UMM Fasilitasi UMKM Binaan Standardisasi Produk

MENINDAKLANJUTI kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM menyelenggarakan workshop standardisasi produk di Ruang Sidang Program Studi Manajemen GKB II, Selasa (15/7). Workshop dihadiri 30 pelaku industri pangan binaan UMM. Hadir sebagai pemateri Kepala Sub. Bidang Sistem dan Evaluasi Diklat Standarisasi Kristanti Andriani. Ia memaparkan tentang proses sertifikasi SNI. Selain itu, peserta juga dikenalkan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang disampaikan oleh trainer BSN, Novia Priyani. Melalui kegiatan ini, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) binaan UMM bidang pangan memperoleh pelatihan terkait proses produksi, pemilihan bahan baku, sistem produksi, pemilihan lokasi produksi. Sehingga diharapkan UKM binaan tersebut dapat menghasilkan produk dengan mutu yang baik, aman, tidak mengandung bahan-bahan berbahaya dan memenuhi SNI. “Workshop tersebut diharapkan dapat memperkuat grass road UKM binaan agar mereka berdaya sehingga UMM dapat memberikan sumbangsih untuk masyarakat sekitar”, ungkap Kepala Publikasi dan Jurnal Ilmiah DPPM, Novin Farid di sela acara. Tidak hanya pelatihan untuk UKM binaan, ada pula kegiatan Training of Trainers (ToT) tentang Pendidikan Standarisasi dan Pengenalan SNI ISO 9001: 2015, kepada para dosen UMM. (nim/can)
Kiat Sukses Berwirausaha Ala dr. Ruslan Jaelani, Pendiri Bengkel Rinjani UMM

BAGI dokter Ruslan Jaelani, dunia wirausaha bukan cuma berorientasi mencari untung, tapi juga dapat memberi manfaat bagi orang lain. Ruslan yang merupakan pendiri Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Istrinya Bety Mahmud sampai saat ini telah sukses mendirikan 12 perusahaan di bidang jasa, di antaranya stasiun pengisian bensin, koperasi, bengkel mobil, serta jasa perbankan. Tak pernah terlintas sedikitpun dibenak Ruslan untuk menjadi pengusaha sukses, selain melakoni profesinya sebagai seorang dokter spesialis paru-paru. Dari istrinyalah Ruslan belajar kegigihan berwirausaha. Dimulai dari usaha apotek kecil-kecilan yang dirintis istrinya, mereka berhasil mendirikan berbagai cabang usaha di Malang, Jawa Timur. Diakuinya, menjalankan usaha di bidang jasa membawa berkah tersendiri bagi pasangan asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat Ini. Ruslan membeberkan kiat suksesnya kepada 20 peserta Rinjani Skill Development Center angkatan X periode 2017/2018, Selasa (15/8). Sedikitnya ada tiga hal yang mesti dijadikan pegangan bagi calon pengusaha sukses. “Dari istri sayalah ketiga prinsip ini saya pelajari dan amat penting dijalankan oleh anda yang hendak memulai usaha, yakni bekerja keras dan pantang mundur menghadapi kesulitan, kejujuran, serta memberi pelayanan yang terbaik kepada pelanggan,” ujar pria berusia 85 tahun ini. Ditambahkan Ruslan, kejujuran adalah piranti terpenting majunya sebuah usaha. “Kalau saudara pintar melayani saja, tapi tidak dilandasi kejujuran, percayalah usaha anda tidak akan berkembang bahkan bisa jadi mundur,” ungkapnya. Terakhir, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Dengan memberikan pelayanan yang terbaik, usaha yang tengah dijalankan akan berdampak baik dengan akan terus dipercaya pelanggannya. Keputusan mewakafkan Bengkel Rinjani kepada UMM dinilainya sebagai keputusan tepat. Ia ingin salah satu usaha yang didirikannya ini dapat bernilai ibadah. Selain itu, lewat tangan dingin serta pengelolaan yang profesional oleh UMM dapat memajukan pengelolaan Rinjani Skill Development Center yang digagasnya. (can)
Bengkel Rinjani UMM Didik Calon Mekanik Handal

SEBANYAK dua puluh orang alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) digodok menjadi ahli mekanik handal oleh Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama sepuluh bulan ke depan, ke-20 orang ini akan dibekali berbagai keterampilan dalam bidang mekanika khususnya dibidang perbengkelan. Peserta yang terdiri dari Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Selatan, dan Provinsi Jawa Timur ini tengah mengikuti kegiatan Rinjani Skill Development Center. Ditemuai saat pembukaan program, Selasa (15/8), Koordinator Instruktur Ipong Rusdianto, ST menerangkan, ke-20 orang ini telah melalui proses penjaringan yang dilakukan sebelumnya. Selain itu, program pelatihan ini dikhususnya bagi para yatim, maupun yatim piatu. Selama masa pendidikan, mereka akan difasilitasi dengan asrama, kebutuhan akomodasi, serta kesempatan magang selama 2 bulan di Bengkel Rinjani UMM. Sebagai bukti telah mengikuti pendidikan ini, mereka akan diserahi sertifikat berupa ijazah sebagai bukti telah menguasai sejumlah keahlian di bidang mekanika. Selain mendapat pelatihan seputar mekanika dan kewirausahaan, mereka juga dibekali pengetahuan keagamaan, kepribadian, dan karakter. “Diharapkan selepas mengikuti diklat ini, mereka menjadi orang-orang yang mumpuni di bidang otomotif dan agama. Sehingga ketika kelak membuka usaha, mereka menjadi pengusaha yang tidak hanya handal, namun juga taqwa dan tangguh, ” ungkap Kepala Bengkel Rinjani UMM, M. Bisri Mustofa saat ditemui di sela acara. Dalam kesempatan yang sama, pendiri Bengkel Rinjani UMM sekaligus penggagas Rinjani Skill Development Center dr. Ruslan Jaelani berpesan, sebagai calon pengusaha setidaknya ada sejumlah prinsip yang harus dipegang teguh. Prinsip itu yakni bekerja keras dan pantang mundur menghadapi kesulitan, kejujuran, serta memberi pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. (can)