UMM Pecahkan Rekor Penonton Terbanyak Talkshow I’m_Possible

TAK heran jika host Talkshow I’m_Possible garapan televisi swasta Metro TV, Merry Riana, berkali-kali meluapkan kegembiraannya atas gelaran I’m_Possible di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (23/3). Bagaimana tidak, event yang diadakan di hall UMM Dome ini diikuti 3.750 penonton, yang merupakan jumlah penonton terbanyak dibanding tour-tour I’m_Possible sebelumnya. Selain Merry Riana dan duet host-nya yaitu komedian Setiawan Tiada Tara, talkshow I’m_Possible kali ini menghadirkan bintang tamu para punggawa klub sepakbola asal Malang, Arema, yaitu kiper Kurnia Sandi, kapten Ahmad Al-Farizi dan coach Aji Santoso. Para punggawa Arema tersebut bercerita tentang penjalanan dan lika-liku perjuangan Arema mulai dari klub gurem hingga klub penuh prestasi seperti sekarang ini. Dari talkshow ini, Merry Riana menuturkan, masing-masing peran dari para punggawa Arema tersebut bisa menjadi pelajaran dan inspirasi bagi kita dalam meraih mimpi. Posisi kapten memuat pelajaran agar kita mampu menjadi kapten atau pemimpin bagi diri kita sendiri, posisi kiper adalah tentang menjaga integritas agar jangan sampai kebobolan, dan peran coach menandai bahwa bila kita sudah mencapai mimpi, jangan lupa untuk berbagi ilmu pada yang lain. Tak lupa, Merry juga sempat memberi pesan spesial bagi civitas akademika, ia meminta agar mahasiswa UMM berhenti taking notes dan segera beranjak pada taking action. “Stop taking notes and start taking action, karena gak ada gunanya dicatet-catet kalau gak dipraktekkan. Nyatet boleh, tapi yang lebih penting lagi harus take action karena itulah kunci sukses Merry Riana. Kalau saya bisa, mahasiswa UMM juga pasti bisa. I Love UMM,” ucapnya. Sebelum dimulainya talkshow, Rektor UMM Fauzan sempat memotivasi para mahasiswa agar menjadi mahasiswa maximize, dan jangan menjadi mahasiswa minimize. “Mahasiswa minimize itu yang suka datang telat dan suka cari-cari alasan atas kegagalannya, sementara mahasiswa maximize itu mahasiswa yang disiplin dan selalu mencari cara agar sukses,” papar Fauzan. Selain itu, event kali ini juga menampilkan sejumlah talenta mahasiswa UMM, di antaranya penampilan UKM Paduan Suara UMM Gita Surya dan StandUp Comedian yang juga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMM Vito Ditapradja. Sehari setelahnya (24/3), UMM Dome dimeriahkankan oleh talkshow Kick Andy yang merupakan rangkaian dari Metro TV on Campus 2017 di UMM. Talkshow Kick Andy mengangkat tema “Yang Muda, Yang Peduli” menghadirkan bintang tamu duta pariwisata Nadine Chandrawinata, pendiri café tunarungu Fingertalk Indonesia Dissa Syakina Ahdanisa, dan para personil group band Cokelat. Selain Kick Andy pada 2008 dan Metro TV on Campus pada 2017 ini, untuk kesekian kalinya Metro TV telah menggandeng UMM menyukseskan event besarnya, beberapa di antaranya yaitu Talkshow Mata Najwa pada 2012, 2013, dan 2015, belum lagi rangkain event yang menyertainya seperti Wide Shot dan StandUp Campus Tour. (ich/han)

UMM Wakili Indonesia di Kontes Robot Internasional di Amerika Serikat

ETELAH sebelumnya menjadi 10 besar dalam lomba mobil listrik pada kompetisi International Shell Eco Marathon Asia 2017, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mewakili Indonesia untuk tampil dalam kontes robot internasional di Trinity College Amerika Serikat. Dalam kontes bertajuk Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) tersebut sebanyak tiga tim dari UMM akan mewakili Indonesia untuk berkompetisi di kategori robot pemadam kebakaran. Tiga tim yang akan bertanding yaitu Tim Dome_Mu, Tim Unmuh Malang dan Tim InaMuh. Diutusnya UMM mewakili Indonesia dalam ajang internasional tersebut merupakan kelanjutan dari perlombaan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). Pada KRPAI Berkaki 2016 UMM berhasil meraih juara satu sekaligus penghargaan desain dan artistik terbaik. “Sebanyak lima mahasiswa dan dosen pembimbing akan berangkat ke Amerika pada 29 Maret 2017 nanti,” jelas Ketua Rombongan, Ir. Alik Ansyori Alamsyah, M.T. Selain Alik Ansyori, empat orang lainnya yang ikut rombongan yaitu Ir. Muhammad Irfan, M.T. sebagai pembimbing, serta Ikhlal Aldhi Wijaya, Imam Fatoni dan Salis Muchtar Fadhilah sebagai perwakilan dari setiap tim. Robot UMM memiliki beberapa keunggulan dilihat dari beberapa aspek. Dari segi desain, kata Alik, robot UMM memiliki dimensi yang sangat kecil jika dibandingkan robot lain. Alik menjelaskan, dengan dimensi yang kecil, robot UMM akan dengan mudah menghindari halangan yang berada dalam arena. “Setiap tahunnya robot UMM selalu mendapatkan penghargaan desain terbaik karena dimensi yang kecil itu,” ujar Alik lebih lanjut. Pada kompetisi TCFFHRC nanti, misi yang harus dilakukan adalah mencari dan memadamkan api lilin di arena lapangan. Robot yang paling cepat memadamkan lilin akan dinyatakan sebagai pemenang. “Dengan kecepatan robot yang sudah teruji pada KRI 2016, di perlombaan internasional ini robot UMM optimis akan menjadi yang tercepat lagi,” ujar Alik. Dalam hal ketepatan, robot yang akan dilombakan selama satu minggu (1-7 April2017) tersebut dinekali dengan delapan sensor ultrasonik dan dua sensor infra merah sebagai sensor jarak. 10 sensor ini dibekali agar mudah mendeteksi posisi lilin dan dapat menjangkau lilin dengan cepat. Selain itu, robot UMM juga dibekali sensor flame UVTRON-R9454 untuk mendeteksi apililin. Sensor ini sangat baik jika dibandingkan dengan sensor flame yang lain, karena sensor ini hanya menangkap cahaya UV dengan jangkauan spectrum 185 Nanometer (nm) sampai 260 nm, dimana jangkauan itu hanya dimiliki oleh gas api. “Artinya robot UMM nantinya tidak akan salah dalam mendeteksi api lilin yang ada,” ungkap Alik saat pelepasan tim bersama Rektor UMM. Rektor UMM Fauzan mengatakan, semua mahasiswa yang bertanding ke tingkatan apapun akan diapresiasi oleh UMM. Semuanya diberikan beasiswa berupa bebas tanggungan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Selain itu, semua karya yang telah dibuat oleh dosen dan mahasiswa ini nantinya akan dipamerkan dalam festival inovasi dan karya. “Agustus nanti akan digelar festival itu untuk memacu semangat yang lain agar terus menciptakan inovasi dan karya,” jelas Fauzan. (jal/han)

Kedua Kalinya, Talkshow Kick Andy Meriahkan UMM Dome

UNTUK kedua kalinya, event talkshow garapan televisi swasta Metro TV, Kick Andy, menggandeng Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/3) di UMM Dome. Sebelumnya, pada 2008 gelaran yang sama juga diadakan di UMM menghadirkan bintang tamu utama penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Kali ini, tema yang diangkat Kick Andy yaitu “Yang Muda, Yang Peduli” menghadirkan bintang tamu duta pariwisata Nadine Chandrawinata, pendiri café tunarungu Fingertalk Indonesia Dissa Syakina Ahdanisa, dan para personil group band Cokelat. Rektor UMM Fauzan berharap, Kick Andy tidak berhenti menebar virus kebaikan melalui inspirasi para bintang tamu yang dihadirkan. Mengamini hal tersebut, host Kick Andy, Andy Flores Noya, menyebut dukungan dan fasilitas yang diberikan UMM dalam penyelenggaraan acara ini merupakan berkah bagi Kick Andy sehingga dapat terus bersama-sama menebar virus kebaikan. “Ini kedua kalinya saya berada di UMM, terima kasih atas dukungannya yang luar biasa. I Love UMM,” kata Andy. Tema “Yang Muda, Yang Peduli” sengaja diangkat dalam talkshow kali ini karena sesuai dengan karakter UMM sebagai kampus yang melahirkan inspirasi bagi kaum muda. Salah satu yang disebut Andy yaitu keberhasilan kelompok Guys Pro UMM dalam merubah daerah kumuh menjadi kampung warna-warni Jodipan. Di akhir acara, Andy turut mengundang Nabila dkk dari Guys Pro UMM untuk tampil di atas panggung bersama inspirator Malang lainnya. Sebelumnya, pada 18 November 2016, Andy mengundang Nabila dkk untuk berbagi inspirasi di acara Kick Andy. Bintang tamu pertama pada gelaran Kick Andy kali ini, Nadine, pada kesempatan kali ini mengajak lebih dari 5000 penonton yang memadati UMM Dome untuk pada menjaga kesegaran lingkungan. Nadine bercerita tentang perjuangan yang ia lakukan melalui komunitas peduli lingkungan yang ia dirikan, yaitu Sea Soldiers, di mana ia meyakini laut adalah pusaran dari kepedulian manusia pada lingkungannya. Sementara itu pendiri café tunarungu Dissa menceritakan tentang usahanya agar para penyandang tunarungu dapat memperoleh hak dan kesempatan bekerja yang setara dengan orang pada umumnya. Setelah melanglang ke berbagai negara untuk membantu kaum tunarungu, Dissa mengisahkan, ia akhirnya kembali ke Indonesia untuk berkiprah bagi bangsanya. Dissa tak lupa mengisahkan tentang penghargaan yang secara khusus diberikan mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama atas kiprahnya tersebut. Suasana talkshow kian seru karena menghadirkan para personil band Cokelat yaitu vokalis Jackline Rossy Natalia, gitaris Edwin Marshal Sjarif dan bassist Ronny Febry Nugroho. Di awal talkshow, Cokelat menyanyikan lagu “Bendera” diiringi lambaian ribuan bendera mini merah putih oleh para penonton. Lagu ini menandai kecintaan dan kepedulian anak Indonesia pada bangsanya. Di sela-sela itu, vokalis band Cokelat Jackline Rossy sempat mengungkapkan kekagumannya pada UMM. Ia menilai UMM sebagai kampus yang sangat indah dan menyenangkan. “Wah sayang sekali dulu saya tidak kuliah di sini. Kalau suatu saat saya ada kesempatan untuk kuliah lagi, pasti saya pilih UMM,” kata Jackline yang disambut applause penonton. Sehari sebelumnya (23/3), UMM Dome juga dimeriahkan oleh Talkshow I’m_Possible yang menjadi rangkaian dari Metro TV on Campus 2017 di UMM. Selain Kick Andy pada 2008 dan 2017, untuk kesekian kalinya Metro TV telah menggandeng UMM menyukseskan event besarnya, beberapa di antaranya yaitu Talkshow Mata Najwa pada 2012, 2013, dan 2015, belum lagi rangkain event yang menyertainya seperti Wide Shot dan StandUp Campus Tour. (can/han)