Prodi Ekonomi Pembangunan Kembangkan Kurikulum Berbasis Karir

MEMASUKI usia yang kian matang yaitu 30 tahun, Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembanguan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kian serius memperkuat mutu akademik. Salah satunya yaitu melalui pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan karir. Hal itu menjadi topik utama dalam temu alumi Prodi Ekonomi Pembangunan yang berlangsung Sabtu (2/9) di Sengkaling Kuliner UMM. “Temu alumni ini bukan semata-mata untuk melepas rasa kangen karena sudah berapa lama tidak bertemu. Tetapi ada tujuan penting yang ingin kita raih dari pertemuan kita di setiap periodiknya. Khususnya adalah kita ingin menjalin kerjasama dengan para alumni untuk bisa memberikan kontribusi yang positif, terutama bagi rancangan kurikulum kita ke depannya,” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr Sidik Sunaryo SH M.Si MHum pada kesempatan menghadiri gelaran temu alumni. Lebih lanjut Sidik menerangkan, mahasiswa semester 7 UMM selama satu semester bakal mendapat perkuliahan berbasis karir yang dikemas dalam format program Career Day. Sidik menginginkan, penyusunan kurikulum ini agar relevan dengan kebutuhan di lapangan yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder. Mengacu pada negara lain, khususnya sejumlah negara tetangga, bagaimana agar lulusan yang dihasilkan bisa terserap dengan mudah di pasar kerja, yaitu dengan mamadukan aktifitas akademik, dengan kegiatan magang industri ataupun institusi. “Kerjasama UMM dengan dunia industri tidak akan mulus kalau tidak ada dukungan regulasi, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Oleh karenanya, bagi alumni yang menjabat di pemerintahan, kami berharap adanya suatu regulasi yang menuntut setiap pelaku industri di bawah pemerintahannya agar bisa menerima mahasiwa-mahasiswa fakultas ekonomi untuk tidak hanya magang selama satu bulan, agar pengalaman yang didapat lebih matang,” tukasnya. Dalam gelaran tahunan itu, sejumlah tamu penting juga hadir memeriahkan acara. Salah satunya Bupati Pasuruan yang sekaligus menjabat Ketua Ikatan Alumni Prodi Ekonomi Pembangunan UMM, Irsyad Yusuf SE MMA. Serta dilakukan penyematan tanda jasa pengabdian kepada sejumlah dosen atas dedikasinya kepada FEB UMM. Di antara mereka yang diberi penghargaan yakni Dr Dwi Wahluyo M.Si (alm), serta Dr Wahyu Hidayat Riyanto MM. (can/han)
Rektor UMM: Idul Adha, Pelajaran Kebermaknaan Hidup

REKTOR Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan mengatakan, Idul Adha merupakan pelajaran untuk memberi makna dalam hidup. Disebut Fauzan, syariat berkurban menekankan pembagian dagingnya kepada mereka yang berhak menerima. “Ajaran yang bisa kita petik adalah, kita dianjurkan untuk selalu berbagi kenikmatan kepada orang lain. Tuntutan agar hidup menjadi bermanfaat bagi yang lain merupakan suatu keharusan bagi orang yang mengaku beriman,” kata Fauzan saat menjadi khatib shalat Idul Adha 1438 Hijriyah yang berlangsung di Heliped UMM, Jumat (1/9). Rektor juga menegaskan, kebermaknaan hidup tidak sebatas pada pemberian yang sifatnya material, tetapi juga hal yang immaterial atau tak berwujud, seperti keikhlasan dan keridloan. Daging dan darah bukanlah sesuatu yang paling utama, melainkan keikhlasan dalam berkurban. “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridloan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai keridloan Allah. Untuk ibadah haji pun demikian, kita diperintahkan untuk ikhlas, bukan cari gelar dan cari sanjungan,” tutur Fauzan. Dengan mengutip salah satu hadis Nabi tentang haji, Fauzan mempertegas penyampaiannya, bahwa barangsiapa yang berhaji karena Allah dan tidak berkata seronok dan tidak berbuat kefasikan, maka pulang ke negerinya sebagaimana dilahirkan oleh ibunya. “Ini berarti berkurban dan berhaji bukanlah ajang untuk pemameran kekayaan, pemameran kekuasaan, atau riya kepada yang lain,” tukasnya. Di akhir khutbahnya Fauzan kembali mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan bersama kejadian yang dialami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Fauzan juga berharap agar semua pihak mampu memetik pelajaran dari peristiwa itu, sehingga dapat menjadi manusia yang unggul dan bermakna bagi, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara. Sementara itu, terkait penyediaan hewan kurban di UMM, disampaikan ketua panitia Idul Adha Suyatno, UMM telah menyiapkan 9 ekor sapi dan 33 ekor kambing. Tahun ini, lanjutnya, UMM juga mendistribusikan hewan kurban yang sebagian besarnya dibagikan ke desa binaan UMM. “Sumber hewan kurban sendiri dari internal karyawan dan dosen UMM serta Baitul Mal UMM 6 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Sisanya dari rekanan, sponsor dan perseorangan,” terang Suyatno. Adapun pelaksanaan Idul Adha di UMM, selain di Heliped UMM Kampus III ini, shalat juga dilakukan di lapangan parker Kampus II dengan khatib Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan M Yus Cholily. (can/han)