UMM Siapkan Beras Organik Situbondo Masuki Pasar Internasional

GURU Besar Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Dr Ir Indah Prihartini berharap pertanian organik di Kabupaten Situbondo dapat berdampak pada pemasaran beras organik secara nasional dan internasional. Karena itulah, UMM melalui tim yang dipimpin Indah Prihartini mulai intens melakukan pendampingan pertanian organik di Kabupaten Situbondo. Hal tersebut sekaligus menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UMM dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo pada 5 Oktober lalu. Sebelumnya, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bahkan telah meminta agar UMM mengirimkan tenaga ahli untuk mendampingi pengembangan kluster pertanian organik. Pendampingan yang dilakukan UMM meliputi perencanaan pengembangan padi organik, menentukan lokasi pengembangan sesuai dengan potensi wilayah, pengembangan SDM pada kelompok tani berupa pelatihan, serta pendampingan budidaya pertanian organik dari hulu hingga hilir. “Juga mengontrol produktivitas tanah dan tanaman, kualitas padi yang dihasilkan, hingga manajemen kelompok tani sebagai pelaku organik,” jelas Indah. Setelah memperoleh kualitas padi organik yang baik, langkah selanjutnya ialah mensinergikan kelompok tani Kabupaten Situbondo dengan lembaga atau perusahaan yang telah bergerak di bidang penjualan beras organik. Tak hanya padi organik, nantinya Indah akan membidik tanaman tebu organik yang dinilai memiliki banyak manfaat. Di samping itu tebu menjadi tanaman potensial karena 50 persen kawasan Situbondo ditumbuhi tanaman tebu, serta terdapat tiga pabrik gula di sana. Secara umum, dosen berprestasi Kopertis Wilayah VII ini berharap kesejahteraan petani Kabupaten Situbondo dapat meningkat. Peningkatan kesejahteraan dilihat dari harga beras yang baik, diikuti dengan kualitas produktivitas beras yang juga baik. “Kualitas dan kuantitas beras organik yang baik ini ditentukan oleh proses budidaya yang juga baik dan kami akan mendampingi hingga itu terwujud,” ujarnya. Sejalan dengan harapannya, Indah mengaku bahwa project ini memberi nilai tambah bagi UMM karena terdapat laboratorium lapang sebagai fasilitas mahasiswa dan dosen mengembangkan kompetensi pertanian organik. (nim/han)
Studi S3 di Belgia, Alumni UMM Ini Ingin Aktif di Muhammadiyah Jerman Raya

KESUKSESAN Lufi Kartika Sari berlanjut. Alumni Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2003 itu kini menempuh studi S3 di Brussel, Belgia. Sebelumnya, Lufi sempat mengenyam beasiswa Erasmus Mundus kerjasama UMM dengan Komisi Uni Eropa. Tahun 2010, ia bersama teman seangkatan dari Fakultas Hukum, Roy Irawan, menempuh studi pertukaran pelajar di Trento, Italia. “Alhamdulillah studi saya terus berlanjut berkat kerjasama UMM dengan Erasmus itu,” kata Lufi ketika ditemui di sela-sela Pembukaan Acara Europalia di Brussel, Belgia, Selasa (10/10/2017). Di ajang Europalia Lufi sangat terkesan karena kerinduan akan budaya Indonesia sedikit terobati. Gelaran budaya Indonesia yang berlangsung selama empat bulan di Eropa ini memang menanpilkan berbagai karya seni budaya yang mengagumkan. Bagi warga Eropa ini adalah kesempatan sangat baik untuk mengenal Indonesia. “Sangat senang, apalagi ketemu banyak orang Indonesia. Saya juga ketemu dosen bahkan rektor saya yang sekarang jadi Mendikbud,” ungkap Lufi senang. Lufi menempuh studi S3 di Vrije Universiteit Brussel mengambil jurusan Ilmu Pendidikan. Kini ia memasuki tahun ketiga. “Disertasi saya akan meneliti profesionalisme guru terutama di daerah tertinggal. Sumberdata saya banyak saya ambil dari UMM dan berharap bisa mengakses data dari Kemdikbud,” tuturnya. Gadis asal Probolinggo ini mengaku bangga pernah menjadi bagian dari UMM. Apalagi ia sudah banyak memperoleh prestasi juga berkat kuliah di UMM. Berbagai negara dikunjunginya berkat beasiswa Erasmus Mundus. “Saya sangat ingin membantu mengenalkan UMM kepada dunia. Saya siap membantu jika UMM ingin membangun kolaborasi dengan kampus saya di sini,” kata alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini. Sesekali Lufi masih menyempatkan diri berkomunikasi dengan teman-temannya di Malang. Satu di antara yang paling dikenalnya adalah Subhan Setowara yang pernah menjadi dosen favoritnya. Sampai saat ini Lufi masih menjadi bagian dari komunitas yang dibangun oleh Subhan yang juga staf Humas UMM itu. “Saya juga aktif di PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) Jerman Raya. Juga aktif di PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Belgia,” ungkap Lufi tentang kesukaannya bergabung dalam komunitas yang produktif. Lufi kini tak hanya menguasai bahasa Inggris, tapi juga Belanda, Itali dan Belgia. Ketika bertemu Lufi di Brussel, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyatakan kesannya. “Di mana-mana ketemu alumni UMM, di dalam dan di luar negeri,” tutur Mendikbud yang juga mantan rektor UMM ini bangga. (nas)