Sharing SPMI, UMM Ajak PT Asuhan Kembangkan Potensi Khas yang Dimiliki

Lokakarya yang berlangsung pada Selasa (8/5) ini membahas tentang Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dengan fokus pembahasan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal. Prof. Dr. Noor Harini, M.S, Kepala Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) UMM menyampaikan  bahwa adanya lokakarya ini bukan berarti membuat para PT harus mengikuti sistem yang dimiliki oleh UMM. Masing-masing PT perlu mengeksplorasi sumber daya yang mereka miliki untuk kemudian dikembangkan. “Penjaminan mutu sebenarnya bukan hanya soal sistem penjaminan mutunya saja, tetapi juga soal standar pendidikan tinggi, akreditasi, pangkalan data pendidikan tinggi serta yang terakhir terkait lembaga layanan pendidikan tinggi,” ujarnya. Mendapat banyak uraian dan penjelasan Noor, Kepala Penjaminan Mutu Universitas Kahuripan Kediri Kartika Kusumaningtyas, S. Si, M. Pd, mengaku bahwa pihaknya senang mendapat banyak ilmu baru untuk peningkatan kualitas dan mutu PT nya. “Kami mendapatkan banyak pengetahuan baru untuk menyusun dan menetapkan dokumen-dokumen yang lebih baik. Ini nanti bisa disosialisasikan sehingga bisa dilaksanakan dan dievaluasi,”tandasnya. Kartika demikian panggialn akrabnya juga mengaku belajar banyak tentang audit mutu secara internal. Hal tersebut lantaran pada momen ini, seluruh proses terkait SPMI dikupas habis. “Selain itu, kami juga mendapat pengetahuan terkait Audit Mutu Internal itu seperti apa. Karena selama ini kami memang belum paham betul tentang hal itu,” pungkasnya. Kewajiban PT untuk melaksanakan sistem penjaminan mutu tercantum pada undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 Pasal 53 tentang sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Ini menjelaskan bahwa setiap PT harus menjalankan SPMI yang dapat disesuaikan dengan karakeristik PT yang bersangkutan. Selain sebagai upaya pemenuhan standar nasional Dikti, langkah ini juga sebagai usaha untuk melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang merupakan penentu akreditasi bagi PT yang bersangkutan. (vin/sil)

Tak Hanya Kompetisi, ON MIPA PT Juga Jadi Proses Pembelajaran

Setelah berlangsung selama tiga hari, Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) tahun 2018 resmi ditutup Senin, (7/5/2018). Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendiikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI), Misbah Fikrianto membuka acara penutupan ON MIPA dengan memberikan motivasi pada peserta agar tidak berhenti berprestasi. Ada dua hal yang disampaikan Misbah dalam pidatonya, pertama ia menyampaikan pada para pemenang agar prestasi yang diraih terus dikembangkan. Di samping itu, para peserta juga harus mensyukuri pengetahuan dengan mengaplikasikan dan mengamalkannya di kehidupan. Kedua, ia juga berpesan pada mahasiswa baik yang keluar sebagai finalis maupun tidak, agar tetap menjadikan kompetisi tersebut sebagai proses pembelajaran. “Proses pembelajaran dalam kehidupan tidak hanya pada pencapaian prestasi saat kuliah tetapi banyak lagi prestasi dalam kehidupan yang nantinya akan menunjukkan Anda pada perubahan-perubahan,” tutur Misbah. Misbah juga menyampaikan, selanjutnya Kemenristek DIKTI akan selalu menyelenggarakan olimpiade di kampus. Hal ini kata Misbah, karena kampus memberikan energy positif yang baik utamanya bagi para peserta olimpiade.  “Karena di kampus itu fasilitasnya lengkap, interaksinya nggak hanya dengan ruangan. Tahun depan peserta akan meningkat dan olimpiade akan dilaksanakan di perguruan tinggi lain secara bergantian,” ungkap Misbah. Ditemui usai acara, peraih medali emas bidang kimia, Zulfa Hilmi Kautsar asal Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Kimia mengaku ini adalah kali ketiga ia ikut olimpiade ON MIPA. Mahasiswa asal Semarang yang masih semester 6 tersebut juga mengaku, mendapat peningkatan prestasi tiap tahunnya.  Di tahun pertama mengikuti olimpiade, ia mendapat perunggu, tahun kedua perak, dan tahun ini berhasil meraih medali emas. “Ini ketiga kalinya ikut. Dulu pernah dapat perunggu, terus perak,” katanya. Sementara itu, peraih medali Emas Bidang Biologi, Siswadi Aji Hutomo asal Universitas Pertanian Bogor tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia memberitahukan tentang rahasia menjuarai olipiade nasioal yaitu dengan kekuatan doa. “Banyak berdoa dan terus berupaya mengetahui dimana kelemahannya. Yang penting berikutnya tawakkal dan ikhtiar,” ujar Siswadi.