UMM Berencana Realisasikan Credit Transfer dengan Towson University AS
UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) berencana merealisasikan program credit transfer berkerjasama Towson University, Amerika Serikat (AS). Hal itu terungkap melalui kunjungan perwakilan Towson University, Anna Wise MBA, ke UMM awal pekan ini (2/10). Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri Soeparto memaparkan, program credit transfer dapat dilakukan melalui study exchange selama satu semester. Program ini akan dikhususkan untuk mahasiswa Program Pascasarjana. “Untuk tahap awal, kami akan fokus untuk merealisasikan credit transfer. Namun, mereka juga tertarik bekerjasama dalam beberapa program lainnya, seperti Summer Course, Learn and Teach, dan Darmasiswa,” jelas Soeparto. Sementara itu Anna Wise menuturkan, kunjungannya ke Indonesia bertujuan untuk memperluas mitra di wilayah Asia. “Kami ingin memperluas kerjasama kami ke wilayah Asia, terutama Indonesia. Di Jawa Timur, selain berkunjung ke UMM sebagai perwakilan Kota Malang kami berkunjung ke Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair),” jelasnya. Soeparto menambahkan, tujuan Universitas Towson sejalan dengan tujuan internasionalisasi UMM fase ketiga. Kegiatan internasionalisasi UMM fase ketiga tersebut akan berfokus untuk menjalin kerjasama di AS terutama dengan kampus-kampusnya. “UMM memang sudah mempunyai mitra kerjasama di AS, namun kerjasama tersebut hanya dengan beberapa lembaga pemerintah,” tambahnya. Sebelum adanya kunjungan ini, UMM sudah membangun kerjasama dengan AS, di antaranya dengan adanya American Corner di Perpustakaan Pusat UMM hasil kerjasama dengan Kedutaan Besar AS. Selain itu, ada pula Education USA. UMM juga bermitra dengan sejumlah institusi AS, seperti Peace Corps dan US Army. (iel/han)
FIKES Target Tingkatkan Riset untuk Jurnal Scopus
MELALUI kegiatan seminar dan konferensi internasional yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (3-5/10), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya meningkatkan kerjasama internasional. Pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss Bell Inn Malang ini, hadir para pembicara dari Taiwan, Polandia, dan Belanda. Wakil Dekan I FIKES UMM Siti Rofida SFarm Apt berharap, dengan diadakannya acara ini, selain meningkatkan kemitraan internasional, juga untuk meningkatkna jumlah penelitian yang dilakukan dosen FIKES untuk jurnal internasional terindeks Scopus. Dosen Department of Nursing National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan Su-Ying Fang menyampaikan apresiasinya terhadap acara ini. Su-Ying berharap, ini menjadi awal yang baik bagi FIKES UMM untuk membangun kerjasama di tingkat internasional. (nis/han)
Tiga Produk UMM Raih Medali di Pameran Internasional

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berjaya di panggung internasional, kali ini karena kiprah di bidang inovasi dan penemuan. UMM melalui Sentra Hak Kekayaan Intelektual (Sentra HKI) sukses meraih empat award pada gelaran Invention, Innovation & Design Exposition (IIDEX) 2017 di Malaysia, yaitu masing-masing satu gold award, silver award dan bronze award pada kategori inventor dan satu silver award kategori elevator pitch. IIDEX merupakan pameran dan kompetisi Internasional tahunan yang diadakan oleh University Teknologi Mara (UiTM), Malaysia. Tahun ini IIDEX mengambil tema “Innovate to Inspire”, yang dimaksudkan untuk mewujudkan penelitian dan inovasi yang selaras dengan rencana strategis pendidikan tinggi nasional dalam menggaet industri komersialisasi. Targetnya, menurut dosen Teknik Informatika UMM Lailatul Husniah MT yang menjadi salah satu delegasi,selain meningkatkan budaya inovasi antara peserta didik dan peneliti, juga untuk membangun kolaborasi akademi dan industri sebagai komersialisasi inovasi dan invensi. IIDEX 2017 digelar pada 25-29 September dan diikuti lebih dari 700 peserta yang terdiri dari tiga kategori, yaitu junior invertor (SD dan SMP), young inventor (SMA) dan inventor (staf dan dosen). Menariknya, semula delegasi UMM tidak menargetkan untuk meraih medali pada event tersebut. “Sebenarnya target kemarin bukan award ini, target kami adalah potensi pasar untuk industri dan komersialisasinya, mengingat acara ini mempertemukan inventor-inventor dengan pihak industry,” ujar dosen Teknik Informatika UMM Lailatul Husniah MT yang menjadi salah satu dari tiga delegasi Sentra HKIUMM. Pada event tersebut, produk game android “Professor Lenmo” sebagai alat ukur modalitas belajar anak ciptaan Lailatul Husniah meraih dua penghargaan, yaitu bronze award kategori inventor dan silver award untuk special award, yaitu kategori elevator pitch. Selain Lailatul Husniah, yang menjadi delegasi UMM yaitu dosen Teknik Informatika Galih Wasis Wicaksono MSc dengan inovasi program komputer “Sistem Monitoring LPG 3 kg dan Sistem Transaksi Berbasis Mobile” yang berfungsi memantau distribusi LPG 3 Kg berbasis website dan data transaksi melalui mobile apps yang meraih gold award kategori inventor. Selain itu, ada juga dosen Akuntansi UMM Dr Ihyaul Ulum M.Si AK CA yang memperoleh penghargaan silver award lantaran karyanya, Intellectual Capital. Menurut Lailatul Husniah, penghargaan itu didapat karena berbagai aspek, di antaranya dari sisi kebaruan, manfaat, dan komersialisasi. Selain itu juga dilihat penghargaan yang sebelumnya diraih hingga publikasi ilmiahnya. “Misalnya kalau pernah dipublikasikan di jurnal bergengsi akan lebih bagus lagi nilainya, apalagi pernah didaftarkan HKInya,” paparnya. (git/han)