Tanamkan Nilai Melalui Kisah, Mahasiswi UMM Aktif Mendongeng Keliling Panti dan Sekolah

Kebiasaan mendongeng sudah menjadi hal yang hampir punah di tengah masyarakat modern saat ini. Hal ini sangat disayangkan, mengingat “bercerita” merupakan salah satu metode terbaik untuk menanamkan nilai-nilai, khususnya pada anak-anak. Berangkat dari fenomena ini, Indah Rahayuning Tyas mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memilih menghabiskan waktu senggangnya untuk aktif mendongeng. “Target saya adalah memengaruhi anak agar memahami hal baik dan buruk melalui tokoh yang diceritakan. Ini nantinya akan memberikan dampak pada kehidupan seorang anak,”ujar mahasiswi semester delapan tersebut. Tyas, demikian panggilan akrabnya mengaku suka dongeng lantaran sewaktu kecil kerap dibacakan cerita oleh sang ayah. Bersama Lulu boneka yang menjadi partnernya dalam mendongeng, Tyas rajin mengunjungi banyak panti asuhan dan sekolah-sekolah. Tidak hanya itu, gadis asli Purwokerto Jawa Tengah ini juga tergabung dalam komunitas pendongeng, yakni Gerakan Dongeng Indonesia (Gendong Indonesia) yang kerap bekerjasaman dengan Save Street Children Malang, FIM Malang Candi Kidal dan Perak (komunitas Perindu Ramadhan Keluarga) untuk mengisi berbagai acara. “Minimal tiga sampai empat kali dalam satu bulan saya mendongeng. Ini juga penting untuk melatih skill seperti memegang boneka, juga agar suara boneka bisa konsisten,”tambahnya. Di akhir Tyas berharap melalui mendongeng, kelak dirinya bisa mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. “Saya ingin menjadi guru yang kreatif, karena selama masa sekolah, saya merasa pelajaran Bahasa Indonesia itu cenderung membosankan sebab gurunya kurang menarik. Umumnya anak-anak suka mendengarkan cerita, maka saya rasa metode dongeng ini sangat pas diterapkan,”pungkasnya. (Usy/ Sil)

Kunjungi UMM, Dubes India Buka Gelaran Senam Yoga Massal dan Resmikan India Corner

Euforia Bollywood yang sempat melanda Indonesia beberapa tahun yang lalu kembali bangkit. Hal ini ditunjukkan dengan keberadaan kebudayaan India yang masih mendapat tempat di hati masyarat Indonesia, salah satunya melalui tayangan drama India. Hal ini terbukti dengan perolehan rating yang cukup tinggi untuk drama India yang ditayangkan di beberapa stasiun TV swasta nasional. Tidak hanya terkenal dengan artis, dendang musik, nyanyian, dan tarian India juga dikenal dengan seni olah kebugaran tubuh, yaitu Yoga. Bertempat di Hellipad Universitas Muhammdiyah Malang (UMM), Minggu (22/04) sebanyak 400 peserta hadir meramaikan kegiatan Senam Yoga. Peserta yang hadir tidak hanya dari civitas akademika UMM namun juga Komunitas Senam Yoga Malang dan masyarakat umum. Rektor UMM Fauzan  menyampaikan bahwa acara ini merupakan pembukan dari rangkaian Festival Budaya India di Malang. “Senam ini merupakan pembuka acara Festival Budaya India yang diadakan sebagai peringatan hari jadi Kota Malang,” jelas pria yang juga hobi olahraga tenis ini. Hadir dalam kesempatan ini, Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat yang mengaku sangat senang melihat antusisme peserta senam Yoga di UMM hari ini. Menurutnya, Yoga adalah olahraga yang tepat untuk mahasiswa yang terbiasa melakukan banyak aktivitas. “Yoga sebagai seni melatih kebugaran tubuh sangat bagus untuk menguatkan badan dan pikiran bagu mereka yang punya banyak aktivitas,” tegasnya. Selain dihadiri oleh Duta Besar India, ada pula Jeevitha, Krishna Kumar, dan Guna Shekhar. Ketiganya merupakan instruktur senam Yoga yang dihadirkan langsung dari India. Sebagai main instruktur, Jeevithaa menyatakan bahwa Yoga penting karena dapat meningkatkan kesehatan fungsi organ tubuh, meningkatkan fokus pikiran dan relaksasi kinerja otak. “Ada beberapa gerakan pada di senam ini yang fungsinya untuk membuat pikiran relaks,” tuturnya. Senam Yoga massal ini juga diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMM sebagai salah satu bahan ajar pada mata kuliah Pendidikan Kesehatan dan Jasmani. Dosen Penjaskes PGSD UMM Bustanol Arifin berharap, gelaran Yoga kali ini dapat menjadi bekal nyata bagi mahasiswa PGSD UMM saat terjun mengajar nanti. “Saya berharap yoga ini dapat mereka jadikan bekal untuk mengajar di sekolah,”tambahnya. Hadir juga mahasiswa asing yang sedang menepuh pendidikan di UMM, Nikhil Kumar salah satunya. Mahasiswa program beasiswa Darmasiswa ini mengaku senang melihat antusiasme masyarakat Malang terhadap India sangat tinggi. “Di India, saya sering melakukan yoga. Saya senang karena UMM mengadakan acara ini dan mempertemukan saya dengan orang-orang Malang yang sangat mengapresiasi kebudayaan India,” tegas mahasiswa asal New Delhi, India tersebut. Selain agenda senam yoga massal, hari ini juga merupakan dilaksanakan peresmian India Corner di UMM. India Corner UMM akan bertempat di Perpustakaan Pusat UMM lantai 3. Fauzan berharap, India Corner dapat menjadi tempat untuk mencari dan menemukan informasi tentang pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan India. “Kami berharap India corner menjadi media pencerah bagi mahasiswa yang ingin tahu kebih banyak tentang India,”tandasnya. Keberadaan India Corner UMM menambah jumlah tempat fasilitas belajar budaya dan pengetahuan umum tentang negara lain yang telah ada di UMM seperti American Corner, Aussie Banget Corner, Thai Corner, dan China Corner. Rangkain acara ini akan ditutup dengan acara nonton bareng film “English Vinglish”, yang diperankan oleh aktris senior India, mendiang Sridevi. (lus/ nis/ sil)