Fasilitasi Mahasiswa dan Dosen Belajar Bahasa Inggris, UMM Hadirkan Toastmaster

DALAM rangka memfasilitasi mahasiswa dan dosen meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya, American Corner Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan sebuah organisasi non profit yang bergerak di bidang komunikasi dan kepemimpinan, Toastmasters Indonesia menggelar kelas di American Corner UMM (4/3). Kepala American Corner Dr. Habib MA menyatakan, Toastmasters merupakan organisasi yang sangat menunjang setiap mahasiswa bahkan dosen untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Menurut Habib, mahasiswa maupun dosen masih sangat perlu untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris setiap waktu. “Saya dulu 20 tahun berdiam di Amerika, dan sekarang masih perlu ditingkatkan juga dengan forum seperti ini,” jelasnya. Sebelumnya UMM pernah melakukan kerjasama serupa pada 2008 lalu.  Habib juga menjelaskan, Toastmasters merupakan kelas yang sangat jarang bisa diadakan di universitas. Untuk saat ini, di Malang hanya Universitas Ma-Chung yang mengadakan Toastmasters secara rutin. “UMM akan segera mengadakan juga, tapi tergantung animo dari mahasiswa dan dosen,” imbuh Habib. Habib mengharapkan animo mahasiswa dan dosen untuk mempelajari bahasa Inggris tinggi. Ke depannya, lanjut Habib, akan diakan toastmasters untuk memfasilitasi mahasiswa dan dosen agar terbiasa berbicara menggunakan bahasa Inggris. “Terkadang kita berbicara tidak seluruhnya benar. Grammar misalnya, dalam berbicara masih sering kita kurang tepat penggunaan grammarnya. Jadi perlu dilatih dari sini,” ungkap Habib. Senada dengan Habib, Asisten rektor bidang kerjasama UMM Soeparto menyatakan, Toastmasters merupakan komunitas yang mengajarkan banyak tentang berbicara di depan umum. “Perlu kebiasaan dan lingkungan yang bagus agar public speakingnya semakin bagus,” kata Soeparto. Dalam public speaking, lanjut Soeparto, setiap orang benar-benar dapat mengatur publik sekaligus dapat mengatur apa yang akan dibicarakan. “Ini perlu untuk kebutuhan internasional yang saat ini juga sedang digencarkan kampus,” jelasnya. (jal/can)

UMM Inisiasi Penerapan Smart Village di Jawa Timur

MELALUI kerjasama dengan organisasi jaringan pemuda internasional Head, Heart, Hands, and Health (4H) Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi inisiator dalam mewujudkan smart village yang akan diterapkan di sejumlah daerah di Jawa Timur dalam waktu dekat. Presiden 4H Indonesia Prof. Laode Masihu Kamaluddin, M. Sc, M. Eng dalam lawatannya ke UMM Jumat (3/3) menerangkan, smart village merupakan gagasan yang sudah dilakukan di berbagai negara. Ia menyebutkan, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Thailand dan beberapa negara di Eropa sudah menerapkan sistem smart village ini. Dalam konsepnya, Perguran Tinggi (PT) secara aktif dilibatkan dalam mewujudkan smart village tersebut. “PT diberi tanggungjawab penuh untuk melakukan smart village,” jelas Laode. Tidak bekerja sendiri, PT juga harus menggandeng pengusaha, pemerintah dan juga masyarakat untuk menjalankan program tersebut. Tujuannya dibangun smart village untuk mensejahterakan masyarakat desa. Targetan yang paling sederhana, setiap kepala keluarga di satu desa berpenghasilan 6,6 juta per bulan. “Dalam satu desa nantinya akan memiliki 4 sumber penghasil uang seperti sawah, peternakan sapi, green house dan desa wisata,” ungkapnya di hadapan seluruh kepala program studi dan jajaran dekanat seluruh fakultas. Dengan memaksimalkan seluruh fasilitas yang semuanya dibuat oleh masyarakat desa itu sendiri, maka desa secara mandiri akan menjadi desa wisata yang bakal menaikkan penghasilan warga desanya. “Selain itu, investor maupun pengusaha dapat tertarik datang ke desa untuk menanamkan modalnya,” jelas Laode yang merupakan Rektor Universitas Lakidende (Unilaki) itu. Dengan ekonomi yang mandiri, masyarakat desa dapat dengan sendirinya membangun desa. Jika setiap desa menerapkan sistem smart city itu, maka di dalam desa paling tidak uang akan berputar di dalam desa sebesar 23,8 Miliar per tahun. Program smart village ini juga mendapat dukungan dari Direktorat Peningkatan Saran dan Prasarana Kementerian Desa RI. Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangi nota kesepahaman (MoU) antara UMM dan 4H Indonesia. Kerjasama yang dilakukan yaitu membangun sinergi dalam kegiatan pengembangan pemuda, ketahanan pangan dan pedesaan di Jawa Timur. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM Fauzan menyatakan, UMM akan mendukung program tersebut lewat kebijakan pengembangan program kemahasiswaan yang mencintai desa dan mengembangkan pedesaan. Selain itu, UMM akan mendukung sarananya, baik pengetahuan maupun teknologi di bidang pertanian, serta pengembangan tanaman pangan. “UMM akan mendorong mahasiswa untuk mengabdi pada masyarakat khususnya di desa dan di bidang pertanian,” ungkap Fauzan. (jal/can)