Gelar Sholat Gerhana, Masjid AR Fachruddin Ajak Jamaah Hayati Kebesaran Allah

Setiap orang diantara kita mengimani bahwa seluruh keberadaan di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT. Gerhana bulan atau Super Blue Blood Moon padaRabu,(31/01/2018) merupakan salah satu fenomena alam sebagai bentuk keagungan Allah SWT. Secara hukum syariat, hukum sholat gerhana bulan atau matahari adalah sunnah muakad, yaitu amalan sunah yang tidak ingin ditinggalkan oleh Rosulullah SAW. “Rasulullah mengatakan bahwa terjadinya gerhana matahari atau bulan itu tidak ada kaitannya dengan kematian atau kelahiran, jadi ketika fenomena tersebut terjadi, maka tunaikanlah sholat dan perbanyaklah doa serta sedekah. HR. Bukhori dan Muslim,”kata Ustad Ahmad Fathoni, LC., MAkhotib Sholat Gerhana di Masjid A.R. Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ketua Program Studi (Kaprodi)Pendidikan Bahasa Arab FAI UMMtersebut juga menyampaikan bahwa sholat gerhana bulan sendiri memiliki tujuan untuk menghayati salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah. Karenanya, kita diperintahkan untuk bersujud pada-Nya. “Pelajaran yang dapat kita ambil dari fenomena gerhana bulan setelah 152 tahun silam dan terjadi lagi pada hari ini adalah bahwa kita sebagai manusia ini sangat kecil, sedangkan Allah maha kuasa, tambah Ustad Ahmad Fathoni. Selain itu sholat sunnah gerhana bulan juga untuk menundukkan diri pada Allah dan menyadari bahwa kelebihan-kelebihan yang kita miliki dan kita muliakan akan musnah dihadapan Allah. “Gerhana bulan ini merupakan salah satu kekuasaan Allah yang tidak bisa dilakukan oleh manusia yang sangat kecil ini, sehingga kita sebagai sesama ummat harus lebih ikhlas dalam tolong-menolong dengan tidak merasa lebih tinggi dan mulya.”. tambahnya. Salah satu Takmir Masjid A.R. Fachruddin, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa sholat gerhana bulan juga dapat menjadi moment pengingat kebesaran Allah. “Kita wajib mensyukuri dengan cara Sholat Gerhana, dengan berserah diri bahwa Allah itu Maha Segalanya,” kataWahyu Hidayat, salah satu Takmir Masjid A.R. Fachruddin.(mif/sil)
Sentra HKI UMM Dorong Dosen Patenkan Karya

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) patut berbangga sebab kampus putih ini memiliki lembaga sentra Hukum Kekayaan Ilmiah (HKI) dan telah mematenkan banyak kekayaan intelektual seperti sertifikasi hak cipta, merk, maupun hak paten. Hari ini, Rabu (31/01) lembaga Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UMM mengadakan workshop bertajuk “Pemetaan dan Penguatan Kekayaan Intelektual Bidang Sosial Humaniora dan Eksakta Keteknikan” bertempat di Auditorium Wakil Rektor I UMM. Acara ini diikuti oleh dosen-dosen muda perguruan tinggi Muhammadiyah dari berbagai wilayah di tanah air seperti Bengkulu, Sidoarjo, Ponorogo, dan Tangerang Ketua sentra HKI UMM, Dr. Ir. Agus Zainudin, MP menjelaskan bahwa tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pengajar perguruan tinggi tentang pentingnya hak cipta dan mendorong para dosen agar lebih produktif menghasilkan karya. “Kami memetakan beberapa potensi yang bisa didaftarkan hak patennya. Dengan demikian, akan banyak karya-karya dosen UMM yang tersertifikasi,” terang Agus. Sejak tahun 2003 hingga 2017, Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) UMM telah mengantongi tujuh sertifikat hak paten. Sementara itu, perolehan sertifikat hak cipta sejak tahun 2006 hingga 2017 sejumlah 159 dari berbagai program studi di UMM. Prof. Dr. H. Ishomuddin, M.Si selaku pemateri workshop menjelaskan bahwa HKI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seorang pendidik, khususnya dosen. “Sebagai seorang dosen, sangat penting memiliki karya baik berupa buku, penelitian, artikel, visiting lecture, ataupun tulisan-tulisan yang dimuat dibuku,” pungkas dosen Fakultas Agama Islam (FAI) yang telah memperoleh 27 sertifikasi hak cipta ini. Kedepannya, diharapkan worksop semacam ini dapat diadakan lagi mengingat betapa pentingnya pengetahuan tentang hak cipta. (lus/nim/sil)
Perdana, Mobil Kaca UMM Sebarkan Semangat Literasi ke Pulau Madura

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menggaungkan gerakan literasi. Memilih cara unik, gerakan ini dikemas dengan konsep Mobil Pintar. Melalui tangan-tangan terampil, mobil berjenis OB Van pemberian Bank Jatim dalam program CSR Bank Jatim Peduli ini ini telah di kreasikan UMM dengan ciamik menjadi mini perpustakaan. Tidak tangung-tanggung, mobil tersebut menampung 456 buku yang terdiri dari Ensiklopedia, Entrepreneurs, IT, Hobis, Peternakan, Pertanian, Muhammadiyah dan Islam Umum. Mengacu pada konsepnya, Mobil Pintar UMM ini disebut dengan Mobil KaCa (Kamis Membaca). Nantinya, Mobil KaCa UMM akan berkelana ke sekolah-sekolah, utamanya di Jawa Timur. Harapannya, Mobil KaCa UMM dapat meningkatkan budaya baca pelajar Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kepala Humas UMM, Joko Susilo mengungkapkan adanya Mobil Kaca menjadi salah satu bukti bahwa kampus putih memiliki target untuk terus mendidik anak-anak Indonesia. “Sama dengan misi UMM, mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai juga dengan semangat Al-Quran. Wahyu yang diturunkan pertama kali Iqro, membaca itu jadi literasi,” terang Joko. Dalam perjalanannya, Mobil Kaca mencerna baik slogan UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa. Terbukti melalui program K-A-N-C-A-N-E yaitu Kepo (Ketahui Potensimu), Ayo Dolanan, Coto (Konco Cerito) Babad, Aku Jurnalis, Nonton, dan EYL, UMM berupaya hadir memberdayakan pelajar. Kepo (Ketahui Potensimu) merupakan program yang digagas dengan Bimbingan Konseling (BK) UMM untuk memfasilitasi konseling gratis serta mini tes psikologi bagi siswa, khususnya remaja. Sedangkan Ayo Dolanan merupakan pengenalan berbagai macam permainan tradisional sebagai upaya melestarikan kebudayaan Indonesia. Ada pula Coto (Konco Cerito) Babad untuk mendidik dan menginspirasi melalui dongeng maupun hikayat, Aku Jurnalis untuk mengedukasi cara menulis dan program English for Young Learner (EYL) untuk belajar bahasa Inggris. Selain mengusung program yang lengkap, mobi ini juga dilengkapi fasilitas LED monitor, audio dan full soundsystem yang dapat digunakan untuk menampilkan film-film edukatif. Sejak Senin-Kamis (29/1-01/02) Mobil Kaca telah menebarkan gerakan literasi ke wilayah Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Salah satu pengunjung Mobil Kaca, Siti Aminah mengaku kegiatan ini merupakan yang pertama di Madura. “Enak ini karena bisa baca-baca disini, nggak perlu ke toko. Seperti saya yang mondok gini kan jarang keluar nggak tahu toko buku dimana, dengan ini jadi mudah membaca dan tau berbagai macam buku lain,” tutur Siti siswi kelas XII SMA Al Islah Sumenep Madura. (nim/sil)