Diikuti 540 Mahasiswa dari 78 Negara, Ini Rangkaian Acara Gathering Darmasiswa di UMM

SEBELUM kembali ke negaranya masing-masing, sebanyak 540 mahasiswa asing dari 78 negara yang selama setahun terakhir belajar di berbagai kampus di Indonesia, akan mengikuti International Gathering di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin-Kamis (8-11/5). Ke-540 mahasiswa tersebut merupakan penerima beasiswa Darmasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. “Ini adalah bagian dari soft diplomacy. Mereka disiapkan menjadi duta Indonesia di berbagai belahan dunia,” kata Ketua Panitia International Gathering, Soeparto. Selama kegiatan, para warga asing itu mendapatkan penguatan informasi tentang bahasa, budaya, dan pariwisata Indonesia. Tak hanya pembekalan, mereka juga akan menampilkan berbagai pertunjukan, seperti nyanyian daerah, lagu-lagu nasional, hingga menari. “Pengalaman menampilkan budaya Indonesia ini akan berguna kelak di negara masing-masing, ketika mereka diundang untuk tampil pada kegiatan kedutaan besar Indonesia,” jelas Soeparto yang juga Asisten Rektor UMM Bidang Kerjasama ini. Sementara itu Koordinator Sie Acara Muhammad Isnani menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai dengan kirab peserta Darmasiswa di hari pertama (8/5) dari depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 UMM melewati Heliped UMM dan diakhiri di UMM Dome yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan kegiatan. Di hall UMM Dome, acara pembukaan diwarnai dengan Welcoming Dance Reog dan Gita Surya UMM, serta penampilan dari para mahasiswa asing di antaranya tari topeng, tari kecak, tari rampak rebana, tari randai, dan musikalisasi puisi. Di malam harinya, para mahasiswa asing itu beranjak menuju Balai Kota Batu untuk makan malam bersama Walikota. Di hari berikutnya, Selasa (9/5), acara kembali dilanjutkan dengan kegiatan seni-budaya seperti pentas musik, tarian dan komedi tunggal oleh perwakilan mahasiswa asing di Theater UMM Dome, serta dilanjutkan dengan perlombaan permainan tradisional di Heliped UMM. Malamnya, bertempat di Sengkaling Kuliner UMM, diadakan nonton bareng video blog (vlog) karya mahasiswa asing peserta Darmasiswa dan pengumuman pemenang lomba vlog. Menutup rangkaian acara, lanjut Isnani, pada Rabu (10/5), para peserta diajak ke destinasi wisata Gunung Bromo. Di sana, para warga asing itu akan menikmati sunrise di Pananjakan, explore Gunung Bromo, dan menyaksikan pertunjukan seni budaya Pasuruan. Dari Gunung Bromo, para mahasiswa itu kembali ke UMM di hari berikutnya, Kamis (11/5). Soeparto menerangkan, terpilihnya UMM sebagai tuan rumah event bergengsi ini tak hadir begitu saja. UMM mendapatkan amanah dari Kemdikbud RI sejak 2015 silam. Hal ini dikatakan Soeparto berdasarkan berbagai pertimbangan, di antaranya lokasi yang strategis, kelengkapan infrastuktur dan fasilitas serta sumber daya manusia. “Hal ini menjadi poin penting bagi UMM untuk mencapai rekognisi internasional,” kata Soeparto. Untuk mendukung kegiatan ini, sebanyak 85 mahasiswa UMM dari berbagai program studi ikut andil sebagai pendamping (buddy) bagi mahasiswa asing. Selain menambah pengalaman, para buddy ini akan punya kans lebih besar dalam hal jejaring internasional. “Mereka akan mendapatkan poin kredit yang akan menjadi pertimbangan tersendiri ketika mereka ingin mengikuti pertukaran atau studi ke luar negeri,” pungkas Soeparto. (ich/han)

Naikkan Standar Kelulusan, Peminat UMM Justru Meningkat

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar tes tulis bagi 2.756 calon mahasiswa baru (camaba) jalur reguler gelombang I, Senin (8/5). Setelah melakukan tes tulis, camaba langsung mengikuti tes wawancara di masing-masing program studi (prodi). Sementara, hasil tes tulis dan wawancara akan diumumkan pada Jumat (12/5) mendatang. Sebelumnya, sebanyak 2.844 camaba dinyatakan diterima akhir bulan lalu (28/4). Jumlah ini merupakan camaba yang lolos melalui jalur undangan dari total 9.108 peminat. Meski dinyatakan lolos tanpa tes tulis, camaba yang tersaring melalui jalur prestasi akademik maupun non-akademik ini wajib mengikuti tes wawancara dan herregistrasi pada Selasa hingga Kamis (2-4/5) pekan lalu. Sekretaris unit Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Dr Moh Mahfud Effendi menyatakan, jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur undangan ini meningkat dibandingkan tahun lalu. “Peningkatan mencapai 146%, tahun lalu jumlah yang diterima sebanyak 1.944. Tahun ini, meski standar nilai rata-rata naik dari 75 menjadi 80, tapi antusias camaba untuk mendaftar di UMM juga meningkat,” terang Mahfud. Mahfud menambahkan, tes wawancara dilakukan untuk mengetahui kualitas dan motivasi calon mahasiswa baru sesuai dengan kebutuhan masing-masing prodi. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin menyatakan meski mengalami peningkatan, jumlah peminat UMM terbilang stabil di tiap tahunnya. Ia juga mengatakan, UMM tetap menomorsatukan kualitas mahasiswa yang akan diterima, baik melalui jalur undangan maupun reguler. “Meski diterima tanpa tes tulis, tapi kualitas mahasiswa yang diterima jalur undangan tetap menjadi poin utama. Peminat UMM meningkat tiap tahunnya, standar nilai pun meningkat, tes wawancara adalah salah satu cara untuk mengetahui kualitas mahasiswa tersebut,” ujarnya. (ich/han)