Idul Adha, Momen Pencerahan dan Penguatan Ke-Islaman

SESUAI amanat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Idul Adha 1437 Hijriyah dilaksanakan pada `Senin, 12 September. Hadir sebagai khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha di lapangan Helipad Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dewan Pertimbangan Presiden RI Prof Drs HA Malik Fadjar MSc. Dalam khutbahnya, Malik Fadjar berpesan, hari raya Idul Adha sesungguhnya mengandung makna yang paling dalam dan mengesankan bagi sejarah umat manusia. Hal tersebut diabadikan di dalam al Quran dan sekaligus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keIslaman kita. “Pengulangan pengucapan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil dalam momen Idul Adha merupakan bentuk penegasan bahwa di dalam diri kita tersemat suatu perasaan, satu keyakinan bahwa tidak ada tuhan selain Allah,dan Rasulullah adalah utusan Allah,” kata Malik. Selain itu, seluruh ajaran-ajaran dalam pelaksanaan Idul Adha merupakan bagian penting, begitu juga seluruh ajaran rasulullah yang selalu kita amalkan untuk menjadikan bagian dari tata kehidupan kita sebagai seorang muslim. Sehingga menurutnya, perayaan Idul Adha juga merupakan hari pencerahan sekaligus penguatan kembali rasa ke Islaman. “Sehingga ke Islaman kita yang kita peluk ini dapat dijalankan dengan penuh kesadaran, penuh keyakinan dan penuh rasa kejiwaan yang sangat mendalam,” lanjut Malik. Untuk menegaskan hal tersebut, Malik juga mengutip perkataan seorang sufi penyair Jaluludin Rumi, yang menyatakan bahwa keberagamaan Islam yang dilaksanakan dengan penuh kejiwaan yang mendalam, akan dapat menyuburkan di dalam benak hati kita, di dalam benak pikiran kita, untuk selalu hidup dalam suasana yang menggembirakan, menyenangkan dan selalu menghormati tata kehidupan kita bersama, baik sesama manusia, maupun dengan lingkungan hidup kita. Sementara itu, menurut ketua pelaksana kurban Dr Ihyaul Ulum MSi., tahun ini UMM mendistribusikan 7 sapi dan 39 kambing. Beberapa di antaranya langsung disembelih di UMM Kampus II dan Kampus III untuk kemudian dagingnya didistribusikan, beberapa yang lain dibagikan ke berbagai daerah dalam bentuk hewan, sementara tanggung jawab penyembelihannya diserahkan pada Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). (can)