5000 Siswa SD Siap Ikuti Gelaran Apresiasi Anak Islam di UMM

SETELAH mengadakan banyak kegiatan bertemakan keagamaan, kini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap menggelar kegiatan Apresiasi Anak Islam pada Kamis (07/12) bertempat di Hall Dome UMM. Agenda ini digagas oleh Robithoh Alamiyah Li Ta’lim wa Da’wah, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Kedutaan Besar Arab Saudi. Keduanya kemudian menunjuk langsung UMM sebagai perwakilan Indonesia untuk bersama-sama menghelat kegiatan apreasiasi ibadah anak-anak usia sekolah dasar. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak yang sudah belajar sholat dan ibadah-ibadah lainnya,” ungkap Abdul Haris selaku pengarah panitia kegiatan. Pada kegiatan ini akan berlangsung beberapa perlombaan, di antaranya lomba mendongeng, lomba tartil qur’an, dan hafidz qur’an. Hingga saat ini, tercatat sekitar 5000 siswa dari seluruh Malang Raya dan Jawa Timur akan hadir dalam kegiatan tersebut. “Sampai hari ini peserta yang sudah mendaftar kurang lebih 5000 siswa dari berbagai sekolah di Malang Raya dan juga luar Malang seperti Nganjuk,” ungkap Jarum, ketua pelaksana kegiatan tersebut. Dihelatnya kegiatan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi UMM karena organisasi tersebut telah melaksanakan berbagai kegiatan serupa di beberapa negara Timur Tengah. (nis/sil)
KKN Internasional UMM, Kenalkan Budaya Indonesia di Taiwan

Mengabdi tak harus di dalam negeri. Terus berupaya meraih rekognisi Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berinovasi. Kali ini melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), UMM memberangkatkan mahasiswanya ke luar negeri untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Sebanyak 17 mahasiswa program studi Hubungan Internasional (HI) diterbangkan ke Taiwan untuk menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat di distrik Meinong. Sejak diberangkatkan Kamis, (30/11) hingga dua minggu ke depan para peserta tersebut menjalankan berbagai kegiatan yang telah dirancang selama satu bulan sebelum keberangkatan. Melalui berbagai kegiatan, para mahasiswa tersebut akan memperkenalkan budaya Indonesia pada masyarakat di Meinong. Berdasarkan pengamatan DPPM, ternyata banyak banyak orang Taiwan yang menikah dengan orang Indonesia. Sayangnya, anak cucunya mereka tidak mengerti budaya Indonesia. “Maka dengan ini kita kenalkan budaya Indonesia melalui KKN UMM disana, juga program pemberdayaan masyarakat yang lain seperti belajar membatik,” ujar Wakil Direktur II DPPM, Drs. Masduki M.Si. Lebih lanjut Masduki menyampaikan, peserta program KKN International ini merupakan para mahasiswa terpilih. Mereka sebelumnya telah melalui beberapa seleksi meliputi seleksi kesehatan, kesiapan mental, kebulatan tekad dan kesungguhan dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat. “Kami memberi persiapan yang matang kepada calon mahasiswa KKN berupa pembekalan mental dan penyusunan program-program kerja sejak satu bulan sebelum keberangkatan,”tambahnya. Disebut Masduki, Taiwan menjadi wilayah jujukan KKN Internasional UMM yang pertama. Selanjutnya, program KKN Internasional akan terus dikembangkan ke wilayah-wilayah lain di Asia. Masduki pun berharap, program ini akan menjadi eskalator bagi mahasiswa UMM untuk meningkatkan wawasan internasional. “Melalui KKN Internasional ini, saya berharap mahasiswa UMM tidak lagi berkutat pada wawasan lokal, namun juga lberani meningkatkan wawasan global sesuai visi misi UMM,” pungkasnya. (nim/sil)
Satu-satunya Tim Berkomposisi Perempuan Lengkap, Tim Srikandi UMM Jadi Pemenang Desain-Estetika Terbaik di Ajang KMHE 2018

SIAPA bilang pekerjaan merangkai mobil cuma jadi keterampilannya laki-laki? Tim Srikandi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) justru mendobrak stereotip itu. Buktinya, pada ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018 di Universitas Negeri Padang beberapa waktu lalu, mobil urban concept Tim Srikandi UMM berhasil memenangi penghargaan dengan kategori desain dan estetika terbaik. Tim Srikandi dengan kendaraan Hrusangkali Evo 01 yang turun di kelas Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gasoline, sejak awal sudah jadi pusat perhatian peserta dan tim juri. Tim Srikandi Program Studi (Prodi) Teknik Mesin UMM yang dibimbing Heni Hendaryati, sengaja turun di kelas MPD untuk menunjukkan bahwa perempuan bisa merancang kendaraan. Serta, memodifikasi mesin supaya lebih efisien atau irit. Tak kalah keren, tim yang dipimpin Intan Maharani, membuat tim lain terkagum-kagum. Karena saat uji layak lomba (scruttering), tim ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki, juga bisa dikerjakan perempuan. Mulai angkat-angkat kelengkapan mobil, setting kinerja mesin, gerinda, mengebor bahkan saat pengujian rem, kendaraan diangkat dan didorong oleh mereka sendiri. “Karena anggota tim semuanya perempuan, justru menjadi daya tarik tersendiri. Saat Tim Srikandi keluar menuju scrutt atau race, Tim Srikandi selalu disambut dengan kehebohan. Tim lain menjadi kurang menarik bagi peserta dan pengunjung lomba yang melihat,” kata Intan, menceritakan pengalaman serunya mengikuti ajang tahunan yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) ini. Tim srikandi terbentuk atas ide sekretaris jurusan Teknik Mesin, Iis Siti Aisyah, Ph.D. untuk memfasilitasi dan menyalurkan kemampuan para mahasiswi Prodi Teknik Mesin UMM yang mempunyai prestasi akademik di atas rata-rata mahasiswa putra. “Maka untuk menyeimbangkan motoric atau keterampilan para ‘Srikandi’ ini, salah satunya harus diasah lewat Kontes Mobil Hemat Energi,” terang Iis. Oleh karena itu, menyambut event bergengsi ini, Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMM sedari awal mempersiapkan angota tim dan pembimbing yang semuanya beranggotakan perempuan. “Ternyata Tim Srikandi mempunyai talenta dan siap berkompetisi yang dibuktikan dengan mendapat predikat desain-estetika terbaik. Raihan ini menunjukkan bahwa perempuan juga bisa,” pungkas Iis. Selain Tim Srikandi yang membukukan prestasinya, Tim Mekatronic UMM juga menyabet gelar Juara 1 dalam Kategori Urban Listrik. Tim yang mengandalkan kendaraan Genetro Suryo U.E.V 06 unggul dengan hasil terbaik, 335,09 km/kwh. Hasil itu memecahkan rekor yang pernah dicapai asia dan dunia. Di mana pada kompetisi yang sama hasil Juara 1 kelas Urban Listrik KMHE 2017 hanya mencapai nilai 154,435 km/kwh. (*/can)