Lagi, UMM FM Juarai Lomba Siaran Nasional

SETELAH sukses menjuarai lomba siaran pada April lalu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), UMM FM kembali menyabet juara pertama pada Festival Broadcasting yang diadakan oleh UKM Radio Universitas Negeri Semarang pertengahan Juli lalu. Adalah Aan Marendah dan Nata Rinaldi, dua mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi angkatan 2015 yang berhasil mengalahkan 40 pasangan peserta se-Indonesia. Dikatakan Aan, kekompakan dan wawasan seputar lagu menjadi keunggulan mereka hingga meraih juara. “Kekompakan, ketenangan saat siaran, keluasan wawasan seputar lagu dan materi, serta humor yang tak terlalu banyak menjadi keunggulan kami,” ujar Aan. Dibandingkan lomba sejenis sebelumnya, tantangan kali ini dirasakan Aan dan Nata lebih berat. Lantaran, kemampuan lawan sudah tak diragukan. Terlebih, peserta tak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tapi juga penyiar radio swasta. “Tantangan terberat kami adalah penyiar radio kampus UGM, karena dari segi vokal dan waktu juga tepat,” imbuh Aan. Lomba siaran terdiri dari tiga babak. Babak penyisihan pertama dan kedua, mereka diminta membawakan program selama tiga menit, meliputi opening, content, dan closing. Sementara babak semifinal, mereka membawakan program bertema traveling dan tips menyembuhkan patah hati selama empat menit. Tak hanya lomba siaran, kegiatan bertema “You are the Future of an Extraordinary Entertainer” ini juga mengadakan workshop dan seminar public speaking mengundang praktisi professional, di antaranya presenter TVRI Semarang dan penyiar radio di Semarang. (ich/han)

KKN UMM Sosialisasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar

SEJUMLAH mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Kuliah kerja Nyata (KKN) 153 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi anti-bullying di sejumlah sekolah dasar (SD) yang ada di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksakan secara bergiliran dimulai dari SDN  01 Ternyang hingga SDN 04 Ternyang, pada 5-8 Agustus 2017. “Tujuan kegiatan ini untuk mengurangi tindak kekerasan pada anak. Juga untuk menciptakan suasana kondusif di lingkungan sekolah. Apalagi, sekarang kan marak tindakan bullying di lingkungan sekolah,” tutur Anita Andromeda, mahasiswa Psikologi UMM selaku panitia acara. Anita berharap, dengan diadakannya sosialisasi ini sekolah dapat menjadi lingkungan yang nyaman sebagai salah satu tempat belajar anak. “Tanpa kita sadari bullying merupakan salah satu penghambat anak untuk belajar dan berkembang,” sambungnya. Dalam acara tersebut para siswa terlihat begitu antusias dengan materi yang diberikan secara komunikatif oleh pemateri dari KKN 153 UMM. Selain diberikan materi, para siswa juga sesekali diajak bermain game dan menonton film agar sosialisasi berjalan menarik. Kepala Sekolah SDN 01 Ternyang Endang Sumarsih mengaku sangat berterima kasih atas inisiasi KKN 153 UMM yang telah memberikan materi bullying pada para siswa di sekolahnya. “Ke depan, semoga tidak ada lagi tindakan bullying di desa Ternyang, termasuk di sekolah kami,” tuturnya. Di akhir acara, semua peserta dibagikan sertifikat yang bertuliskan ‘Saya Tidak Akan Melakukan Tindakan Bullying” pada seluruh peserta. Selain itu, agar acara lebih menarik, dilakukan cap tangan dengan cat warna-warni sebagai simbol anti-bullying pada siswa-siswi di sekolah. (ai/orp/han)

Nobar Gerhana Bulan via Astrofotografi Jadi Edukasi Bagi Masyarakat

MENYAKSIKAN gerhana bulan melalui astrofotografi bersama warga Malang menjadi tradisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal ini disebut Kepala Badan Pemakmuran Masjid AR Fachruddin UMM Syamsurizal Yazid diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat. “Proses pengamatan Bulan via Astrofotografi selalu digelar UMM pada kesempatan gerhana lainnya,” kata Syamsurizal. Termasuk, pada momen Gerhana Bulan Parsial yang terlihat di langit Malang Selasa (8/8) dini hari. Warga Malang khususnya masyarakat di sekitar UMM berkesampatan menyaksikan langsung fenomena alam ini di Masjid AR Fachruddin UMM selepas menggelar shalat gerhana bulan berjamaah atau Shalat Khusuf yang dimulai pukul 00.30 WIB dini hari. Diterangkan Ketua Program Studi Ahwal Syakhsiyah Fakultas Agama Islam (FAI) UMM Idaul Hasanah, astrofotografi merupakan jenis khusus fotografi yang digunakan untuk merekam gambar objek astronomi dan area luas dari langit malam hari. Dalam konteks gerhana, astrofotografi digunakan sabagai teknologi khusus untuk riset antariksa. Terkait peristiwa gerhana bulan sebagian ini, kata Idaul, hal itu terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan. “Peristiwa gerhana Bulan akan terjadi pada fase purnama dan bisa diprediksi,” jelasnya. Adapun fase gerhana sebagian ini berlangsung selama 1 jam 56,6 menit. Sementara awal kontak Gerhana pada pukul 00:22:55 WIB dan akhir kontak Gerhana pada pukul 02:18:10 WIB. “Selain di Indonesia, gerhana ini juga bisa dilihat di Samudera Pasifik serta di bagian Timur Asia dan Australia saat bulan terbenam.” Berdasarkan rilis website resmi Badan Meteorologi dan Geofisika, pada tahun 2017 diprediksi terjadi empat kali gerhana, antara lain, pertama Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 11 Februari 2017 yang dapat diamati dari Indonesia bagian Barat, Gerhana Matahari Cincin (GMC) 26 Februari 2017 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 7-8 Agustus 2017 yang terjadi malam tadi, dan Gerhana Matahari Total (GMT) 21 Agustus 2017 yang tidak dapat diamati di wilayah Indonesia. (can/han)