Puska2PB UMM Sebar 300 Relawan dalam Hitung Cepat Pilkada Kota Batu

MELALUI Pusat Studi Kewilayahan, Kependudukan dan Penanggulangan Bencana (Puska2PB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali terlibat dalam penghitungan cepat (Quick Count) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Walikota Kota Batu 2017, Rabu (15/2). Sebanyak 300 relawan dikerahkan untuk memantau jalannya penghitungan suara di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dengan penyebaranrelawanyang hampir merata,kata Yana,hitung cepat kali ini diusahakan dapat dilakukan sebaik mungkin. “Margin eror hanya 5 persen saja. Masyarakat umum juga bisa terus memantau langsung perkembangan perolehan suara mulai jam 13.05 WIB melalui laman umm.ac.id atau pilkada-batu.umm.ac.id,” jelasKetua Pelaksana hitung cepat, Yana Syafriyana Hijri, M. Ip, Rabu (15/2). Terdapat420 TPS yang tersebar di 3 Kecamatan di Kota Batu, yaitu Kecataman Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo. “Kami menjadikan 300 TPS sebagai sampelyang dianggap bisa mewakili dari keseluruhan TPS yang ada. Itu sama dengan 71,43 persen dari keseluruhan TPS,” terang Yana. Berbeda dengan penyelenggaraan Quick Count sebelumnya, sistem pelaporan Quick Count Pilkada kali ini memanfaatkan perangkat lunak berbasis web (Web Base). Perangkat garapan Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM ini membekali tiap relawan dengan aplikasi yang diunduhnya melalui ponsel pintar berbasis Android. Dengan demikian data perolehan relawan di masing-masing TPS selanjutnya dikirim langsung ke server. “Hasil perhitungan suara melalui Quick Count  mulai dapat dipantau sejak pukul 13.05 dan hasil final penghitungan suara bisa dilihat pukul 16.00 WIB. Semua hasil yang muncul bisa dikatakan mendekati hasil sebenarnya,” imbuh Yana. Yana melanjutkan,keterlibatan UMM dalam hitung cepat merupakan salah satu cara untuk memberikan pembelajaran kepada mahasiswa. “Semua relawan berasal dari mahasiswa dan ini merupakan bentuk pembelajaran yang nyata kepada mahasiswanya tentang berdemokrasi yang benar,” jelas Yana. (jal/can)

UMM Buat Aplikasi Quick Count Berbasis Web untuk PILKADA Kota Batu

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang melalui Pusat Studi Kewilayahan, Kependudukan, dan Penanggulangan Bencana (Puska2PB-UMM) menyelenggarakan Quick Count atau perhitungan cepat perolehan suara dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Batu, Rabu (15/2). Untuk memastikan data dari relawan yang disebar ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) terjamin keabsahannya, UMM membuat perangkat lunak aplikasi khusus Quick Count berbasis web (Web Base). Perangkat garapan Lembaga Informasi  dan Komunikasi (Infokom) UMM ini setidaknya mengerahkan 10 tenaga ahli yang selama masa perhitungan siap siaga mengamati setiap data yang masuk ke server. “Data ini diperoleh dari relawan yang mengamati langsung di lapangan,” kata Kepala Lembaga Infokom Ir. Suyatno, M.Si saat ditemui Rabu (15/2). Sistem kerjanya, diterangkan Suyatno, masing-masing relawan dibekali ID User untuk aplikasi yang diunduhnya lewat ponsel pintar berbasis Android. “Jadi relawan tidak harus menunggu selesai perhitungan. Setiap saat perolehan suara bisa diinputkan ke aplikasi tersebut.” terangnya. Dari 420 TPS, sebanyak 71.43 persen atau 300 TPS yang dijadikan sampel pemungutan suara. Dari jumlah TPS yang jadi sampel Quick Count tersebut, sebanyak 107.144 orang pemilih yang datanya masuk ke server.  “Tingkat partisipasi dari sampel yang kami data juga akan terekam,” ungkapnya. Data yang masuk nantinya akan disajikan dalam 3 format tampilan, yakni diagram batang, diagram pie serta tabel. Masyarakat juga bisa turut memantau langsung setiap perkembangan perolehan suara melalui laman umm.ac.id atau pilkada-batu.umm.ac.id.  “Masyarakat sendiri yang memilih tampilan perolehan suara berdasarkan 3 format tampilan tadi,” imbuh Suyatno. “Pada Pilkada sebelumnya juga kami sudah diminta membuatkan aplikasi serupa, hanya saja metodenya masih klasik, yakni masih menggunakan media bantu berupa pesan singkat atau SMS. Selain biayanya mahal, tidak bisa update setiap saat,” jelas Suyatno. Namun demikian, dari seluruh perolehan data tersebut baru berupa prediksi dan masih bersifat sementara. Selain itu, perolehan tersebut bukan merupakan hasil resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum, Red.) Kota Batu. (can)