Dikemas Menarik, Wisuda ESP UMM Anugerahkan “The Best Captain”

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Wisuda English for Spesific Purpose (ESP) Graduation di Hall Dome UMM, Minggu (25/2). Acara ini menjadi tanda berakhirnya program Language Center UMM tersebut bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pembelajaran selama dua semester. Pada gelaran ini, diwisuda  5.780 mahasiswa FAI angkatan 2015 dan mahasiswa non FAI angkatan 2016. “Program ESP ini bertujuan untuk memberikan bekal ketrampilan bahasa inggris kepada mahasiswa untuk menghadapi era globalisasi bahasa pada zaman sekarang,” ujar Wakil Rektor I Syamsul  Arifin. Wisuda kali ini dibagi menjadi dua sift, shift I dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 09.00 WIB sedangkan untuk shift II dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada 16.00 WIB. “Ini guna memperlancar wisuda ESP hari ini,” kata Wakil Ketua Pelaksana Wisuda ESP tahun 2018  Alfianti Urfah Kalilah. Melakukan beberapa pembaharuan, ada hal yang berubah pada Wisuda ESP kali ini seperti waktu yang digunakan hanya dua jam per kloter. “Dan kami lebih melibatkan mahasiswa,  seperti pada tahun ini ada pemenang the best captain,  yaitu bagi ketua tingkat yang aktif maka akan kami apresiasi,”tambah Alfianti. Di sisi lain, Mahasiswa Program Studi Kedokteran Raden Mochammad Kelvin yang menjadi The First Winner of Esp  dengan hasil akhir taep 426 menyampaikan bahwa ESP menjadi programbelajar yang menyenangkan untuk belajar Bahasa Inggris. Bmahasiswa UMM baik yang belum bisa, ESP merupakan tempat untuk lebih mengenal dan memperdalam Bahasa Inggris. Sedangkan bagi yang sudah bisa, ESP merupakan wadah untuk me-review kembali dan lebih memperdalam Bahasa Inggris. “ESP itu menyenangkan dan tidak membuat mahasiswa bosan,  karena lecturernya friendly,  jadi materinya cepat kami fahami” pungkas mahasiswa yang akrab dipanggil Kevin tersebut. Program English for Spesific Purpose  (ESP) adalah Program Bahasa Inggris yang dikhususkan untuk masing-masing bidang ilmu di semua jurusan dan fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Program ini setara D1 dan ditujukan kepada seluruh mahasiswa baru semester I sampai semester II dengan tujuan untuk membekali mahasiswa dengan bahasa Inggris sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. (mif/sil)

UMM Bekali Dosen Ketrampilan Khusus Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa

Pertumbuhan jumlah rasio kewirausahaan secara nasional menjadi konsentrasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk membangun iklim kewirausahaan bagi mahasiswa. Berangkat dari hal tersebut, pada hari ini digelar Training for Trainer Dosen Karir dan Kewirausahaan UMM di Hall Rusunawa UMM, Senin (26/02). Rektor UMM Fauzan menyampaikan, membangun jiwa kewirausahaan merupakan sejarah baru bagi UMM untuk menghadapi era millenial. Karenanya Fauzan berpesan kepada  149 peserta yang merupakan dosen perwakilan dari seluruh program studi agar mengintergrasikan perkembangan isu-isu terbaru dalam kegiatan belajar mengajar. “Perubahan mindset dalam mengajar harus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hasil belajar mahasiswa,” tandasnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang I Syamsul Arifin menyampaikan bahwa, UMM saat ini berada di posisi yang ideal untuk mengembangkan model pembelajaran yang futuristik sebagai upaya pembentukan profil lulusan yang berkualitas dan salah satunya dapat dilakukan dengan pembentukan jiwa kewirausahaan. “Saat ini, perkembangan UMM menuntut kita  untuk membentuk profil lulusan yang berkualitas,” jelas Syamsul. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang II Nazaruddin Malik menyampaikan bahwa pengajaran kewirausahaan yang paling sulit adalah menumbuhkan kepekaan pada potensi usaha yang dapat dibangun. “Mengajar kewirausahaan itu yang paling sulit membangun jiwa kewirausahaannya sendiri,” tegas Nazaruddin. Untuk mengasah hal ini, Nazarrudin menyampaikan bahwa UMM terus berupaya untuk membangun lingkungan sosial yang dapat membentuk semangat kewirausahaan bagi semua civitas akademika. “UMM saat ini berusaha membangun lingkungan sosial yang memberikan ruang berekspresi bagi seluruh elemen universitas,” jelas Nazzarudin. Menambahkan Nazaruddin, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Malang Agus Endra menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang entrepreuner dibutuhkan  keuletan dan ketelatenan. Kedua hal tersebut sudah menjadi hal yang wajib dimiliki seorang wirausahawan. “Entrepreneur itu cuma butuh dua hal, ulet dan telaten,” jelas Agus. Khusus bagi mahasiswa menurut Agus, bidang usaha yang paling tepat adalah yang berhubungan dengan teknologi  karena memiliki peluang yang besar untuk berkembang. “Kewirausahaan yang berhubungan dengan teknologi akan menjadi usaha yang berkelanjutan,”tandas Agus. Dalam gelaran ini, seluruh dosen yang hadir  di bekali beberapa materi diantaranya perkembangan bentuk kewirausahaan di era digital, Focus Group Discussion_ (FGD) untuk merancang Bussines  Plan, Self Management: Self Assessment, serta Business Capital Access. Usai training dilaksanakan, nantinya akan dibuka Kelas Khusus Karir dan Kewirausahaan bagi mahasiswa semester akhir yang ditempuh dan diselesaikan dalam beberapa pertemuan. Harapannya, semua lulusan UMM siap menjadi wirausahawan.