Pembukaan Student Day, UMM Perkuat Visi ‘Green and Clean’

JALAN sehat menandai dibukanya Student Day 2016 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (15/10). Kegiatan ini mengusung tema ”Green and Clean: Aksi Nyata Mahasiswa UMM Menuju Indonesia Bersih dan Sehat” dan diikuti 6812 mahasiswa baru 2016. Tema tersebut merupakan tindak lanjut program “UMM Green and Clean” yang dicanangkan sejak 2013. Tahun ini, kata Rektor UMM Fauzan, program ini memberikan penekanan pada aspek ‘Green’, yaitu penghijauan. “Konteks penghijauan itu sangat luas. Tidak sekedar menanam pohon, tapi juga merawat dan melestarikan. Dampaknya, akan membuat suasana lebih segar dan menyehatkan bagi tubuh,” tuturnya. Rute jalan sehat dimulai dari helipad UMM, kemudian melewati stadion UMM dilanjutkan menyusuri jalan Tegal Gondo, melewati area persawahan dan berakhir di Gedung Student Center (SC) Kampus III UMM. Sepanjang perjalanan, mahasiswa dihimbau melakukan aksi bersih dengan memungut sampah yang ditemui. Harapannya, mahasiswa UMM dapat menjadi teladan dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitar kampus. Selain itu, juga dilakukan penyerahan pohon secara simbolik kepada sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas dan dibagikan kepada masyarakat sepanjang rute jalan sehat. “Secara terjadwal nantinya, 7000 pohon bakal ditanam di sejumlah titik di sekitar lingkungan kampus III UMM,” terang Ketua Pelaksana Student Day 2016, Zen Amirudin. “Ke depan, tema ‘Green and Clean’ ini tidak hanya termanifestasikan dalam bentuk jalan sehat. Selama kegiatan Student Day berlangsung, kegiatan akan disesuaikan dengan tema besar ‘Green and Clean’ ini,” papar Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini. Rektor menyatakan, Student Day ini dimaksudkan untuk mengindetifikasi kompetensi yang dimiliki mahasiswa baru UMM. Selain itu Fauzan juga beraharap Student Day dapat memberikan penguatan jati diri mahasiswa UMM. “Student Day adalah harinya mahasiswa. Mudah-mudahan di Student Day 2016 ini, mahasiswa baru dapat menemukan dan mengembangkan potensi dirinya,” kata Fauzan. Student Day 2016 akan berlangsung setiap hari Sabtu mulai 15 Oktober hingga 10 Desember 2016. Student Day merupakan agenda UMM yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade, yaitu sejak 1992. Sebagai puncak dari Student Day, diadakan Rector Cup yang meliputi kompetisi antar fakultas di bidang seni dan olahraga. (can/han)
UMM Jajaki Kerjasama dengan Universitas India

SETELAH menjalin kerjasama dengan 112 negara, kali ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan salah satu universitas terkemu di New Delhi, India Jawaharlal Nehru University (JNU). Penandatanganan tersebut disaksikan sejumlah mahasiswa program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam (FAI) di Aula Teknik Gedung Kuliah Bersama (GKB) III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (18/10). “Saya berharap kerjasama ini nanti akan bisa membuahkan hasil yang positif kedepan untuk menjalin kerjasama antar dua perguruan tinggi ini,” terang Direktur Kerjasama Internasional JNU, Prof. Dr. Girish yang mewakili rektor NJU. Menanggapi hal tersebut, Rektor UMM Fauzan berharap, produk-produk unggulan baik itu produk research maupun sumber daya manusia yang dilahirkan Universitas Muhammadiyah Malang akan bisa juga menginternasional. “Kami berharap ada mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab yang nantinya juga akan jadi dosen di Jawaharlal Nehru University. UMM memiliki komitmen besar untuk mengembangkan kerjsama luar negeri, ” harap Fauzan. Untuk menguatkan hal tersebut, kata Fauzan, pada 2017 UMM mencanangkan mahasiswanya untuk tidak sekedar wajib mengikuti pelajaran bahasa inggris melalui program English for Spesific Porpose (ESP), akan tetapi mahasiswa UMM diharapkan mampu menguasai 2 bahasa lain, yakni Bahasa Arab dan Mandarin. “Ini semua dalam rangka agar pikiran-pikiran cemerlang yang saudara peroleh dapat terdistribusikan ke negara-negara lain. Yang lebih penting, untuk memberikan penguatan kompetensi mahasiswa UMM.,” tukasnya. Sementara itu, Kepala International Relations Office (IRO) UMM, Dr. Abdul Haris, M.A menyatakan kerjasama ini merupakan awal penjajagan antara kedua belah pihak. “Yang pasti, kerjasama nanti seputar bidang akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat. Nanti akan kita tindak lanjuti kerjasama tersebut dengan beberapa kegiatan. Misalnya dalam waktu dekat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) akan mengirim beberapa orang untuk mengikuti pelatihan di sana. Selain itu, sesuai kesepakan, dosen bahasa Indonesia juga bakal diikutkan short course selama 4 bulan di sana,” terang Abdul Haris. Pasca penandatanganan MoU, Asisten Profesor, Centre of Arabic and African Studies School of Language, Literature and Cultural Studies (SSL & CS) Dr. MD. Qutbuddin menyajikan makalah bertema “Contemporary Trend of Arabic Teaching in India” dalam kuliah tamu prodi PBA. Selain itu, Assissant proffesor MPhil & PhD in International Relation NJU Dr. Gautam Kumar Jha juga turut menjadi pemateri dalam kegiatan Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016 (SenasPro) yang tengah berlangsung di UMM, 17-18 Oktober. (Humas UMM)
Senaspro 2016, UMKM Binaan UMM Tampilkan Produk Beromset 2M

SEMINAR Nasional dan Gelar Produk (Senaspro) 2016 yang digelar oleh Direktorat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dibuka hari ini, Senin (17/10). Kegiatan dibuka Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof. Ocky Karna Radjasa MSi,. Sebanyak 151 peserta hadir memenuhi basement dome UMM. Dalam pembukannya, Ocky menyatakan apresiasinya terhadap UMM yang menggelar seminar nasional sekaligus gelar produk. “Jarang terjadi, seminar diadakan sekaligus dengan gelar produk. Oleh karenanya, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya. Ocky menilai, perlu ada perubahan paradigma pada para dosen perguruan tinggi yang biasanya fokus hasil riset hanya dalam bentuk publikasi dan punya hak paten. Oleh karenanya, Ocky mendorong agar hasil riset masuk dalam tahap komersialisasi. Ocky menyayangkan turunnya peringkat daya saing bangsa Indonesia dari peringkat 34 di tahun 2014 menjadi 37 pada 2015. Ada beberapa pilar yang menentukan sebuah bangsa kompetitif atau tidak. Salah satunya yakni market size. “Ada sekitar 240 juta penduduk Indonesia, tapi 60 persen daya saing masih dipegang oleh Amerika, China, dan Jepang,” paparnya. Dalam hal inovasi, Indonesia juga mengalami penurunan. Sehingga, perkembangan Iptek dan inovasi dinilai belum bisa mendorong daya saing bangsa. Oleh karenanya, melalui seminar nasional dan gelar produk ini, Ocky berharap akan mampu mendorong para dosen dari kampus-kampus di Indonesia untuk meningkatkan produtivitas dalam hal penelitian. Utamanya riset yang aplikatif untuk masyarakat. Kepala DPPM UMM, Prof. Dr. Sudjono, M.Kes. menyatakan, saat ini UMM bertahan pada urutan 17 dari 25 universitas yang masuk cluster mandiri dalam hal penelitian. Hasil-hasil ini ditelurkan dalam 3 judul buku yang dilaunching hari ini, yakni “Kepakaran dan Inovasi UMM”, “Membangun Negeri melalui KKN”, dan “Direktori Abstrak Penelitian dan Pengabdian Masyarakat”. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Prof Syamsul Arifin, M.Si. dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk perwujudan salah satu tugas utama dosen yang tertuang dalam UU No. 14 tahun 2005. Dosen, lanjut Syamsul, sebagai pendidik professional sekaligus ilmuwan. Oleh karenanya, dosen mempunyai tugas utama untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Salah satunya melalui riset, sesuai dengan fokus bidang studi masing-masing dosen. “Forum ini juga menjadi perwujudan visi UMM untuk menjadi universitas yang terkemuka dalam hal pengembangan iptek berdasarkan nilai-nilai ke–Islaman,” tambah Syamsul. Sementara itu, di Hall Dome UMM, 25 stan ditampilkan kepada seluruh masyarakat. Tak hanya mengenalkan, UMM juga mendekatkan hasil penelitian dan pengabdian ini kepada masyarakat. Hendra Kusuma, kepala divisi UMKM DPPM UMM yang sekaligus menjadi koordinator gelar produk menjelaskan, 25 stan yang ditampilkan ini terhitung masih sebagian saja. Masih terdapat banyak hasil peneltian dan pengabdian masyarakat yang dimiliki UMM namun tidak bisa diperlihatkan karena keterbatasan tempat dan barang yang terlalu besar. “Seperti pengabdian masyarakat Mikrohidro itu ada sebenarnya, pembuatan jembatan juga. Namun, tidak memungkinkan dihadirkan di tempat ini,” jelas Hendra lebih lanjut. Dalam gelar produk ini, salah satu hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang sosial tentang pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di beberapa wilayah di Malang dan di Kota Batu. Salah satu Posdaya yang ada terletak di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan UMM melalui tahap analisis terlebih dahulu kemudian melakukan pelatihan yang cocok untuk daerah tersebut. Hingga saat ini Koperasi Posdaya di Kecamatan Wagir memiliki omset hingga 2 Miliar rupiah. “Kita memperbaiki kesejahteraan masyarakat di sana. Entah dari sisi pendidikan, ekonomi dan semacamnya,” jelas dosen Ilmu Ekonomi Studi Pembangun (IESP) tersebut. Tidak hanya dalam bidang sosial saja yang ditekankan, UMM juga menekankan pengabdian masyarakat dalam bidang eksakta. Di bidang tersebut, UMM melakukan pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan mikrohidro sebagai pembangkit listrik. Salah satunya di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yang hingga saat ini tidak hanya memanfaatkan mikrohidro saja. Menariknya, danau yang dibuat pembangkit listrik juga dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata. “Pengabdian dan penelitiannya bahkan berkembang hingga ke tercipta tempat pariwisata baru,” jelasnya. Di bidang ekonomi, UMM memperkenalkan galeri investasi yang memperkenalkan tentang tata cara berinvestasi dan jual beli saham. Di stan galeri investasi tersebut juga diperkenalkan bagaimana membaca dan menganalisa bursa saham yang sedang berjalan. Kampus lain yang turut berpartisipasi yakni Universitas Wisnuwardhana Malang yang memperkenalkan tas, dompet, dan baju hasil rajutan asli. Tak hanya Malang, pameran ini juga diikuti perguruan tinggi dari luar Malang. Salah satunya dari Politeknik Negeri Bandung (Polban) yang memperkenalkan penelitian bernama Rumah Pintar. (Humas UMM)