Raker Akademik, Siapkan Langkah Strategis Tingkatkan Daya Saing UMM

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Rapat Kerja Terbatas Bidang Akademik, Kamis (30/11). Raker ini sebagai upaya membangun kekuatan akademik, mulai tingkat program studi hingga universitas, baik jenjang sarjana maupun pascasarjana di lingkungan UMM. Dilaksanakan di Sengkaling Convention Hall, Raker Bidang Akademik dihadiri Rektor, Wakil Rektor I, II, III, dan anggota Komisi I Bidang E-Learning, Komisi II Bidang Kewirausahaan, Komisi III Bidang Publikasi Ilmiah, Komisi IV Bidang Layanan Akademik, dan Komisi V Bidang Best Practice. Rektor UMM Fauzan dalam sambutannya menghimbau agar UMM ikut ambil bagian dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Menambahkan hal itu, Fauzan turut berpesan agar dalam mengampil keputusan sebaiknya memperhatikan dua aspek, yaitu memutuskan secara strategis dan harus prestisius. “Membawa UMM menjadi bagian tak terpisahkan dari dimensi masyarakat, juga meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa dalam konteks proporsional dengan cara yang humanis,” tandas Fauzan. Raker ini terbagi dalam tiga sesi, yaitu strategi peningkatan kualitas pembelajaran menuju internasionalisasi, manajemen tata kelola bidang akademik dalam upaya mencapai outcome pendidikan yang berdaya saing, serta sidang komisi. Sebelum masuk pada tiga sesi tersebut, lebih dulu Wakil Rektor I, II, dan III menyampaikan arah kebijakan masing-masing bidang. Wakil Rektor I bidang akademik yaitu terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Wakil Rektor II pada bidang administrasi umum, keuangan, sarana prasarana dan kepegawaian. Sementara Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan alumni. (nim/han)
Jambore Relawan Muhammadiyah di UMM, Sediakan Dapur Umum Ramah Lingkungan

KEHADIRAN dapur umum pada Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah ke-2 yang diadakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipandang penting untuk mengedukasi relawan dalam menejemen logistic. Dapur UMM berpusat di UMM Dome. Untuk dapur umum ini, MDMC menggandeng Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kota Malang dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Malang. Disampaikan Koordinator Dapur Umum Jambore Eko Harimursanto, keberadaan fasilitas ini sebagai upaya meningkatkan keterampilan menejemen dapur umum. Hal itu, dikatakan Eko, agar saat penanggulangan bencana, kemampuan tersebut dapat diaplikasikan. “Kami ingin mengedukasi ibu-ibu Aisiyah Malang Raya dalam mengelola dapur umum,” kata Eko. Dengan adanya dapur umum, para relawan akan dididik tentang manajemen, standar makanan, jenis makanan dan sebagainya. Sehingga, kegiatan jambore akan memberikan pengalaman berharga dalam menghadapi situasi kedaruratan. Dapur Umum Jambore Nasional kali ini mengusung konsep ramah lingkungan. Personil dapur umum tidak akan menyajikan makanan bungkus untuk mengurangi sampah dan penggunaan kertas atau plastik. Selain itu, makanan yang disediakan akan disajikan dengan konsep semi prasmanan dan peserta membawa peralatan makan masing-masing. Makanan yang disediakan dapur umum akan dikelola langsung oleh chef yang berpengalaman. Sehingga, makanan yang disediakan akan sesuai standar makanan sehat. Menu makanan yang disediakan pun tiap hari berbeda mulai dari nasi goreng, lodeh, ikan gembung, ikan bandeng dan sebagainya. “Jambore kali ini tidak lepas dari dapur umum. Apabila nanti terlambat semua kegiatan berikutnya juga akan terlambat, makanya kami support teman-teman dapur umum untuk dapat memberikan pelayanan terbaik,” tutup Eko. (*/han)
Sambut Jambore Nasional, Relawan Muhammadiyah Bakti Kesehatan di Kedung Kandang

SENADA dengan tema Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah ke-2 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada 1-4 Desember 2017 yaitu ‘Merekat Kebersamaan, Meningkatkan Ketangguhan’, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melakukan pemeriksaan kesehatan untuk warga Kedung Kandang Bumiayu, Malang. Pada kegiatan yang telah dilakukan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 15 pada 30 November 2017 itu, MDMC bersinergi dengan RSI Aisyiyah Malang. Disampaikan Ketua MDMC Budi Setiawan, pada jambore ini MDMC turut merangkul warga di sekitar lokasi jambore untuk perduli dengan kesehatan. Terlebih, kata Budi, lokasi yang digunakan untuk pemeriksaan kesehatan merupakan wilayah yang sulit untuk akses kesehatan. “Pemeriksaan kesehatan sebagai wujud kebermanfaatan bersama di tengah masyarakat dan momentum jambore ini bukan hanya milik relawan tapi milik semua masyarakat,” tutup ketua MDMC. Herman Setiawan, relawan Muhammadiyah Kota Malang menyampaikan bahwa RSI Aisyah telah berpartisipasi penuh dalam kegiatan jambore. Dalam hal ini MDMC bersinergi bersama RSI Aisyiah memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. “Di sini kita melakukan screening awal pada warga yang datang, kemudian jika dirasa memerlukan tindakan lanjut kita rujuk ke RSI Aisyiah Malang,” pungkas Herman. (*/han)
UMM Tuan Rumah Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah MDMC

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) tengah bersiap menjadi tuan rumah Jambore Nasional yang diadakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, yaitu 1-4 Desember 2017 ini akan dihadiri kurang lebih 2000 relawan yang berasal dari perwakilan anggota Muhammadiyah dan Aisyiah. Kegiatan ini dijadwalkan akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan. Mengusung tema ‘Merekat Kebersamaan, Meningkatkan Ketangguhan’, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota siaga bencana Muhammadiyah dan Aisyiah dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, kesiapan setiap daerah untuk menangani bencana dengan cepat juga perlu untuk diasah. Wakil Ketua Panitia Kegiatan, Zakarija Achmat, memamaparkan bahwa kegiatan ini juga sebagai sarana peningkatan kapasitas dan kredibiltas tim relawan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang tergabung dalam tim relawan naungan Muhammadiyah lainnya. “Kegiatan ini memang awalnya sebagai sarana silaturahim antar anggota MDMC, namun dalam rangkaian kegiatan silaturahim juga harus dapat meningkatkan kapasitas dan kredibilitas anggota,” ungkap Zakarija. Rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari ini di antaranya adalah seminar tentang kebencanaan, lomba-lomba penanganan bencana, dan simulasi penanganan bencana. (nis/han)
UMM-Pemkab Probolinggo Teken MoU Pengembangan Sumber Daya Alam

BANYAKNYA potensi sumber daya alam Kabupaten Probolinggo yang minim pemanfaatannya membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengajak Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk bermitra. Ditandai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Aula Teknik UMM (27/11), kedua pihak bersapakan menjalin kerjasama. Hadir pada kegiatan ini, Asisten Sekertaris Bupati Probolinggo sebagai perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Penandatanganan MoU turut dihadiri perwakilan dosen dari seluruh fakultas di lingkungan UMM. MoU ini menjadi sebuah nilai plus bagi UMM melalui DPPM atas terus berkembangnya kerjasama di bidang pengabdian masyarakat. Sementara itu, Sujono, Kepala DPPM UMM, menyampaikan bahwa kerjasama yang terus dibangun oleh DPPM dapat menjadi jalan pintas bagi mahasiswa atau dosen yang ingin melaksanakan pengabdian masyarakat. “Kerjasama yang sekarang telah dibangun dapat menjadi sebuah sarana mempermudah kita semua civitas akademika UMM untuk dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pengabdian masyarakat,” ungkap Sujono. Sementara bagi Pemkab Probolinggo, kerjasama ini diharapkan dapat terus membawa dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat Probolinggo. “Probolinggo itu punya sumber daya alam yang melimpah, mungkin saja angin gending bisa membantu untuk membangun PLTAN,” kata Asy’ari, Asisten Administasi Pemerintah dan Kesra Pemkab Probolinggo,. Selepas MoU, DPPM dan Pemkab Probolinggo melanjutkan pembahahasan MoU melalui rapat perjanjian kerjasama. Pada kesempatan ini pula, para dosen yang sudah melaksanakan penelitian atau pengabdian masyarakat juga mendapatkan pelatihan khusus terkait sistem informasi baru milik Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). (nis/han)