Konferensi Internasional FEB UMM: Siapkan Inovasi Bisnis di Era Global

UNTUK kedua kalinya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan International Conference on Future Business Environment and Innovation (ICOFBEI). Kegiatan yang berlangsung di UMM Dome, Rabu (9/11) ini diikuti mahasiswa FEB UMM dan sejumlah peserta tamu dari Ukraina, Malaysia, Amerika Serikat, dan China. Rektor UMM Fauzan dalam sambutannya menyatakan, mahasiswa harus memanfaatkan konferensi ini untuk menilai, kekuatan apa yang mesti dikembangkan untuk bisa berkiprah di dunia bisnis internasional nantinya. “Perkembangan bisnis saat ini harus menjadi ‘bacaan’ mahasiswa,” tuturnya. Ada tiga pakar yang menjadi pembicara dalam forum ini yakni Prof Terrill L Frantz dari Peking University China, Prof Mudrajad dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr Suhal dari Universitas Malaysia Terengganu, dan Dr DJoko Sigit Sayogyo dari UMM. Dekan FEB UMM Dr Idah Zuhroh MM menjelaskan, pertemuan ilmiah ini diharapkan mampu menjadi salah satu ikhtiar menuju internasionalisasi UMM. Selain konferensi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan presentasi paper dosen dan peneliti yang sebelumnya telah terseleksi melalui Call for Paper. “Tujuannya untuk mendapatkan review dari penelitian lain, sehingga mampu memperbaiki hasil penelitian sebelumnya. Lalu, bisa dilanjutkan dengan publikasi internsional dan didiseminasikan menjadi sumber pembelajaran,” jelas Idah Zuhroh. Terkait perkembangan ekonomi dan bisnis di Indonesia, Idah menilai pelaku ekonomi mempunyai daya saing yang setara. Di negara berkembang, SDM rendah berdampak pada kurangnya kesejahteraan perekonomian. Globalisasi adalah hal yang tidak bisa dihindari, oleh karenanya inovasi dalam berbagai bidang harus terus dikembangkan. Peran FEB UMM, lanjut Idah, yakni menghasilkan sumberdaya manusia yang berjiwa entrepreneur, sehingga ketika bekerja di mana-mana akan menggunaan prinsip manajemen agar mampu mengakselerasi tujuan pembangunan, baik di bidang pemerintahan maupun bisnis. Sementara itu menurut Prof Terrill, untuk menjadi pelaku bisnis internasional, yang terpenting selain konsep adalah eksekusi atau pelaksanaan. Eksekusi yang sukses ditandai oleh beberapa perilaku, yakni visi, keuletan, ketabahan, tekad yang kuat, banyak akal, dan siap jelimet. Menurutnya, jika ingin mengembangkan skill, maka lihatlah situasi di sekitar. Dunia bisnis selalu bertransformasi. Transformasi memang hal yang sangat sulit dilakukan, tapi ia memberikan pengaruh sangat besar untuk dunia. Dalam kacamata Terrill, hal yang harus dilakukan Indonesia saat ini adalah mempersiapkan generasi global yang siap melakukan eksekusi dan transformasi. (ich/han)

FKIP Dorong 23 Doktor Baru Perkuat Kepakaran Berbasis Riset

SEBANYAK 23 doktor baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapatkan kesempatan mempresetasikan disertasinya di hadapan peserta International Conference on Lesson Study (ICLS), pekan lalu (5/11) di UMM Dome. Disertasi-disertasi tersebut selanjutnya menjadi hasil riset yang akan dihilirisasi agar bermanfaat bagi dunia pendidikan. Wakil Dekan I FKIP UMM Dr Trisakti Handayani MM menjelaskan, melalui presentasi disertasi yang dikemas dalam acara Education Colloquium (EC) itu diharapkan gagasan dan penelitian para doktor tersebut bisa dipakai oleh pihak-pihak yang memerlukan. Hasil riset tersebut juga digunakan UMM untuk memetakan kepakaran para doktor tersebut. “Publikasi dan hilirisasi hasil disertasi tersebut sekaligus promosi ke masyarakat internasional bahwa UMM memiliki hasil penelitian dan dosen yang memiliki kepakaran di bidang tersebut. Contohnya, ada salah satu doktor dengan disiplin ilmu pendidikan biologi, namun spesifikasinya pada lingkungan. Spesifikasi inilah yang dimanfaatkan untuk masyarakat luas nantinya,” jelas Trisakti. Trisakti menilai, selama ini hasil penelitian tidak selalu bisa dinikmati masyarakat luas karena kurangnya publikasi. Melalui presentasi pada forum ICLS yang dihadiri ratusan peserta dari dalam dan luar negeri, gaung pengetahuan yang dimiliki UMM diharapkan semakin terdengar. Selain mempresentasikan disertasi, 23 doktor baru tersebut juga mendapatkan penghargaan dari UMM karena telah memiliki karya yang menjadi bukti kepakaran mereka. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh presiden Asosiasi Lesson Study Indonesia (ALSI) Sumar Hendayana PhD pada penutupan ICLS (5/11). Dekan FKIP UMM Dr Poncojari Wahono menyatakan, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian dosen. Poncojari berharap, para doktor baru ini mampu mempercepat visi UMM menjadi kampus berekognisi internasional. “Tentunya kami berharap dosen itu banyak berkarya, bisa melalui penelitian, penulisan jurnal maupun pengabdian masyarakat, sehingga bisa mendukung UMM menjadi kampus internasional berbasis riset,” ungkapnya. Tindak lanjut dari penghargaan ini, kata Trisakti, para doktor tersebut didorong untuk segera meraih gelar guru besar. “Tidak hanya pihak fakultas saja yang mendorong percepatan guru besar, namun universitas juga terus mendorong fakultas agar para doktor terus produktif. Saat ini, sudah ada 12 jurnal milik dosen FKIP yang tembus publikasi internasional dan akan terus digalangkan agar bertambah banyak,” pungkasnya. (ich/han)