Muhammad Syukron Eko, Alumni UMM yang Terpilih Jadi Ketua PPI Polandia

MUHAMMAD Syukron Eko begitu lekat dengan Polandia. Sewaktu menjadi mahasiswa strata satu di Jurusan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Syukron berkesempatan studi selama dua semester di Politechnika Lubelska Polandia pada 2013-2014 melalui beasiswa pertukaran Erasmus Mundus. Dua tahun setelahnya, yaitu pada 2016 lalu, tak lama selepas meraih gelar Sarjana Komputer (S.Kom) di UMM, Syukron kembali berangkat ke Polandia untuk menempuh studi master di University of Warsaw dengan beasiswa dari pemerintah Polandia, yaitu Ignacy Łukasiewicz Scholarship. Tak heran jika pada akhirnya Syukron dipercaya oleh para mahasiswa Indonesia yang saat ini tengah kuliah di Polandia untuk menjadi ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Polandia. “Ini amanah yang tidak ringan bagi saya, namun berbekal pengalaman organisasi selama di UMM, serta dukungan teman-teman di sini, saya yakin PPI Polandia akan lebih maju,” tuturnya. Selama kuliah di UMM, Syukron memang sangat proaktif terlibat dalam sejumlah organisasi kemahasiswaan maupun komunitas sosial dan internasional. Beberapa di antaranya yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), International Language Forum (ILF) UMM, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Informatika UMM. Ia juga aktif di organisasi internasional ASEAN Youth Leader Association (AYLA) serta komunitas belajar Akademos dan Rumah Inspirasi Malang. Syukron berharap, dengan terpilih sebagai ketua PPI Polandia, ia dapat lebih mengenalkan kesenian dan kebudayaan Indonesia pada masyarakat Eropa umumnya, dan warga Polandia khususnya. Setelah resmi dilantik pada 1 April 2017 ini, Syukron berencana merumuskan sejumlah gelaran budaya, bekerjasama dengan kedutaan besar Polandia, Warung Indonesia Polandia, lembaga kesenian gamelan serta berbagai instansi dan lembaga terkait. Dengan berbagai gelaran budaya, Syukron ingin berkontribusi langsung bagi kemajuan dan perkembangan PPI Polandia. Salah satu strateginya, lanjut Syukron, ialah memperkenalkan eksistensi PPI Polandia ke masyarakat luas melalui media massa. “Kami juga akan melakukan siaran pendidikan, termasuk mengadakan event sosial dan keagamaan melalui siaran langsung PPI TV Polandia,” jelas Syukron. (jal/han)

Puska-PB UMM Latih Masyarakat Terdampak Banjir Jadi Wirausaha

PRIHATIN akan kondisi kelurahan Bareng, Malang, Jawa Timur, yang kerap menjadi lokasi langganan banjir, Pusat Studi Kewilayahan, Kependudukan, dan Penanggulangan Bencana (Puska-PB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelatihan peningkatan ekonomi masyarakat terdampak bencana, tepatnya di RW VII dan VIII. Pelatihan ini, menurut  tenaga ahli bidang ekonomi Puska-PB UMM Eka Kadharpa Utama Dewayani, dimaksudkan untuk memberikan pengarahan, bekal, maupun ilmu untuk berwirausaha agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Lokasi yang dipilih disebutnya memang merupakan langganan banjir, dan sering sekali mereka harus menganggur ketika banjir tersebut datang. “Kebanyakan dari mereka bukan pengangguran tetapi pekerja musiman dan bahkan serabutan. Jadi kami ingin memberikan bekal wirausaha untuk mereka,” ujar tenaga ahli bidang ekonomi Puska-PB UMM Eka Kadharpa Utama Dewayani. Pelatihan yang diberikan berupa wirausaha di bidang konveksi, makanan-minuman, dan budidaya jamur. “Ketiga bidang wirausaha tersebut dipilih setelah mendapat persetujuan warga sebelumnya. Dalam pelatihan dihadirkan para pelaku bisnis tiga bidang tersebut, yang nantinya bersama dengan UMM akan membimbing masyarakat,” tambahnya. Tak hanya itu, konsep pelatihannya juga dilakukan lebih mendalam. Diawali dengan mendalami materi oleh akademisi yakni dalam hal manajemen pemasaran, operasional, akutansi pembukuan, pemasaran online, dan juga studi kelayakan bisnis. “Kami tak ingin hanya sekadar memberikan pelatihan produksi saja. Kami sepakat untuk mendampingi mulai dari produksi sampai dengan pemasaran, agar nantinya kegiatan ekonomi ini dapat benar-benar meningkatkan pendapatan masyarakat,” lanjutnya. Tak hanya itu, UMM juga akan mengadakan business visit atau berkunjung ke beberapa tempat produksi bidang-bidang tersebut. Hal tersebut demi meningkatkan produksi dan kualitas barang binaannya. “Kami nanti akan berkunjung ke Blitar dan Tulungagung, untuk belajar terkait ketiga bisnis ini,” lanjutnya. Program pelatihan wirausaha ini akan dilakukan selama lima bulan masa pendampingan, dengan 40 peserta dari warga sekitar. (yun/oci/han)