Para Wakil Dekan Baru Diminta Tancap Gas, Berinovasi bagi UMM

SETELAH sebelumnya melantik para dekan dari sepuluh fakultas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kali ini, Selasa (17/10) bertempat di Auditorium UMM, Rektor UMM Fauzan kembali melantik para wakil dekan I, II dan III yang akan menjabat untuk periode 2017-2021. Fauzan mengaku bersyukur lantaran mayoritas para wakil dekan telah bergelar doktor. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja dan dapat menciptakan reformasi pada tingkat fakultas. “Bapak dan Ibu diharapkan dapat menciptakan inovasi yang strategis untuk meningkatkan kualitas masing-masing fakultas. Sudah harus langsung tancap gas, tidak perlu bulan madu, langsung kerja nyata,” tutur Rektor pada pidato pelantikan. Sementara itu Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof Dr Malik Fajdar menegaskan, proses perkembangan UMM sangat luar biasa karena kampus ini dapat berproses dengan cepat. Diharapkan, para jajaran dekanat yang baru terlantik dapat bekerja lebih cerdas untuk kemajuan UMM. “Dalam mengemban amanat sebagai jajaran dekanat, hal yang terpenting adalah peningkatan kualitas pada teaching college para dosen. Hal tersebut mengingat UMM tidak lagi dipandang sebagai perguruan tinggi swasta tingkat daerah, tapi juga dipandang secara nasional dan internasional,” tutur anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini. Ditambahkan Malik, kita semua sebagai civitas akademika dituntut untuk terus membuat inovasi sebagai bagian dari reformasi wajah pendidikan perguruan tinggi. Para wakil dekan yang dilantik yaitu, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Wakil Dekan I Dr Sudiran MHum, Wakil Dekan II Drs Marhan Taufik MSi, dan Wakil Dekan III Dr Rahmad Widodo MSi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Wakil Dekan I Dyah Estu Kurniawati SSos MSi, Wakil Dekan II Dr Tutik Sulistyowati MSi dan Wakil Dekan III Zen Amirudin SSos MMedKom. Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Wakil Dekan I Dr Ir Aris Winaya MM MSi, Wakil Dekan II Dr Ir Warkoyo MP dan Wakil Dekan III Ir Henik Sukarini MP PhD. Fakultas Agama Islam (FAI), Wakil Dekan I Drs Agus Purwadi MSi, Wakil Dekan II Drs Muhammad Sarif MAg dan Wakil Dekan III Drs M Nurul Humaidi MAg. Selanjutnya Fakultas Teknik (FT) Wakil Dekan I Dr Ir Samin MT, Wakil Dekan II Dr Lailis Syafa’ah MT, dan Wakil Dekan III Dr Nur Subekti ST MT. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Wakil Dekan I Dr Widayat MM, Wakil Dekan II Dr Dra Eny Suprapti MM, dan Wakil Dekan III Zainal Arifin SE MSi. Fakultas Hukum (FH) Wakil Dekan I Catur Wido Haruni SH MSi MHum, Wakil Dekan II Dr Haris SH MHum, dam Wakil Dekan III Said Noor Prasetyo SH MH. Sementara itu, Fakultas Psikologi (FPsi), Wakil Dekan I Ni’matuzahroh SPsi MSi, Wakil Dekan II Dr Rr Siti Suminarti Fasikha MSi, dan Wakil Dekan III Zainul Anwar SPsi MPsi. Fakultas Kedokteran (FK), Wakil Dekan I dr Mochammad Ma’roef SPOG, Wakil Dekan II dr Sri Adila Nurainiwati SPKK, dan Wakil Dekan III dr Indra Setiawan SPTHT. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Wakil Dekan I Siti Rofida SSi Apt MFarm, Wakil Dekan II Ahmad Shobrun Jamil SSi MP, dan Wakil Dekan III Sunardi SKep Ns MKep. (Humas UMM)
UMM Hadirkan 233 Peneliti, Produk Riset Bisa Pecahkan Persoalan Masyarakat

BANYAKNYA produk riset dari dosen maupun mahasiswa yang belum terimplementasi di masyarakat membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinisiatif menggelar Seminar Nasional dan Gelar Produk (SenasPro) 2017 dengan tema “Festival Kebangsaan: Inovasi-Hilirisasi Hasil Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Berkemajuan” pada 17-18 Oktober 2017. “Perguruan tinggi adalah gudangnya para ilmuan yang setiap tahun membuat penelitian, salah satu hasilnya adalah produk riset. Namun realitanya, belum banyak produk-produk riset tersebut yang dapat terimplementasi secara fungsional di masyarakat,” paparnya pada pembukaan SenasPro 2017, Selasa (17/10) di UMM Dome. Padahal kenyataanya, lanjut Fauzan, banyak sekali masalah mendasar yang belum dapat diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat. Fauzan juga menghimbau setiap perguruan tinggi harus ikut ambil bagian memecahkan berbagai persoalan di masyarakat. “Kami ingin, setiap perguruan tinggi harus mengambil peran sebagai problem solver di masyarakat,” tambahnya. Kegiatan SenasPro diikuti 233 peneliti dan pengabdi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Juga menyajikan 40 stan gelar produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), termasuk milik mahasiswa UMM dan Universitas Ma Chung, serta dihadiri 47 perusahaan yang langsung meninjau stan-stan produk riset dan UMKM tersebut. Seremoni pembukaan juga turut dihadiri oleh ketua komunitas Indonesia Tionghoa (INTI) Agus Endra dan Rektor Universitas Ma Chung Dr Chatief Kunjaya MSc di mana kedua lembaga tersebut merupakan mitra kerjasama dalam kegiatan ini. Ketua Pelaksana SenasPro 2017, Ir M Irfan MT menambahkan, selain bertujuan mempercepat terwujudnya hilirisasi produk riset dan pengabdian di lingkungan perguruan tinggi, kegiatan ini juga bertujuan untuk ikut andil mempersiapkan bangsa Indonesia dalam ASEAN Economic Community. “Setiap tahun tantangan global bangsa Indonesia semakin berat. Harapannya, kegiatan ini akan ikut andil memperkuat bangsa Indonesia terlebih lagi dalam ASEAN Economic Community yang sudah diberlakukan,” jelas Irfan. Sementara itu, Agus Endra selaku ketua INTI dibuat terkesan dengan gelaran SenasPro 2017 yang dinilainya sangat kental dengan nuansa kebangsaan. “Menyenangkan, melihat kita dari latar belakang yang berbeda-beda, namun tetap bisa bersinergi dalam kegiatan ini,” ucapnya. (iel/han)
Empat Laboratorium UMM Raih ISO 9001 dan ISO 17025

SEBANYAK empat laboratorium milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih akreditasi ISO dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada 20 September 2017 lalu. Laboratorium yang dimaksud yaitu Laboratorium Nutrisi, Laboratorium Bioteknologi, Laboratorium Biologi, dan Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan (ITP) yang meraih ISO 9001. Sementara itu uji sertifikasi yang meraih ISO 17025 yaitu pengujian proxima dari Lab Nutrisi, uji total gula dan uji protein dari Lab Bioteknologi, uji total plate count (TPC) dari Lab Biologi serta uji antosianin dari Lab ITP. ISO itu sendiri merupakan organisasi internasional untuk standarisasi yang diakui dunia. Kepala Laboratorium Sentral UMM Dr Ir Elfi Anis Saati MP menjelaskan, pencapaian ini perlu diapresiasi. “Dalam sertifikasi akreditasi kali ini, keempat laboratorium tersebut tidak hanya mendapat pengakuan ISO 9001 saja yang menyangkut tentang standar manajemen mutu, namun juga mendapat pengakuan ISO 17025 yang merupakan standar akreditasi laboratorium pengujian dan kalibrasi,” jelasnya. Elfi juga menjelaskan, dengan adanya pengakuan ISO 17025 tersebut, keempat laboratorium akan lebih kredibilitas dalam mengeluarkan hasil uji laboratorium, terutama di luar aktivitas belajar mengajar. “Selain melayani pengujian oleh mahasiswa dan dosen, laboratorium juga melayani pengujian dari pihak luar, termasuk masyarakat umum, lembaga negara, swasta dan UMKM,” paparnya. Di UMM sendiri, kata Elfi, total terdapat 42 laboratorium yang terdiri dari 25 laboratorium eksakta dan 17 laboratorium sosial. Saat ini, Laboratorium Sentral UMM juga tengah mempersiapkan beberapa laboratorium sosial di antaranya adalah Laboratorium Psikologi, Laboratorium Bahasa dan Laboratorium Ilmu Komunikasi untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001. Ke depan, UMM juga mempersiapkan beberapa laboratorium pendukung seperti Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang sudah diinstruksikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah kepada UMM untuk meraih ISO. “Untuk mendukung LPH, Laboratorium Sentral juga akan fokus untuk mempersiapkan akreditasi laboratorium pengujian dan kalibrasi yang lain, seperti pengujian lemak babi dan asam amino babi pada suatu produk. Beberapa laboratorium yang akan dipersiapkan antara lain Laboratorium Farmasi dan Kimia,” tambah dosen jurusan ITP tersebut. (iel/han)