Kementrian ESDM Ajak Mahasiswa FH UMM Berinovasi pada Energi Alternatif

Pemerintah melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus gencar melakukan sosialisasi tentang optimalisasi pemanfaatan energi alternatif sebagai upaya pencegahan peningkatan panas bumi. Hal tersebut dilakukan salah satunya dengan merangkul Perguruan Tinggi untuk mensosialisasikan lebih dalam tentang Konservasi Energi. Utamanya yang saat ini tengah dikerjakan oleh pemerintah dengan membangun pembangkit listrik tenaga energi terbarukan. Selaras dengan upaya pemerintah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus eco energy juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH). Kesesuaian tersebut menjadi latar belakang Fakultas Hukum (FH) UMM menghadirkan Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan  Konservasi Energi Sugeng Mujiyanto pada Kuliah Perdana Kebijakan Konservasi Energi Fakultas Hukum pada Sabtu (3/3). Pada sesi pembukaan, Sugeng menyampaikan bahwa Indonesia dengan sumber daya alam yang berlimpah harus ada pemanfaatannya. “Indonesia ini kan kaya, punya banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif,” jelasnya. Meski demikia Sugeng mengingatkan ada hal yang perlu dan wajib diingat, yakni perawatan dan pengendalian penggunaan energi tersebut harus diperhatikan. “Energi yang kita miliki jangan sampai habis dan pengunaannya tanpa ada kontrol,” imbuh Sugeng. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Hall Teathre Dome UMM ini, Sugeng juga menyampaikan bahwa Energi sangat dibutuhkan untuk  meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat secara luas. “Jadi energi ini tidak hanya melulu soal bagaimana dimanfaatkan,  namun juga bagaimanna perekonomiam dan kesejahteraan masyarakat dapat terjamin,” jelasnya. Untuk memaksimalkam hal-hal tersebut, diperlukan keterlibatan para akademisi muda terutama dalam menciptakan energi alternatif. “Semua yang ada disini sangat diharapkan dapat menciptakan terobosan-terobosan baru dalam memanfaatkan energi alternatif,” pungkasnya.

UMM Siapkan Insinyur Abad 21

TANTANGAN profesi Insinyur di Indonesia kian kompleks memasuki abad 21. Tantangan terbesar di era banjir informasi ini adalah pelayanan yang penuh integritas. Guna menjawab hal tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah perdana, Sabtu (3/3) di Ruang Sidang GKB 4 UMM. Hadir sebagai pembicara Wakil Ketua III Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D. yang memaparkan tentang Pertimbangan Energi : Hemat, Bersih dan Terbarukan. Daniel menyebut, banyak faktor yang menjadi tantangan insinyur khususnya di abad 21 ini, salah satunya perubahan iklim dan pemanasan global. “Energi menjadi pertimbangan yang sangat penting untuk para insinyur dimanapun. Kita dengar istilah savety, coba sekarang kita tambahkan dengan energy savety, bagaimana kita bijak menggunakan energi,” tutur Daniel. Selain itu Dekan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut menyampaikan, keberadaan profesi insinyur harus dapat memberikan solusi yang etis atas permasalahan-permasalahan pembangunan Indonesia, sehingga dapat memberikan manfaat yang baik untuk publik. “Bermanfaat bagi masyarakat itu dengan cara birokratnya bersih, aparaturnya dalam hal ini kita, juga harus kompeten. Ini yang saya usulkan. Saya yakin mahasiswa PSPPI UMM lebih peka karena lebih mempertimbangkan dari sisi moral dan spiritual,” tukasnya. Kuliah perdana ini merupakan kuliah pertama untuk mahasiswa PSPPI UMM. Selain dihadiri mahasiswa PSPPI UMM, kuliah juga dihadiri oleh dosen-dosen Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM yang nantinya akan menjadi pengajar untuk mahasiswa PSPPI. Ketua Tim Persiapan Program Studi Pendidikan Profesi Insiyur UMM, Annisa Kesy Garside ST., MT menilai bahwa kuliah perdana ini penting adanya karena dapat menjadi bekal pengetahuan yang lebih luas tentang profesi insinyur. “Ini dapat memberikan gambaran akan tantangan-tantangan dan tugas yang mereka lakukan nanti setelah mendapat gelar profesi insinyur,” pungkas Annisa.