Outing Class Energi Alternatif UMM Dukung Pembelajaran Tematik

ENERGI alternatif yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi daya tarik bagi banyak pihak, termasuk bagi siswa sekolah dasar (SD) untuk mengembangkan pembelajaran tematik terpadu pada kurikulum 2013. Hal itu pula yang melatari SD Muhammadiyah 9 Malang berkunjung ke UMM, Rabu (13/9). Beberapa area yang dikunjungi para siswa tersebut di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH), Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspa-IPTEK), Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian dan Peternakan, dan Panel Surya. Kegiatan ini dikemas dalam outing class berbasis edukasi energi alternatif. Menurut guru pendamping kelas SD Muhammadiyah 9, Novita Dwi Lestari, kunjungan ke UMM ditujukan untuk memberikan pengalaman pada para siswa tentang kekayaan sumber energi yang ada di sekitar mereka. “UMM memiliki banyak tempat edukasi pemanfaatan energi alternatif, itulah mengapa kami mengunjungi kampus ini,” ungkapnya. Pada setiap kunjungan ke tempat-tempat tersebut, siswa mendapatkan penjelasan tentang fungsi, manfaat, dan cara kerja energi alternatif tersebut. Antusiasme para siswa nampak dari banyak pertanyaan yang diajukan di setiap unit energi alternatif UMM. Sementara itu Kepala Laboratorium Terpadu UMM Rahmad Pulung Sudibyo mengatakan, program seperti ini akan terus diupayakan, sebagai bagian dari pengabdian UMM terhadap kalangan pendidikan. Di Laboratorium Terpadu, siswa diajak untuk mecoba menyalakan api yang berbahan bakar biogas sebagai salah satu energi alternatif milik UMM. (nis/han)
Prodi Ilmu Pemerintahan Pertahankan Akreditasi A

KABAR menggembirakan kembali datang dari salah satu program studi (Prodi) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setelah sebelumnya Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia berhasil memperoleh Akreditasi A, baru-baru ini Prodi Ilmu Pemerintah (IP) juga mempertahankan akreditasi prodinya dengan predikat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). “Dipertahankannya akreditasi ini didukung dengan upaya peningkatan mutu Prodi IP UMM, rencana pengembangan yang visioner, menerapkan visi, misi, sasaran, strategi, untuk selanjutnya dijadikan sebagai motivasi peningkatan mutu program studi yang kompetitif, kredibel dan berkualitas,” terang Ketua Prodi IP UMM Hevi Kurnia Hardini, MA.Gov. Ditambahkan Hevi, upaya peningkatan dan pengembangan Prodi ini tidak hanya didukung dengan kegiatan internal, namun juga kegiatan eksternal di luar kampus. Juga, didukung oleh seluruh civitas akademika di lingkungan prodi, baik itu oleh dosen maupun oleh mahasiswa. Adapun bentuk dukungan ini diwujudkan dalam pengabdian dan bimbingan teknis (Bimtek) yang dilakukan oleh dosen di berbagai lembaga pemerintahan dan kelompok masyarakat. “Sedangkan wujud kegiatan mahasiswa yang dilakukan di luar kampus adalah terwujudnya kiprah mahasiswa dalam event Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Juli silam, dan berbagai organisasi kemahasiswaan,” tukasnya. Diakuinya, quality assurance yang dimiliki Prodi IP UMM juga sangat membantu mengevaluasi kinerja. Dengan adanya evaluasi tersebut, Prodi IP UMM berusaha untuk meningkatkan kualitasnya sehingga ketika ada penilaian akreditasi atau assessment tidak dirasakan kendala yang berarti. “Quality Assurance sebenarnya mempersiapkan program studi secara internal, sehingga siap untuk maju di tahap audit eksternal atau assessment lapangan. Upaya penyusunan dokumen program studi ini bertujuan melaksanakan reakreditasi dan untuk mempertahankan akreditasi A,” ungkapnya. Ke depan, Prodi IP UMM juga bakal menggenjot perluasan kerjasama internasional yang telah dimulai sebelumnya. Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program internasionalisasi UMM, mahasiswa Prodi IP UMM juga mendorong mahasiswanya untuk mengikuti kursus bahasa asing agar mudah mengakses berbagai tawaran beasiswa maupun internship. “Selain kerjasama internasional bagi dosen dan mahasiswa, berikutnya adalah memperluas jaringan program magang riset. Karena program ini cukup memberikan poin yang sangat signifikan. Karena itu, kita punya program menempatkan mahasiswa program riset terstruktur, baik di beberapa lembaga kementerian dan pemerintah Jawa Timur, juga tentunya Malang Raya,” tukasnya. (can/han)