Komunikasi UMM Rayakan Milad Tiga Dekade

MERAYAKAN ulang tahunnya yang ke-30, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk “3 Dekade 3 Dedikasi”. Nama kegiatan ini menandai kiprah komunikasi UMM selama 3 dekade, yang merupakan buah dedikasi dari tiga konsentrasi studi, yaitu public relations (PR), jurnalistik dan studi media, serta komunikasi audio visual. Sejak tahun 1986 hingga sekarang, Komunikasi UMM telah melahirkan sebanyak 18.900 lulusan, banyak di antaranya kini telah menjadi praktisi profesional di bidangnya masing-masing. Komunikasi UMM juga telah lama meraih akreditasi A dan selama tiga tahun beruntun meraih gelar Best School of Communication dari Mix Magazine. Acara puncak perayaan milad ini akan berlangsung pada 15 Oktober mendatang di salah satu unit bisnis milik UMM, yaitu di Sengkaling Kuliner UMM. Acara tersebut mengangkat brand “COMMpilation”.  Brand tersebut merupakan akronim plesetan dari communication yang menandakan ilmu komunikasi dan compilation yang berarti kompilasi dari tiga rangkaian kegiatan, yaitu reuni, gathering, dan inaugurasi. Reuni mengundang seluruh alumni, yang dilanjutkan dengan pembentukan ikatan alumni. Menurut Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM, Jamroji MComm, tujuan utama dibentuknya ikatan alumni tersebut sebagai tempat berbagi dan berkontribusi bagi pengembangan Komunikasi UMM. “Ikatan alumni itu juga akan menjadi tempat alumni untuk berkontribusi pada almamaternya. Sehingga ketika prodi membutuhkan salah satu dari alumni dapat kita undang secara langsung untuk datang lagi ke UMM,” jelas dosen Ilmu Komunikasi UMM ini. Selanjutnya diadakan gathering, di mana alumni dan seluruh mahasiswa Komunikasi bisa berkumpul bersama. “Kita mengundang seluruh mahasiswa untuk menyatu dengn alumni. Dengan adanya gathering ini harapannya dapat memberikan koneksi dari alumni ke mahasiswa,” jelas Jamroji. Kemudian pada acara inaugurasi akan diberikan penghargaan pada beberapa tokoh yang berperan atas berdirinya Prodi Ilmu Komunikasi UMM. Tidak hanya itu, juga akan ada launching logo Ilmu Komunikasi UMM yang baru. Rangkaian kegiatan “3 Dekade 3 Dedikasi” telah dimulai sejak awal tahun ini yang diwarnai sejumlah perhelatan, di antaranya yaitu malam apresiasi Komunikasi UMM Beraksi (KommAksi), kompetisi nasional CommuniNation, dan roadshow Eagle Award. (jal/han)

Bermitra dengan Arab Saudi, UMM Latih Guru dan Dosen Bahasa Arab

SELAMA empat hari, Selasa-Jumat (11-14/10) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui International Relations Office (IRO) mengadakan pelatihan peningkatan kompetensi pengajar Bahasa Arab bagi 40 tenaga pendidik Bahasa Arab. Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi kerjasama antara UMM dengan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Arab Saudi. Para peserta pelatihan terdiri dari dosen program studi Pendidikan Bahasa Arab UMM, dosen laboratorium Bahasa Arab, dosen ma’had Abdurrahman bin ‘Auf, guru sekolah Muhammadiyah di Malang, serta dosen utusan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Menurut Kepala IRO UMM Dr Abdul Haris MA, pelatihan yang berlangsung di Auditorium UMM  ini dibimbing oleh perwakilan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia, yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) yang bermarkas di Jakarta. Bentuk pelatihan ini adalah penyampaian materi, praktek, dan ujian yang digelar di hari terakhir. Hari ini, materi digelar secara klasikal. Sedangkan di hari kedua dan ketiga materi Bahasa Arab dipelajari secara berkelompok. Tak hanya materi, para peserta pelatihan ini juga akan melakukan praktek mengajar. Salah satu pemateri dari Arab Saudi Dr ‘Aaidl as-Su’uudi menyatakan, tak hanya penguasaan bahasa Arab yang perlu dimiliki seorang guru, ia juga harus memiliki kepribadian yang kuat dan wawasan yang luas. “Guru yang sukses ditandai oleh beberapa hal, di antaranya memiliki kepribadian yang kuat, mampu bersikap objektif dan adil pada peserta didik, menghargai perbedaan budaya, berwawasan luas, memiliki inovasi dalam mengajar, serta selalu bersemangat dan suka menolong,” beber ‘Aaidl as-Su’uudi. Tak hanya itu, ada hal-hal yang harus diperhitungkan oleh guru apabila ingin menjadi guru yang berhasil. “Mengatur dan audit kerja, kebijaksanaan dalam pengelolaan kelas, menghormati pendapat siswa maupun mahasiswa, serta berkomunikasi aktif dengan mahasiswa,” lanjut ‘Aaidl as-Su’uudi. Abdul Haris berharap, dari kegiatan ini jalinan kerjasama yang dibangun makin kuat, juga meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di UMM khususnya dan lembaga pendidikan Muhammadiyah pada umumnya. (ich/han)