UMM Pertemukan Para Peneliti untuk Ciptakan Pengajaran Matematika Modern

Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup akhir tahun dengan dengan menghelat Konferensi Pendidikan Internasional yang dilaksanakan pada Sabtu (23/12). Konferensi ini ditujukan untuk membangkitkan semangat para peneliti yang memiliki konsentrasi pada bidang Matematika. Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan (FKIP UMM). Dr. Sudiran, M.Hum menyampaikan bahwa pada konferensi ini para peserta diajak untuk mengenal cara menyampaikan ilmu matematika bukan sebagai ilmu yang sulit dan sekedar ilmu yang berhubungan dengan hitung-menghitung. Matematika juga diharapkan dapat disampaikan sebagai ilmu yang dapat menghubungkan peserta didik dengan perkembangan era masa depan. “Dengan dihadirkannya banyak pembicara dari negara-negara lain diharapkan kegiatan yang digagas oleh Program Studi Matematika FKIP UMM ini dapat menjadi sarana bagi para peneliti ilmu matematika untuk tidak hanya sekedar mengajarkan perhitungan matematika namun juga sebagai alat untuk mengenalkan perkembangan dunia melalui matematika” ungkapnya. Mengangkat tema The Robbustness of Mathematics Education Invention kegiatan ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para peneliti bidang matematika untuk terus memperkuat dan memperkaya penemuan. Kegiatan yang dihadiri oleh kurang lebih delapan puluh peserta dari berbagai universitas di Indonesia ini bertujuan sebagai saran bagi para peneliti bidang matematika untuk dapat mempublikasikan hasil riset mereka. Pada sesi pertama diskusi, Prof. Dr. Mohd. Salmi Md. Noorani memaparkan poin-poin penting dalam menyampaikan ilmu matematika agar tidak menimbulkan miskonsepsi yang hingga saat ini terus menjadi persoalan dalam pembelajaran matematika. “Matematika sebenarnya adalah sebuah kemahiran dalam berpikir, namun mathematics sering menjadi hal yang sangat tidak dicinta karena teradapat banyak misconceptions dalam penyampaian ilmunya,” ungkap Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Internasional Fakultas Sains dan Teknologi Univesity Kebangsaan Malaysia. Selain Prof. Dr. Mohd. Salmi Md. Noorani, pada kegiatan ini juga hadir sebagai pembicara utama di antaranya Dr. Lilla Adulyasas dari Universitas Yala Rajabhat Thailand, Dr. M. Syaifuddin, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Malang Indonesia, Chanakya Wijeratne, Ph.D dari Universitas Colombo Sri Lanka, dan Nhelbourne K. Mohammad, M.Ed dari Universitas Cotabato Filipina. (nis/sil)

Menteri dan Mantan Menteri Nostalgia di Reuni Akbar UMM

Sabtu (23/12) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Reuni Akbar bertajuk “Welcome Back to Campus”. Dihadiri ratusan alumni mulai angkatan 1983, acara pembukaan digelar di Theater Dome UMM kemudian dilanjutkan dengan reuni di tingkat fakultas. Dihadiri oleh rektor pada masa konsolidasi, independensi dan ekspansi UMM yakni Prof. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Harian UMM dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia serta Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, MAP. yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Rapublik Indonesia acara berlangsung hangat. Diawali dengan penyematan topi kepada kepada wakil peserta reuni oleh rektor dan mantan rektor UMM, para alumni serasa dikembalikan pada nostalgia saat menempuh studi di kampus putih. Memberikan sambutannya, Malik Fadjar menyampaikan bahwa sebagai manusia, para alumni tidak boleh sampai kehilangan cita-cita dan tujuan. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka kedepannya tidak akan ada energi dan motivasi untuk melakukan hal yang bermakna. “UMM merupakan universitas yang penuh dengan cita-cita. Jadi alumni-alumni UMM adalah generasi yang lahir dan dibesarkan penuh dengan cita-cita,” tukas Malik. Sementara itu, Muhadjir Effendy mengaku kagum dengan prestasi-prestasi yang ditorehkan alumni UMM. Hingga saat ini, alumni UMM telah tersebar dan berkarya di berbagai bidang, termasuk di dunia politik. “Saya melihat banyak alumni yang sudah menjadi orang besar, apalagi di bidang politik mulai dari anggota DPR hingga Bupati,” ucap Muhadjir. Di akhir Rektor UMM, Drs. Fauzan, M.Pd. berpesan kepada para alumni agar tetap menjaga silaturahmi dan komunikasi. Fauzan juga mengingatkan, meski sudah sukses UMM harus selalu ada di hati setiap alumni. “Kita boleh saja menjadi alumni, namun kita harus harus tetap sehati,” ujar Fauzan. Dalam reuni kali ini, turut hadir juga alumni-alumni yang kiprahnya cukup dikenal di Indonesia, seperti akademisi dan pengamat politik Dr. M. Alfan Alfian, M.Si dan Mantan Menteri Pertahanan Republik Demokratik Timor Leste, Dr. Julio Tomas Pinto. (iel/sil)

Student Day UMM, Cetak Mahasiswa Bermental Pejuang

GELARAN Student Day 2017 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi ditutup oleh Rektor UMM Drs Fauzan M.Pd, Sabtu (23/12). Student Day menjadi wadah yang ditujukan untuk mahasiswa baru UMM mengembangkan minat dan bakat. Pada gelaran ini, mahasiswa angkatan 2017/2018 dari berbagai fakultas dapat menyalurkan kemampuannya antara lain di bidang seni, olahraga, akademik, dan kreativitas. Dalam sambutannya, Fauzan berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga semangat meski gelaran Student Day telah usai. Bentuk semangat yang dimaksud ialah dengan mengimplementasikan apa yang telah diperoleh selama Student Day dalam kehidupan kemahasiswaan. “Esensi Student Day harus ada dalam dada kalian, harus ada dalam jiwa kalian,” tegas Fauzan. Lebih jauh Fauzan menyampaikan pentingnya mahasiswa memiliki mental tangguh dan mental pejuang sehingga kehadirannya di tengah masyarakat dapat memberi manfaat. “Jadilah mental-mental pejuang sehingga saudara jadi mahasiswa UMM  ini benar-benar berarti ditengah masyarakat di masa yang akan datang,”tandasnya. Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof Dr Malik Fadjar menyampaikan harapannya agar Student Day yang telah menjadi tradisi UMM selama 20 tahun ini tidak sekedar menjadi gelaran rutin. Malik berharap, kegiatan ini juga bisa menelurkan generasi yang lebih baik dibanding sebelumnya, terutama dalam rangka mengembangkan student need dan student interest yang menjadi perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi. “Student Day mengantarkan mahasiswa UMM dalam suasana menyenangkan, menggembirakan, sekaligus mencerdaskan,” ungkap Malik. Lebih jauh, Malik menyampaikan bahwa untuk mencapai cita-cita bangsa, mahasiswa UMM diminta dapat menciptakan pergaulan yang sehat dan cerdas dengan gerakan literacy. Menurutnya, generasi yang sukses adalah generasi yang membaca. Generasi yang mengandalkan buku-buku, bukan mengandalkan internet. “Penuhilah kehidupan di kampus ini, setiap mahasiswa menjadi mahasiswa yang gemar membaca. Ini kunci untuk menjadi generasi yang sukses,”tandasnya. Berlangsung meriah acara ini juga diisi dengan penampilan tarian daerah serta persembahan musik dari mahasiswa. Salah satu peserta yang hadir, Andini mahasiswi prodi Psikologi mengaku ‘panen’ manfaat selama mengikuti Student Day. “Saya belajar membuat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dipandu kakak-kakak tingkat. Saya juga bisa menyalurkan hobi menari dan ikut lomba tari di level Universitas,” tutur Andini. Sebagai puncak dari rangkaian Student Day yang sudah diselenggarakan sejak bulan Oktober, mahasiswa mendapatkan apresiasi atas prestasi di bidang akademik dan non akademik. Kedepannya, Student Day yang merupakan ajang kreativitas mahasiswa di tingkat fakultas ini akan berlanjut dengan ajang kreativitas mahasiswa pada tingkat universitas yang disebut dengan Rektor Cup. (nim/sil)

Rangkul Alumni, IMM Psikologi Jawab Tantangan Kerja Jaman Now

Menghadapi tantangan kerja di era milenial ini, para alumni dan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Psikologi menyiapkan alumninya untuk menjadi tenaga kerja profesional. Lebih lanjut, pembahasan ini dikemas melalui diskusi nasional yang digelar bersamaan dengan temu alumni IMM Komisariat Psikologi. Kegiatan yang bertajuk Psikologi Menjawab Tantangan Kerja Jaman Now tersebut, merupakan rangkaian kegiatan yang ditujukan bagi calon Sarjana Psikologi untuk tidak perlu menunggu menjadi alumni dari Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru mencari pekerjaan. Mahasiswa Psikologi UMM harus sudah mempunyai pekerjaan bahkan sebelum menyelesaikan studinya. Senada dengan hal tersebut, Rektor UMM Fauzan menegaskan bahwa kegiatan ini dapat menjadi salah satu bentuk dukungan IMM Psikologi untuk ikut mendorong program-program pengembangan mahasiswa yang dirancang oleh universitas. “UMM mempersiapkan program-program untuk mahasiswa yang belum lulus sudah harus kerja dan IMM hari ini sudah membantu untuk menuju kesuksesan kesana,” ungkap Rektor UMM di Aula BAU UMM, Sabtu (23/12). Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Salis Yuliardi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah inisiasi yang sempurna untuk membekali mahasiswa Psikologi, utamanya alumni IMM dalam membentuk profil tenaga kerja yang professional. “Tanpa perlu untuk dijelaskan lagi kegiatan ini merupakan permulaan yang baik untuk menyiapkan tenaga profesional khususnya bagi Psikologi UMM,” jelas Salis.