Galakkan Program UMM PASTI, LSP Adakan Kerjasama Dengan BNSP

Untuk memberikan penguatan gerak langkah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mendorong program UMM Pasti, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Selasa (17/4) sore mengadakan penandatanganan kesepahaman bersama dan kuliah tamu dengan pemateri  Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Ir Sumarna F Abdurahman, M.Sc. Berlangsung di Theater Dome UMM, acara tersebut dihadiri oleh kepala biro, kepala program studi, pejabat struktural kampus dan mahasiswa. “Kami punya program UMM Pasti. Pertama, kepastian bahwa alumni kampus ini bisa lulus 3,5 maksimal 4 tahun. Pasti yang Kedua, UMM menjamin mahasiswa yang lulus pasti bekerja,” ujar Rektor UMM Drs. H. Fauzan, M.Pd Salah satu upaya untuk menindaklanjuti hal tersebut adalah dengan diadakannya program Sertifikasi kompetensi yang dicanangkan UMM melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Rektor UMM menyebutkan bahwa, hadirnya LSP di UMM adalah untuk memberikan fasilitas dalam rangka penguatan gerak langkah UMM untuk mengantarkan  mahasiswa agar mahasiswa yang lulus dari UMM pasti bekerja. “Dan penandatanganan kesepahaman ini adalah salah satu jalan untuk mewujudkan hal itu,” ungkapnya. Kepala BNSP, Ir Sumarna F Abdurahman, M.Sc mengatakan, Sertifikasi kompetensi sendiri pada dasarnya adalah program inti yang dilakukan oleh  BNSP. Sertifikasi ini merupakan proses pemberian sebagai pengakuan penguasaan yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standart kompetensi nasional Indonesia. BNSP di dalam proses melakukan uji ini memberikan lisensi kepada beberapa jenis LSP  dengan mengacu pada ISO/IEC 17024:2012 (2003). LSP UMM sendiri termasuk kepada kategori LSP 1 yakni, LSP yang diselenggarakan oleh perusahaan/organisasi maupun instansi pendidikan. Dengan adanya sertifikasi tersebut nantinya seseorang akan mendapatkan pengakuan kompetensinya yang dapat digunakan untuk meningkatkan jenjang karir, baik dalam ranah nasional maupun Internasional. “Saya Sangat optimis UMM kedepannya akan dapat berjalan sesuai dengan filsafat Sang Surya, yakni memberikan penerangan ditengah kegelapan, khususnya dibidang ketenagakerjaan,” tegas Ir. Sumarna. (Humas UMM)

Lulusan D3 Perbankan UMM Siap Jadi Mentor Investor Tingkat ASEAN

Meningkatnya iklim investasi di Indonesia membuat Indonesia banyak dipercaya oleh beberapa negara lain untuk mulai membangun usaha baru. Hal tersebut menjadikan pemerintah melalui lembaga penjamin keamanan dalam penyelenggaran jasa keuangan harus bekerja cerdas dan taktis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap seluruh kegiatan di dalam  sektor jasa keuangan baik sektor perbankan maupun non-perbankan, terus bergerilya untuk mengedukasi masyarakat. Salah satunya adalah dengan edukasi literasi keuangan  dan inklusi keuangan. Sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan Diploma III (D3) Keuangan dan Perbankan, kali ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpililih sebagai partner kerjasama dalam mensosialisasikan hal tersebut. Ketua Jurusan D3 Keuangan dan Perbankan Syamsul Hadi menyatakan bahwa penyebaran literasi dan inklusi keuangan ini adalah tugas bersama. Hal ini penting dilakukan, khususnya untuk membangun kepercayaan masyarakat pada penyedia jasa keuangan. “Seminar ini menjadi titik mulai para akedimisi untuk bersama menyebarkan  literasi dan inklusi keuangan guna meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap penyedia jasa keuangan,” tandasnya pada Seminar Keuangan dalam Upaya Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di UMM, Selasa (17/4). Menegaskan Syamsul, Kepala OJK Malang Widodo menyampaikan bahwa keterlibatan institusi pendidikan dalam proses edukasi literasi keuangan  dan inklusi keuangan penting adanya. “OJK menggandeng kampus sebagai salah satu lembaga pendidikan yang juga ikut bertanggungjawab tentang hal ini,” tandasnya. Dalam agenda ini, turut diundang beberapa pegiat Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar Malang Raya dan Kota Batu yang sebelumnya telah mendapatkan edukasi dasar tentang perencanaan keuangan dalam permodalan UKM oleh mahasiswa UMM D3 Keuangan dan Perbankan FEB UMM. Salah satu pelaku UKM yang memproduksi Shuttlecock Ani Setyanti mengaku, sangat diuntungan dengan kehadiran para mahasiswa tersebut ke tempat usahanya. “Kemarin ada mahasiswa dari D3 Keuangan dan Perbankan datang ke tempat usaha saya dan ngasih gambaran tentang gimana cara mengolah keuangan,” jelas pengusaha asal Lawang ini senang. Sementara itu, sebagai tempat dilahirkannya akademisi bidang Keuangan dan Perbankan, FEB UMM tengah bersiap menjadi penyelenggara pendidikan bidang Ekonomi dan Bisnis tingkat ASEAN. Dekan FEB Idah Zuhroh mengutarakan kesiapan FEB UMM untuk segera meningkatkan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang lahir dari fakultas ini. “Sudah saatnya FEB UMM bersiap melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menjadi lembaga pendidikan berstandar ASEAN,” urai Idah. Sementara itu, menurut Kepala Laboratorium D3 Keuangan dan Perbankan Eris Tri Kurniawati acara ini menjadi langkah taktis dalam mengedukasi mahasiswa untuk memulai berbisnis melalui investasi. “Kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi kami untuk mulai mengedukasi mahasiswa menjadi seorang investor,” ungkap Esti. Kegiatan yang akan berlangsung sejak Selasa hingga Rabu (17-18/04)  ini menghadirkan beberapa lembaga jasa keuangan di bawah naungan OJK diantaranya Bank Muamalat Malang, Indonesia Stock Exchange (IDX) Surabaya, Prudentail Life Assurance Malang, Pegadaian Malang, serta BPJS Malang. Lembaga-lembaga tersebut akan menandatangani nota kerjasama dengan FEB UMM sebagai langkah awal jalinan kerjasama. (nis/sil)