UMM Gazebo Forum, Maknai Spiritualitas Melalui Sastra

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar cangkrukan multidisipliner UMM Gazebo Forum, Sabtu (28/10) di area taman Perpustakaan Pusat UMM. Bertepatan dengan Bulan Bahasa Nasional dan Hari Sumpah Pemuda, UMM Gazebo Forum kali ini mengangkat tema “Sastra dan Spiritualitas”. Tiga narasumber yang dihadirkan yaitu penulis buku “Spiritual Enlightenment”, Ikhwan Marzuki, Direktur ATV Drs Nurbani Yusuf MSi, dan Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMM, Dr Ajang Budiman MSi. Ikhwan Marzuki menilai, sastra dan spiritualitas ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dan spiritualitas tidak melulu tentang religiusitas. “Spiritualitas adalah bagaimana kita memaknai sesuatu dan sastra merupakan salah satu bentuk pengungkapan dari spiritualitas tersebut,” terangnya mahasiswa Pendidikan Dokter UMM ini. Senada dengan Ikhwan, Ajang menambahkan, perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW juga merupakan bentuk spiritualitas dan itu merupakan bentuk spiritualitas yang paling sempurna. “Spiritualitas dan religiusitas harus menjadi cara hidup dari orang itu sendiri. Jadi dari spiritualitas itu tidak hanya mencerahkan pada diri sendiri namun juga harus bisa mencerahkan orang lain,” tegas Ajang. Pemateri ketiga, Nurbani Yusuf mengatakan, kita sebagai generasi penerus harus banyak bersyukur dan menerima dengan apa yang ada di Indonesia seperti para pemuda yang dahulu mendeklarasikan Sumpah Pemuda. “Dalam momen sumpah pemuda ini, kita juga harus bisa memaknainya atau mengambil sisi spiritualitasnya, yakni tidak melupakan sejarah seperti kata Bung Karno dan mensyukuri Indonesia apa adanya,” tutupnya. Kegiatan ini semakin semarak dengan penampilan akustik dari mahasiswa Fakultas Agama Islam UMM yang menawan. (iel/han)

Kemenristekdikti Apresiasi Peran UMM sebagai Universitas Asuh

SEBAGAI universitas asuh bagi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinilai Kementrian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memiliki rapor baik. “Terima kasih kepada UMM telah menjalankan program asuh. Kami sangat mengapresiasi semua kerja keras seluruh pihak,” ungkap Masluhin Hajaz, Kepala Seksi Revitalisasi Program, Direktorat Penjaminan Mutu, Kemenristekdikti. Pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi oleh Dirjen Belmawa Kemenristekdikti di Ruang Sidang Senat UMM, Rabu (26/10), Umsida dan Unirow menyampaikan hasil perkembangan dan pencapaian masing-masing universitas atas asuhan UMM. Melalui program penyebaran penjaminan mutu, UMM berkomitmen untuk terus berkarya dan berkontribusi untuk bangsa. “Ketika kami mengikuti workshop program penjamin mutu Kemenristekdikti pada beberapa kesempatan, seringkali saya berharap UMM dapat diberi kepercayaan dan alhamdulillah tahun ini UMM dapat berkontribusi,” jelas Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi. Selain itu, UMM terus berupaya terus bersama membangun mutu dan akreditasi perguruan tinggi demi penjaminan kualitas sumber daya manusia. Penjaminan mutu dan pertahanan akreditasi perguruan tinggi menjadi salah satu poin penting untuk memberikan citra pada masyarakat. (nis/han)