Film Pendek Kine Klub UMM Sabet Ide Cerita Terbaik di UMY

Tidak ada hari tanpa prestasi. Hal itu selalu didengungkan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Drs. Fauzan, M.Pd. Kata-kata rektor tersebut seperti sudah mendarah daging pada semua civitas akademika UMM. Saat ini gilaran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Studi Sinematografi Kine Klub UMM. Melalui filmya yang berjudul Menthul, UKM ini meraih penghargaan film dengan ide cerita terbaik pada gelaran Festival Film Gadget dalam Communication Awards Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Alissa Nailun Kamila, produser film Menthul, menyatakan, dirinya tak menampik bahwa ada kesulitan dalam produksi film ini. Selain tema film yang ditentukan yakni “perundungan” kesulitan lain terletak pada pemilihan alat yang digunakan karena harus menggunakan media gadget sebagai alat rekamnya. “Kami kesulitan menemukan gadget yang spesifikasi kameranya mencukupi untuk menjadi alat perekam yang diinginkan,” ujar Alissa. Sementara itu, Miftah Al Kautsar, sutradara film Menthul, menyebutkan bahwa film ini menceritakan tentang seorang anak yang masa kecilnya sering mengalami perundungan. Saat ia dewasa, ia ingin berubah menjadi seseorang yang sudah distandarkan oleh teman-temannya. Namun setelah berubah, teman-temannya menjadi sadar atas perbuatannya dan meminta kepada anak tersebut untuk menjadi diri sendiri. “Dalam film ini ada dua bentuk perundungan yang digambarkan, yakni dalam bentuk verbal dan fisik,”jelas mahasiswa teknik mesin UMM angkatan 2015 ini Ia juga menambahkan, bahwa ia ingin nantinya film ini memiliki ruang pemutaran sendiri dan film ini dapat dikonsumsi oleh khalayak umum. “Saya juga berharap, film ini nantinya akan dapat merubah mindset orang-orang pelaku perundungan untuk berhenti melakukan hal yang bersifat traumatis tersebut,” tambahnya. Hal yang sama disampaikan oleh pembina Kine Klub UMM, Rahadi. Ia menyebutkan, selain bisa dikonsumsi masyarakat, film ini juga masih mempunyai taji jika ingin diikutkan lomba kembali. “Dalam film ini, teman-teman Kine sangat lihai mengkonstruksi realitas yang ada dimasyarakat sehingga menjadi ide cerita yang menarik. Dan memang kekuatan film ini terletak pada ide ceritanya,” pungkas Rahadi. Selain film Menthul, film Kripik Apel dari Kine Klub UMM juga mendapatkan penghargaan  5 besar film terbaik dalam lomba Cinema Communication Artcademic Festival 2017 di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. (iel/sil)

Tingkatkan Produktivitas Mahasiswa, Prodi Bahasa Indonesia Adakan Gelar Karya Bartera

Pelataran lantai 3,5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ramai dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswi yang hadir pada Gelar Karya Bahtera (Bahasa dan Sastra Indonesia) hari ini, Jumat (29/12). Gelar Karya Bahtera ini merupakan acara dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam rangka mengapresiasi karya-karya mahasiswa semester lima. Pada kesempatan ini, mahasiswa mata kuliah Fotografi, Menulis Sastra dan Membaca Sastra serta mata kuliah Linguistik Umum memamerkan hasil karya berupa foto, poster, antologi puisi, antologi cerita pendek (cerpen), buku ajar serta video. Ditemui disela-sela acara, Arif Setiawan MPd selaku dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengungkapkan pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan foto. “Kita mencoba mengungkapkan atau memberi makna dari sebuah foto. Ini juga sesuai dengan kurikulum bahwa luaran Bahasa Indonesia diharap mempunyai kemampuan fotografi dan dokumentasi,” ungkap Arif. Lebih lanjut Arif menyebut gelaran ini dapat mengasah kemampuan lain mahasiswa. Misalnya pada mata kuliah Menulis Sastra mahasiswa mampu menghasilkan produk berupa cerpen dan puisi. “Karena dewasa ini kan banyak orang yang tidak gemar menulis, jadi setidaknya dengan mata kuliah ini mahasiswa UMM khususnya prodi Bahasa Indonesia ditingkatkan kembali gairahnya untuk menulis,” tandas Arif. Sedangkan mata kuliah Membaca Sastra, disebut Arif merupakan bentuk apresiasi kepada para pengarang sastra berupa arrangsement musik, sehingga menghasilkan musikalisasi puisi. Terhitung, sebanyak 54 hasil jepretan foto terpilih karya mahasiswa dipamerkan. Beberapa jenis foto itu diantaranya merupakan foto  human interest yang memotret kegiatan jual beli di pasar, Selain itu, ada pula foto jenis landscape berupa pemandangan alam. Sementara itu, untuk antologi puisi dan cerpen terdapat 6 karya yang ditampilkan. Melengkapi acara, even kali ini turut diramaikan oleh pertunjukan empat musikalisasi puisi dari para mahasiswa. (nim/sil)