitar pukul delapan pagi hingga sekitar jam lima sore. Pada sesi kuliah tamu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut para mahasiswa baru itu dengan harapan mereka dapat menjadi pemimpin di masa depan dan menjadi aktor bagi peradaban baru. “Jadilah pembelajar yang haus ilmu, yang dapat mencerahkan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan kemanusiaan universal,” kata Haedar. Sementara itu, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyebut UMM telah memiliki nasab untuk menjadi menteri. Baginya, nasab itu penting dan perlu dipertahankan karena mahasiswa dapat terinspirasi dengan diawali belajar di kampus ini. Senada dengan Haedar, Khofifah juga menyinggung peran mahasiswa sebagai pendorong perubahan. Khofifah ingin kaum muda Indonesia menjadi pelopor agar bangsa ini menjadi bangsa produsen, bukan konsumen. “Dengan jumlah masyarakat Indonesia 40 persen dari total masyarakat ASEAN tentu akan menjadi pasar yang potensial. Kalau kita hanya jadi konsumen, ya rugi besar,” papar Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI 1999-2001 ini. Untuk itu, Rektor UMM Fauzan berpesan pada mahasiswa baru agar bangga dan percaya diri karena telah menjadi bagian dari UMM, kampus penuh prestasi. Fauzan menyebut beberapa di antaranya yaitu raihan Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Anugerah Kampus Unggulan (AKU) Kopertis VII Jawa Timur sembilan tahun beruntun, dan sertifikasi internasional sebagai Associate Member of ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN QA). “Silahkan beradaptasi dengan suasana di UMM, dan selamat Anda telah menjadi bagian dari keluarga besar Jas Merah Kampus Putih UMM. Jadilah generasi baru yang membanggakan bagi bangsa ini,” ujar Rektor. Bupati Rendra Kresna selaku inspektur upacara Pesmaba optimis kedisiplinan yang tampak pada kegiatan ini dan suasana merah putih yang mewarnainya dapat meningkatkan nasionalisme mahasiswa terhadap bangsa ini. Sebagai alumni UMM angkatan 1987, Rendra yakin mahasiswa UMM nantinya dapat benar-benar berkiprah bagi Indonesia. (can/lil/han)
Pendidikan Karakter Jadi Fokus Utama Wali Maba

TRADISI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menjalin silaturrahim dengan orang tua mahasiswa baru (maba) kembali diadakan sebelum maba memulai kuliah pada 13 September mendatang. Ahad (4/9), sekitar 2000 wali maba hadir dalam Silaturrahim Orangtua Wali Maba di hall UMM Dome. Mereka adalah wali maba yang diterima melalui jalur reguler gelombang III. Pertemuan ini dihadiri oleh Rektor UMM, Fauzan, didampingi Wakil Rektor I, II, dan III serta dekan dari 10 fakultas. Dalam sambutannya, Fauzan mengucapkan selamat pada wali maba yang putra-putrinya resmi diterima menjadi mahasiswa UMM. Pasalnya, dari lebih 24 ribu pendaftar, hanya 6812 yang lolos serangkaian seleksi menjadi maba UMM. Fauzan menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orangtua dengan mahasiswa agar segala informasi yang diterima orangtua adalah informasi yang seimbang dan tidak sepihak. Hal ini berdasar pada banyaknya kasus terkait laporan orangtua kepada dosen yang ternyata tidak valid dengan keadaan yang sebenarnya. “Ibu Bapak usahakan untuk selalu melakukan crosscheck terhadap aktivitas putra-putrinya. Bila perlu, ibu memiliki jadwal kuliah dan nomor kontak dekannya, sehingga komunikasi dapat terus terjalin,” beber Fauzan. Prof Dr Syamsul Arifin MSi dalam paparannya memberikan penjelasan terkait keunggulan Pesmaba dan Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) yang diwajibkan bagi maba UMM. “Pesmaba dan P2KK adalah 2 tonggak utama pendidikan karakter mahasiswa. Di sini, mahasiswa akan digembleng untuk menjadi mahasiswa yang berkepribadian, memiliki jiwa kepemimpinan, dan sisi religiusitas yang tinggi,” paparnya. Hal ini menjawab angan-angan orangtua tentang pentingnya keselarasan informasi yang diberikan pada orangtua dan mahasiswa. “Kalau kami (ortu) diberikan informasi dan pengarahan seperti ini oleh pihak rektorat dan dekanat, kami juga berharap putra-putri kami menerima bimbingan yang sama,” ungkap salah satu orangtua maba. Tak hanya itu, Wakil Rektor III, Dr Sidik Sunaryo SH MSi MHum yang membawahi bidang kemahasiswaan mengungkapkan siap mewadahi segala bentuk kegiatan mahasiswa. “Kegiatan di luar urusan akademik juga bisa menjadi media yang sangat bagus untuk pendalaman karakter mahasiswa. Bisa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau unit-unit di fakultas. Kami sediakan semua di UMM, silahkan mahasiswa berkreasi di sini, berprestasi di sini,” ujar Sidik. Bentuk nyata dari apresiasi terhadap prestasi mahasiswa ini diwujudkan dengan pemberian beasiswa oleh Bank Negara Indonesia (BNI) yang menjadi bank mitra UMM. Tak tanggung-tanggung, besaran beasiswa yang diberikan BNI pada UMM sebesar Rp 248.100.000,- Antusias orangtua maba pada silaturrahim ini diungkapkan beberapa wali pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan muncul terkait kiat-kiat memilih rumah indekos yang aman bagi putra-putrinya, juga kegiatan apa saja yang bisa diikuti untuk menunjang pendidikan karakter mereka. (ich/han)