UMM Inisiasi Pembentukan Asosiasi Prodi PTM dan PTA se-Indonesia

IMPLEMENTASI Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) sebagai prasyarat perguruan tinggi dalam meraih rekognisi internasional menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk membentuk asosiasi program studi (prodi) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi Aisyiyah (PTA) se-Indonesia. Hal itu diwujudkan UMM melalui gelaran “Pembentukan Asosiasi Program Studi PTMdan PTA” yang berlangsung selama tiga hari (25-27/1) di UMM Dome UMM. Kegiatan ini diikuti 180 PTM dan 6 PTA di mana masing-masing perguruan tinggi mengirimkan delegasi sesuai dengan kondisi prodi di kampusnya. Menurut ketua pelaksana kegiatan ini Drs Nur Widodo MKes, sebagian besar prodi di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS), termasuk PTM dan PTA,masih mengabaikan KPT, Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT), dan Undang-undang Perguruan Tinggi (UUPT). Hal itu terbukti dari masih sedikitnya perguruan tinggiyang meratifikasi KPT, SNPT, dan UUPT. “Alhamdulillah, UMM termasuk satu di antara sedikit perguruan tinggi yang telah memiliki Keputusan Rektor untuk memberlakukan KPT, yaitu Keputusan Rektor no 35 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan KPT bagi seluruh Prodi di UMM baik S1, S2 maupun S3,” jelas NurWidodo yang juga dosen Prodi Pendidikan Biologi ini. Dalam rangka mewujudkan KPT, Nur Widodo menguraikan 8 standar yang digunakan, yakni standar kompetensi lulusan ataui kerap disebut capaian pembelajaran, standar proses, standar materi, standar evaluasi, standar sarana prasarana, standar sumber daya manusia, dan standar pengelolaan. Hal itu disebut Nur Widodo sejalan dengan fungsi asosiasi prodi, yaitu pembentukan standardisasi kualitas,penyusunan profil lulusan, perkembangan Iptek terkait bidang keilmuan, kurikulum yangmengacu pada capaian pembelajaran lulusan, dan penyusunan bahan ajar. “Sehingga, tujuan jangka panjangnya, prodi di lingkungan PTM dan PTA akan bersama-sama menuju proses pendidikan berkemajuan,” jelas Nur Widodo.Dalam membentuk asosiasi-asosiasi ini, UMM berada di bawah bimbingan Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di lain kesempatan, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi menyatakan, KPT perlu dijadikan momentum untuk merevitalisasi pendidikan di UMM agar sebisa mungkin melampaui standar pendidikan perguruan tinggi. Dijelaskan Syamsul, ada empat dokumen yang mendasari hal ini, pertama Permenristek Dikti tentang SNPT, kedua Panduan Penyusunan KPT dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), ketiga Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PTM, dan terakhir ialah Profil Publikasi Terindeks Scopus. “Bagian-bagian itulah yang tengah ditingkatkan untuk mendongkrak mutu akademik UMM,” tukasnya. (ich/han)
UMM Tindaklanjuti Kerjasama dengan Harper Adams University

MENINDAKLANJUTI kunjungan Steve Buckle, perwakilan Harper Adams University, United Kingdom (UK) ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Oktober 2016 silam, perwakilan Harper Adams kembali ke UMM,Selasa (24/1), untuk membicarakan tindak lanjut penelitian bersama dibidang probiotik, juga pembahasan peluang kerjasama lainnya. Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM, Soeparto menjelaskan, skema kerjasama yang dibangun lewat penelitian dan jointdegree. “Untuk dapat dibiayai pihak sana, penelitian harus ada mitra dari Inggris. Selain itu, juga harus dipastikan penelitian itu akan ada perusahaan yang akan memakai. Sekarang tinggal cari mitranya dari Inggris,” kata Soeparto. Pertemuan tersebut sekaligus mempromosikan sejumlah peneliti dari UMM untuk bisa melakukan jointresearch juga dengan Harper Adams University. Seperti proposal penelitian di bidang pertanahan yang diajukan Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP). “Prof. Indah sudah kirim proposal ke sana dan sudah dikomentari. Pihak Harper Adamsakan ke sini untuk menjadi mitra penelitian itu,” lanjut Soeparto. Selain itu, skema kerjasama yang dijalin antara Harper Adamsdan UMM yakni dengan adanya join degree untuk program magister dan post-doktoral. Soeparto menyatakan, untuk mengawali program joint degree tersebut UMM mengadakan program kredit transfer. “Kalau joint degree itu khususnya S2 untuk kuliah di sana, sisanya di UMM. Mereka akan dapat ijazah dari Harper Adams University dan UMM,” terang Soeparto. Pertemuan tersebut sekaligus mempromosikan sejumlah peneliti dari UMM untuk bisa melakukan join researcht juga dengan Harper Adams University (can/han)