JIMM Gandeng PSIF UMM Siapkan Kader Intelektual Muda yang Inovatif

Dalam rangka menghimpun kader-kader intelektual, Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) bekerjasama dengan Pusat Studi Islam dan Filsafat Universitas Muhammadiyah Malang (PSIF UMM) menggelar Tadarus Pemikiran Nasional bertemakan Rebranding Muhammadiyah: Dialetika Otentisitas dan Perubahan dalam Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah di RSS UMM Rabu, (23-24/5) 2018. Rektor UMM Fauzan menilai kegiatan intelektual seperti ini sangat penting bagi Muhammadiyah, karena dalam internal persyarikatan selalu muncul perdebatan tentang hal-hal yang bersifat ideologi, baik berkaitan dengan pemikiran maupun gerakan. “Muhammadiyah membutuhkan kegiatan intelektual seperti ini. Sebaiknya acara seperti ini sering-sering diadakan, jangan hanya ketika Ramadhan,” tambahnya. Salah satu  keynote speech, Sudarnorto Abdul Hakim, M.A dari Majelis Dikti PP Muhammadiyah menyampaikan dalam mengawal masa depan, Muhammadiyah, khususnya para pemudanya harus menyiapkan berbagai bekal. Meski demikian, nilai-nilai kemurnian lembaga harus terus dipegang. “Otentik atau authenticity merupakan bagian penting yang dimiliki organisasi Muhammadiyah. Otentik secara harfiah berarti orisinal, keaslian, dan kemurnian,” sampainya. Lebih lanjut Sudarnorto menyampaikan, hal berikutnya yang perlu menjadi fokus adalah bagaimana Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dapat memberikan kontribusi yang inovatif terutama dalam menghadapi problem-problem atau tantangan-tantangan besar yang menerpa. “Baik itu menerpa umat, bangsa bahkan masyarakat internasional,”tegasnya. Di akhir Sudarnorto menggaris bawahi bahwa saat ini banyak organisasi atau gerakan Islam yang minimalis dan sekedar mencukupkan diri untuk survive sehingga hanya menggelar acara rutin-rutin saja. Kebanyakan diantara mereka, tidak memiliki hal-hal baru yang bisa dikontribusikan ke masyarakat. “Bahkan kita pernah mencatat juga banyak organisasi-organisasi kemasyarakatan bahkan politik tiba-tiba bangkrut dan tidak lagi muncul lagi,”pungkasnya. Tercatat 218 peserta mengikuti acara ini dan 32 diantaranya akan mempresentasikan makalah. Mereka berasal dari Jawa Tengah, Timur, Barat, Papua hingga Sulawesi. Sementara itu. Topik-topik yang diangkat antara lain, Era Baru Gerakan Muhammadiyah: Peluang dan Tantangan, Muhammadiyah dan Internasionalisasi Pemikiran Islam, Gerakan Perdamaian dan Kontra-Radikalisme, serta Aktualisasi Jihad Digital Muhammadiyah di Era Kekinian. (apn/sil)

Safari Ramadhan UMM, Kupas Nikmatnya Hidup Berkhidmat

Dalam bekerja bukan lamanya masa kerja yang penting tapi masa berkhidmat. Berkhidmat di sini berarti bekerja dan melayani dengan ikhlas. Semangat ini digaungkan dalam Safari Ramadhan yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk para civitas akademikanya. Safari Ramadhan berlaku untuk semua dosen, karyawan, maupun partimer UMM selama tiga hari mulai Senin sampai Rabu (21-23/5). Dalam suasana kehangatan Ramadhan, Asisten Khusus Rektor Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan Dr. Abdul Haris menyampaikan bahwa dalam bekerja terdapat lima prinsip yang perlu dikembangkan guna menghidupkan budaya kerja Islami di UMM. Lima prinsip itu yakni, kerjaku adalah ibadahku, kerjaku adalah wujud kemanfaatan diriku untuk orang lain, kerjaku adalah cermin diriku sebagai muslim dan prestasi kerjaku adalah sumbangan untuk kemajuan umat Islam dan Islam.  “Terakhir, tanamkan dalam diri kita bahwa hasil kerjaku adalah untuk kehidupan dunia dan akhiratku,”tandas Haris. Di samping itu Haris juga meyampaikan bahwa dengan berkhidmat harapannya para civitas akademika UMM dapat menjadi umat yang mendapat simpati Allah. Adapun ciri-ciri orang yang mendapat simpati Allah menurut Haris yaitu, selalu mengembangkan dan memperbaiki kualitas iman dan takwanya, selalu membudayakan kebaikan, segera menyadari kesalahan dan melakukan istighfar serta selalu membudayakan syukur terhadap nikmat Allah. “Kita juga harus saling mencegah kemungkaran,”tegasnya. Safari Ramadhan merupakan rangkaian acara dari Syiar Ramadhan yang digelar selama sebulan penuh Ramadhan 1439 Hijriyah ini. Selain Safari Ramdhan, terdapat pula agenda lain seperti Semarak Masjid, Tadarus Ramadhan, Dialog Lintas Generasi, Baitul Arqam dan Bakti Sosial.