Jadi Panelis, Rektor UMM Pertanyakan Jurus Paslon Cagub-Cawagub Jatim Agar Usia Produktif Lebih Berkualitas

Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) sudah semakin dekat. Serangkaian ritual untuk menuju pesta demokrasi di Jawa Timur (Jatim) menjadi lebih ramai lagi. Salah satunya dengan diadakannya Debat Pemilihan Pilgub Jatim oleh KPU Jatim yang digelar perdana di Dyandra Convention Hall Surabaya, Selasa (11/4). Mengusung Tema Kesejahteraan Rakyat, Rektor UMM, Fauzan terpilih menjadi satu dari empat panelis dalam debat tersebut. Sebagai panelis, Fauzan berkesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada kedua pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dan Palon nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Pada kesempatan tersebut, Fauzan menanyakan bagaimana cara masing-masing Paslon untuk memaksimalkan peran para penerus bangsa, khususnya anak muda dalam berkontribusi bagi Indonesia. “Penekanannya adalah bagaimana mereka dapat menyiapkan generasi usia produktif ini menjadi andalan di era bonus demografi ini,”ungkap Fauzan. Kedua Paslon terlihat sangat antusias dalam menjawab pertanyaan tersebut, bahkan perdebatan yang sangat seru berlangsung diatas panggung. Cagub Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada milenial jobsenter. “Jika kami diberi amanah untuk memimpin Jatim, kami akan fokus pada milenial jobsenter. Sektor wisata akan menjadi andalan kami, SMK Pariwisata, IT dan Perhotelan akan diperkuat. Pada sektor tersebut akan kita berikan beasiswa,”katanya. Sementara itu, dari Paslon nomor urut 2, Cagub-Cawagub Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno juga mengaku bahwa telah menyiapkan program khusus bagi generasi milenial. “Kita punya program Masmetal atau Masyarakat Melek Digital untun anak-anak muda yang kreatif dan terbuka. Kita akan juga support internet untuk anak muda di Jatim,”kata Syaifullah Yusuf atau hyang akrab dipanggil Gus Ipul tersebut. Menurut Fauzan, jawaban kedua paslon memang belum bisa memberi gambaran secara utuh, tapi ia yakin keduanya memiliki program nyata untuk generasi milenial. Hanya karena keterbatasan waktu, jawaban yang disampaikan dirasa belum menyeluruh. Fauzan pun berharap, apa yang disampaikan kedua Paslon dapat memberikan gambaran bagi masyarakat menilai cagub-cawagubnya. “Kami berharap Pilgub Jatim menjadi contoh serta rujukan. Debat kali ini sangat konstruktif. Masyarakat Jatim yang akan menilai. Jawaban-jawaban yang diberikan oleh dua Paslon itu bukan untuk panelis, melainkan untuk masyarakat luas,”pungkasnya. (rin/sil)
Gandeng UMM, Mahkamah Konstitusi RI Gelar Debat Konstitusi Mahasiswa
Mahasiswa adalah calon-calon intelektual dalam menyikapi perbedaan. Perbedaan pendapat tersebut haruslah diutarakan dengan cara yang konstitutif seperti dalam kegiatan debat konstitusi pada hari ini, Selasa (10/4). Acara “Seminar Nasional dan Pembukaan Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa” yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini bertempat di Aula GKB IV lantai 9 UMM. Wakil Rektor 1 Syamsul Arifin menyampaikan bahwa kegiatan debat konstitusi ini merupakan ajang latihan bagi mahasiswa untuk menggunakan argumen dan disampaikan serta menerima dengan baik. “Wa jaadilhum billati hiya ahsan, bertukar fikiranlah kalian semua dengan baik, ilmiah, rasional dan objektif,” pesannya kepada peserta debat. M. Guntur Hamzah selaku Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI membuka acara debat konstitusi kali ini. Guntur menyampaikan bahwa acara ini merupakan debat tertinggi di kalangan mahasiswa. “Debat konstitusi merupakan ajang kompetisi debat tertinggi yang mempertemukan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi terbaik se-Indonesia,”ujarnya. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan seminar nasional dengan tema “Menakar Efektifitas Penyelenggaraan Pilkada Serentak: Demokrasi Lansung atau Demokrasi Partisipatif” yang diikuti oleh 24 perwakilan antar perguruan tinggi (PT) se-Indonesia tingkat regional timur baik negeri maupun swasta, dari Jawa Timur hingga Papua. Mengawali seminar, Hamdan Zoelva menyampaikan bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat (PEMILUKADA) adalah salah satu mekanisme yang dianggap demokratis untuk memilih kepala daerah. “Pemilukada secara langsung ini memberikan partisipasi luas kepada rakyat untuk memilih langsung pemimpinnya, sehingga memberikan legitimasi kuat kepada kepala daerah,” ujar Hamdan yang juga menjabat Ketua Imum PP Syarikat Islam. Menyambung Hamdan, Janedjri M. Gaffar selaku Staf Ahli Bidang Hukum & HAM Kementrian Agama RI mengatakan bahwa hal yang penting dalam pemilihan kepala daera adalah makna kedaulatan rakyat. “Artinya rakyatlah yang menentukan siapa yang akan menjadi kepala daerahnya bukan ditentukan oleh DPRD,”tambahnya. Di akhir, Wakil Rektor III UMM Sidik Sunaryo menambahkan selain kedaulatan, ada hal lain yang penting diperhatikan dalam Pilkada. ” Etika atau akhlaq menjadi hal yang penting dalam pemilihan kepala daerah,”pungkasnya. (mif/sil)