Fatin Shidqia Lubis, Kado Spesial Penutupan Pesmaba

PENAMPILAN penyanyi Fatin Shidqia Lubis pada puncak acara penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2017, Sabtu (7/9) di UMM Dome, menjadi kado spesial bagi kesuksesan penyelenggaraan Pesmaba yang berlangsung selama empat hari, yaitu pada 4 hingga 7 September 2017. Pada penutupan Pesmaba, Fatin Shidqia Lubis melantunkan delapan lagu, termasuk hits “Dia Dia Dia”, “Aku Memilih Setia” dan cover lagu Bruno Mars “Grenade”. Selain bernyanyi, Fatin pun tak lupa berbagi pengalamannya menggapai mimpi. Ia berkisah, kegigihan dan dukungan orang tua adalah dua faktor yang membuatnya lebih mudah mewujudkan impiannya. Ditemui usai penampilannya, Fatin mengaku senang mendapat kesempatan tampil di UMM untuk pertamakalinya. Diakuinya, antusiasme mahasiswa membawa gairah tersendiri yang membuatnya bisa tampil maksimal. “Crowd-nya seru banget. Bikin nagih, bikin nggak mau nyelesain lagu. Pokoknya seneng banget, semoga dapet kesempatan perform di UMM lagi,” ungkapnya. Selepas acara, Fatin juga menyempatkan diri berfoto-foto di salah satu taman kampus yang ber-letter “Love UMM”. Fatin berharap mahasiswa baru UMM nyaman kuliah di kampus ini sehingga dapat meningkatkan kualitas dirinya. “Semoga betah-betah di UMM. Semoga di UMM bisa ketemu sama orang-orang yang membangun. Juga, semoga UMM bisa menjadi universitas yang bisa membuat mahasiswa-mahasiswanya menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tukasnya. Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, pada gelaran penutupan juga diumumkan pemenang panitia penyelenggara Pesmaba terbaik di tingkat fakultas. Fakultas Psikologi menjadi penyelenggara terbaik dengan nilai 851, disusul Fakultas Ilmu Kesehatan di peringkat kedua dengan nilai 829,50 dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan nilai 807,69 di peringkat ketiga. Diumumkan pula para pemenang lomba foto #JadiMabaUMM, lomba vlog #BanggaJadiMabaFakultasmu dan lomba foto foto live report #PesmabaUMM2017. (can/han)

Yudi Latief: UMM Miniatur Indonesia

KEPALA Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latief, secara khusus menyebut Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai miniaturnya Indonesia. Hal tersebut lantaran dirinya takjub setelah mengetahui keterwakilan mahasiswa dari masing-masing daerah di Indonesia ada di UMM. “Belum pernah saya datang ke kampus, dan semua suku ada. Tapi di UMM, semua suku ada,” kata Yudi Latif pada penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) UMM 2017. Sabtu (7/9) di UMM Dome. Kehadiran Yudi Latif tak lepas dari Apresiasi Ikon Prestasi Indonesia yang diberikan Presiden Joko Widodo pada UMM melalui UKP-PIP. Dalam amanatnya, Yudi menekankan, sebagai perekat keragaman suku dan agama, Pancasila merupakan titik temu, titik pijak, dan titik tuju dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Tanpa Pancasila, masa depan bangsa Indonesia menjadi kabur dan tidak jelas arah dan tujuannya,” kata Yudi. Selain mengajak mahasiswa baru UMM untuk menghayati Pancasila sebagai landasan kehidupan bebangsa dan bernegara, Yudi juga menekankan urgensi internalisasi nilai di tiap segi kehidupan, utamanya menghadapi dunia perkuliahan. “Jangan cuma menjadi textbook thinker, jangan cuma belajar ilmu-ilmu akademik dan keterampilan semata. Tapi berikan nilai, karena nilai itu yang memberikan kita panduan ke depan. Belajar agama sesungguh hati, belajar Pancasila agar bisa menghargai keragaman,” ungkapnya. Yudi lantas menutup orasinya dengan mengajak kepada seluruh mahasiswa baru untuk senantiasa menghayati, memahami dan mengamalkan Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Belajar ilmu setinggi-tingginya, dengan itu kita bisa menjadi seorang profesional yang berhati mulia, membawa bangsa ini untuk saling bersatu. Warna bisa saling bersatu, rasa bisa saling bersambung, rizki bisa saling berbagi, demi kebahagiaan hidup kita bersama, di bawah landasan nilai Pancasila,” pungkasnya. Penegasan UKP-PIP soal Pancasila sekaligus menyempurnakan nuansa kebangsaan Pesmaba UMM. Pada pembukaan Pesmaba, mahasiswa UMM sukses menampilkan empat flashmob bercorak kebangsaan, yaitu formasi lambang Burung Garuda, tulisan “UMM for Indonesia” dan “Jas Merah Kampus Putih”, serta formasi kepulauan Indonesia. Selain Yudi, turut hadir pada kegiatan ini anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI Abdul Malik Fadjar, penasehat khusus UKP-PIP Romo Benny Susetyo, serta Rektor UMM Fauzan dan jajaran pimpinan universitas maupun fakultas. Pada kesempatan ini, UMM melalui Rektor juga turut menyematkan jas almamater UMM pada Yudi Latif. (can/han)